Kegiatan

on 30 Juli 2017
  • Message of the Director

Sepulang shalat subuh jam masih belum sampai ke angka 6. Masuk pesan via WA dari bu Imelda Jusuf Kalla "pak syamril, besok jam 8 pagi pak jk mau ke athirah. tolong disana ya. tks". Saya kaget antara senang dan deg degan.

Mengapa senang? Saya memang sudah berniat mau hadir di acara Open House beliau pada hari Selasa 27 Juni 2017 di Jl. Haji Bau Makassar. Selasa sebelum jam 10 pagi  saya dan keluarga sudah berangkat dari rumah orang tua di Pekkabata Pinrang. Namun sesampainya di Kota Pinrang silaturrahim ke tante dan juga sepupu yang sakit, akhirnya waktu tak terasa sudah jam 14. Tidak mungkin lagi ketemu Pak JK karena sudah sore. Apalagi dapat info dari ponakannya bahwa beliau pada malam hari ada acara Open House juga di Jakarta. Saya cuma bisa pasrah karena menjenguk yang sakit juga penting. Di perjalanan Pinrang Makassar anak saya bertanya "katanya mau ke rumah Pak JK?" Saya cuma bisa jawab "sudah terlambat".

Sekitar jam 9 malam kami masuk kota Makassar. Lewat tol ke kota sampai ujung Pelabuhan terlihat polisi dan tentara berjaga-jaga. "Ini pasti persiapan Pak JK pulang ke Jakarta" ucap saya ke anak dan istri. Setelah mengantar titipan dan menjenguk paman yang sakit di Jalan Laiya kami pun menuju rumah di Bukit Baruga dan tiba sekitar jam 22 malam.

Ternyata rencana Pak JK berubah. Rencana semula ke Jakarta lagi tanggal 27 Juni sore diundur ke tanggal 1 Juli dan besoknya tanggal 28 Juni beliau ingin berkunjung ke Sekolah Islam Athirah. Alhamdulillah bisa juga ketemu beliau. Malahan pertemuan yang istimewa karena beliau yang datang berkunjung dan saya bersama tim Athirah berkesempatan menemani selama hampir 1 jam. Kalau ke acara Open House tentu sangat singkat karena tamu sangat banyak.

Saya yakin Allah sudah menakdirkan untuk bertemu beliau. Sejak saya pindah ke Makassar 6 tahun lalu saya belum pernah datang ke Open House beliau. Biasanya lebaran di Bandung atau di Pekkabata Pinrang. Hari pertama sampai kelima masih keliling silaturahim keluarga. Namun tahun ini saya niatkan untuk ketemu. Alhamdulillah terwujud juga dengan skenario yang berbeda.

Selanjutnya, mengapa deg degan? Bukan semata karena ketemu pejabat apalagi Wapres. Tapi ini kali pertama saya sebagai Direktur Athirah menerima kunjungan. Jadi belum pengalaman. Bagaimana prosedurnya dan sebagainya. Saya pun bertanya ke teman apa yang biasa pak JK tanyakan kalau berkunjung. Diberilah bocoran soal : jumlah siswa. Bocorannya benar. Pertanyaan pertama berapa jumlah siswa. Saya pun jawab dengan mantap "2.952". Selanjutnya berjalan dengan alamiah dari lantai bawah, ke lantai 1. Lanjut ke lantai 8 lalu le lantai 2 dan kembali ke lantai 8 meninjau masjid.

Banyak hal yang beliau sampaikan sambil berjalan. Semoga di tulisan lain sempat saya share lagi. Tentang sekolah yang baik,  kesejahteraan guru, tata suara di masjid, rencana pengembangan ke daerah lain, guru native speaker dan sebagainya. Semoga tetap sabar menunggu.

Bandung, 30 Juni 2017
Syamril