Kegiatan

on 03 Mei 2018
  • Message of the Director
Ada Surga di Athirah. Itulah tema di Ultah Athirah pada tahun 2018 ini.
Itu suatu harapan yang luar biasa. Menjangkau dunia dan akhirat. Pada malam hari sebelum acara puncak saya sempat merenungi apa kuncinya agar dapat meraih surga di Athirah.

Dari hasil perenungan ayat Al Qur'an dan Hadist saya menemukan ada 3 kunci yaitu iman, ilmu dan amal. Jika diturunkan dalan aktivitas menjadi lima yaitu : beribadah (iman), belajar (ilmu), bekerja, berkarya dan berbagi (amal). Mari kita bahas satu persatu.

Seluruh ayat Al Qur'an yang berbicara tentang surga selalu mencantumkan dua syarat yaitu iman dan amal saleh. Artinya jika ingin meraih surga di tempat kerja maka harus dapat membina keimanan dan meningkatkan kualitas amal. Iman dapat meningkat melalui ibadah khusus yang telah disyariatkan seperti shalat, puasa, sedekah, tilawah Al Qur'an, taklim ilmu agama dan amalan lainnya. Di sinilah pentingnya tempat kerja menfasilitasi dan mendorong karyawan untuk beribadah khusus. Selain tentunya ibadah umum dalam arti mengingatkan karyawan agar senantiasa niat bekerja untuk ibadah dengan tauhid, ikhlas, amanah, jujur dan istiqomah. Alhamdulillah di Athirah telah dibudayakan 10 Sunnah Rasul yaitu shalat wajib berjamaah, shalat sunnah rawatib, shalat dhuha, tahiyatul masjid, puasa senin kamis, tahajud, tilawah Al Qur'an, sedekah. Semua dimonitor dalam buku pengamalan Jalan Kalla yang tiap bulan dievaluasi pencapaiannya.

Kunci kedua yaitu beramal dalam arti berkontribusi nyata dengan bekerja sesuai job description dan tupoksi masing-masing. Bekerja dalam organisasi menuntut kerja sama. Target pun juga bersama dalam bentuk KPI lembaga. Lalu diturunkan dalam KPI divisi, departemen sampai individu.

Beribadah dan bekerja belum cukup. Rasulullah bersabda "barang siapa yang menempuh jalan untuk menuntut ilmu maka Allah akan memudahkan jalannya untuk menuju surga". Jadi kunci ketiga yaitu belajar. Seorang guru jika terus belajar maka ilmu yang diajarkannya akan kaya dan aktual. Metode tidak ketinggalan zaman sehingga menarik bagi siswa. Demikian pula dengan karyawan bagian lainnya. Jika terus belajar maka dapat memudahkannya dalam bekerja.

Oleh karena itu organisasi selain memonitor kinerja karyawannya melalui rapat, briefing, PDCA sampai penilaian kinerja tiap semester atau tahunan juga harus membuat program pembelajaran berupa training, coaching, mentoring, konsultasi dan sebagainya. Tiap karyawan memiliki Janji Belajar sebagai Individual Development Plan yang dimonitor. Lalu tiap semester juga diukur perkembangan kompetensinya sebagai bagian dari penilaian semester dan tahunan.

Selanjutnya dalam hadist dijelaskan tentang amalan yang terus mengalir pahalanya meskipun telah meninggal dunia yaitu anak yang saleh, ilmu yang bermanfaat dan shadaqah jariah. Intinya ada sesuatu yang menjadi legacy yaitu warisan yang bermanfaat. Itulah karya. Maka kunci keempat yaitu berkarya. Seorang guru selain mengajar dengan efektif juga hendaknya dapat menulis artikel, jurnal, modul dan buku yang terus digunakan sehingga menjadi warisan ilmu yang bermanfaat.

Agar kebermanfaatannya meluas maka perlu kunci kelima yaitu berbagi. Maka dibuatlah program sharing session di briefing maupun training khusus dengan trainer dari guru untuk guru. Kelak dikembangkan menjadi Learning Center di mana guru dari sekolah lain juga dapat ikut belajar. Bisa juga program pengabdian masyarakat di mana guru Athirah dikirim ke desa binaan mengajar guru yang ada di desa.

Semoga dengan iman, ilmu, amal dalam aksi beribadah, belajar, bekerja, berkarya dan berbagi dapat mewujudkan insan Athirah yang 'alim, 'abid dan mujahid. Semoga juga Athirah dapat menjadi tempat kerja yang mengantarkan seluruh guru dan karyawan meraih surga Allah. Amin. Makassar, 2 Mei 2018