Kegiatan

on 29 Desember 2020
  • Message of the Director

Sudah lebih satu tahun dunia dilanda pandemi Covid-19. Berawal di Kota Wuhan China. Lalu menyebar ke seluruh dunia. Korban terpapar di dunia sampai hari ini 28 Desember 2020 sekitar 81 juta orang. Meninggal dunia sekitar 1,76 juta jiwa.

Khusus di Indonesia terinfeksi sekitar 707 ribu orang dan meninggal dunia sekitar 21 ribu. Sulsel masuk 5 besar dengan terinfeksi sekitar 29 ribu orang.dan meninggal mendekati 600 jiwa.

Dari data sejak Maret 2020 sampai sekarang, jumlah penderita di Indonesia kecenderungannya terus naik. Jika di beberapa negara sudah memasuki gelombang kedua dan ketiga karena setelah naik sempat turun mendekati nol lalu naik lagi. Indonesia belum pernah mendekati nol sehingga bisa dikatakan  gelombang 1 masih terus berlanjut.

Mengapa terjadi demikian? Mungkin salah satunya karena Indonesia baru saja menjalani Pilkada serentak di 270 wilayah yang tahapan kampanyenya  menyebabkan kerumunan. Juga mulai kembali marak acara keluarga seperti pernikahan yang di dalamnya tidak  menerapkan protokol kesehatan 3M secara ketat yaitu memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.


Melihat itu semua mungkinkah Covid akan berkurang dan akhirnya hilang? Sepertinya dalam waktu singkat ini sangat sulit. Namun ada harapan pada vaksinasi covid yang rencananya akan dijalankan pada awal tahun 2021. Di tengah pro kontra efektivitas vaksin, langkah ini yang diharapkan bisa memutus penyebaran covid seperti halnya wabah di masa lalu. Wabah itu akhirnya bisa dihilangkan atau sangat berkurang setelah ada vaksin.

Agar vaksinasi ini dapat berjalan dengan efektif maka perlu pembenahan di tataran mindset-rasional dan heartset-spiritual. Mindset yaitu pola pikir yang akan mempengaruhi sikap dan tindakan manusia. Hilangkan mindset negatif yang masih melihat covid ini dengan teori konspirasi dan perang kepentingan negara besar.  

Mindset yang harus dibangun adalah bahwa covid ada secara alamiah dan berdampak ke seluruh dunia. Maka perlu langkah dan tindakan bersama untuk mengatasinya. Ikuti saja pendapat arus umum dari lembaga terpercaya seperti WHO, Perguruan Tinggi, lembaga penelitian dan lainnya. Seluruh lembaga penelitian berlomba-lomba membuat vaksin. Tentu dijalankan dengan prosedur ilmiah dan pengujian yang sangat ketat sebelum digunakan ke masyarakat. 

Titik rawannya bisa saja ada di proses pengadaan dan pembelian oleh negara. Di sana ada peluang untuk korupsi dengan cara mark up harga. Menaikkan harga dalam jumlah kecil akan mendapatkan keuntungan yang besar karena pembelian dalam jumlah sangat banyak.

Di sini perlunya pengawasan oleh lembaga legislatif seperti DPR pada saat proses pemilihan vendor vaksin. Pro kontra yang terjadi tentang vaksin ini salah satunya karena pemerintah tidak melibatkan DPR secara maksimal. Akibatnya muncul kecurigaan ada permainan untuk keuntungan pribadi dan kelompok.

Selanjutnya yang harus terus dikuatkan agar dapat lepas dari pandemi covid ini adalah sisi spiritual yaitu iman dan takwa kepada Allah. Kita harus yakin bahwa semua ini terjadi karena kehendak Allah. Ini adalah ujian dan cobaan dari Allah. Kita harus yakin bahwa musibah seperti wabah terjadi karena dosa manusia. Solusinya yaitu manusia menyadari kesalahannya dan bertaubat kepada Allah. Kembali menjalani hidup sesuai tuntunan agama. Selaras dengan alam dan tidak merusak lingkungan. 

Juga jangan lupa berdoa kepada Allah disertai rasa tawakkal yang tinggi kepada-Nya. Tawakkal artinya berserah diri setelah berusaha semaksimal mungkin. Menjalankan protokol kesehatan, menjaga imun tubuh, mencari vaksin yang efektif, semuanya adalah bagian dari usaha. Tawakkal kepada Allah artinya menyerahkan semua kepada-Nya. Dia-lah yang Maha Kuasa atas segala sesuatu termasuk pada virus ini. Semoga covid segera berlalu dan kehidupan kembali menjadi lebih baik.