Kegiatan

on 04 Oktober 2018
  • Message of the Director

Indonesia kembali diguncang gempa bumi. Hari Jumat 28 September 2018

saat waktu magrib terjadi gempa pada 7.7 skala Richter di daerah Palu, Donggala dan sekitarnya. Kemudian disusul dengan tsunami ketinggian 5 meter.

Korban berjatuhan. Perkiraan pak JK bisa mencapai 2000 an jiwa. Belum lagi kehancuran fasilitas umum, rumah tinggal dan sebagainya. Dari video dan foto yang beredar tampak rumah yang amblas dan tertimbun lumpur. Bahkan ada daerah yang seperti diblender. Rumah bergeser posisi dan hancur.

Apa yang bisa kita lakukan dengan bencana ini? Tentu pertama kita kembalikan segalanya kepada Allah. "Innaa lillaahi wa innaa ilaihi rooji'uun". Segalanya berasal dari Allah dan kembali kepada Allah. Bahwa manusia sungguh tidak punya apa-apa dan tidak berkuasa. Hanya mendapatkan titipan. Semua milik dan dalam kuasa Allah. Jika Allah berkehendak dalam sekejap semua bisa diambilnya kembali.

Kedua yaitu berbaik sangka kepada Allah. Musibah yang terjadi ada tiga maksud dari Allah yaitu ujian, teguran dan adzab. Semoga ini merupakan ujian yaitu sarana dari Allah untuk menaikkan derajat hamba-Nya. Seperti halnya siswa yang ikut ujian sebelum naik kelas.

Jika bukan ujian semoga itu masih teguran, bukan adzab. Teguran diberikan jika kita melakukan kesalahan namun masih diberi kesempatan untuk bertaubat. Oleh karena itu mari introspeksi diri secara pribadi dan bermasyarakat. Segera tinggalkan segala perbuatan syirik dan maksiat. Jangan  pariwisata dan pembangunan ekonomi jadi alasan. Jauhi menarik devisa dengan perbuatan dosa.

Hikmah ketiga yaitu musibah gempa bumi ini  bisa jadi cara Allah untuk membangun rasa kepedulian kita kepada sesama. Mungkin selama ini kita banyak egois dan mementingkan diri sendiri. Mungkin selama ini kita sangat kikir dalam memberi. Maka sekarang saatnya menjadikan ini sebagai momentum untuk membangun kebersamaan dan kedermawanan.  Membantu meringankan penderitaan saudara kita korban gempa dengan mendonasikan harta yang kita miliki.

 

Mari jadikan peristiwa ini kesempatan untuk memberikan bantuan yang dapat meringankan penderitaan saudara kita yang kena musibah. Donasikan harta berapapun jumlahnya. Bukankah ciri orang bertakwa menginfakkan hartanya baik lapang maupun sempit? Sekecil apapun akan sangat berarti. Meskipun sedikit jika yang menyumbang banyak maka jumlahnya juga besar. Selain dana bisa dengan mendonorkan darah. Banyak pasien korban gempa yang membutuhkan. Silakan datang ke kantor PMI.

Jika punya keahlian tertentu seperti tenaga kesehatan dan ada kesempatan jadi relawan maka berangkatlah. Dokter, perawat, juru masak, tenaga rescue, teknisi jalan dan jembatan sangat dibutuhkan. Masa tanggap darurat ini menjadi rawan karena infrastruktur hancur dan kebutuhan pokok sulit didapatkan.

Jika itu semua dilakukan dengan penuh keikhlasan maka ia bernilai ibadah di sisi Allah. Jika ditambah dengan kesungguhan maka ia terhitung sebagai jihad kemanusiaan. Semoga pahalanya sama dengan jihad fii sabilillah. Amin. Mari berlomba-lomba dalam kebaikan.