Kegiatan

on 09 April 2021
  • Message of the Director

Melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi adalah dambaan bagi siswa SMA/SMK/MA kelas 12 yang ingin meraih masa depan yang lebih baik.

Pada bulan April ini mereka akan mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) yang merupakan proses seleksi masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Berhubung kapasitas PTN yang terbatas jika tidak lulus di PTN  harus memilih Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Bahkan ada yang sejak awal sudah memilih masuk PTS. 

Masuk ke jenjang Pendidikan Tinggi tentu memiliki tantangan dan peluang. Tantangannya adalah bagaimana menjalani proses perkuliahan dan dapat lulus dengan IPK yang baik. Perbedaan budaya belajar di SMA dan PT harus dihadapi dengan baik. Pada saat SMA jadwal sekolah teratur dari pagi sampai siang atau sore. Saat kuliah tidak teratur lagi, bisa pagi, siang atau sore secara selang-seling. Butuh adaptasi, kemandirian dan tanggung jawab yang tinggi. 

Tantangan selanjutnya yaitu mencari pekerjaan setelah lulus kuliah. Data menunjukkan antara jumlah lulusan dengan peluang kerja yang tersedia sangat timpang. Menurut Kemendikbud, pada tahun 2019 terdapat 59.567 lulusan Sarjana S1 di Sulsel. Lowongan kerja yang tersedia hanya 11.253 posisi atau 19?ri jumlah Sarjana.

Supply lebih besar daripada demand maka tentu saja persaingan sangat ketat. Satu posisi diperebutkan oleh 5 orang. Di masa pandemi Covid lapangan kerja yang tersedia semakin berkurang karena dunia usaha dan industri melambat dan pertumbuhan ekonomi negatif. Akibatnya persaingan lebih ketat lagi.

Namun ada kondisi yang aneh dari pengalaman rekrutmen kami pada tahun 2021 ini. Kami mencari 10 orang karyawan. Pelamar sekitar 200 orang. Setelah melewati seluruh tahapan seleksi hanya lulus 7 orang. Artinya dari 200 pelamar tidak bisa mendapatkan 10 orang sesuai standar kompetensi yang dipersyaratkan. Fenomena ini sering terjadi pada saat rekrutmen karyawan. Berlaku ungkapan "many people but not enough". Banyak orang tapi tidak cukup memadai secara kualitas. 

Hal ini merupakan tantangan bagi Perguruan Tinggi untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas sesuai kebutuhan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI). Link and match antara dunia pendidikan dengan DUDI perlu ditingkatkan.

Kemendikbud menggulirkan Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka untuk mengatasi kesenjangan ini. Bentuk kegiatan pembelajaran sesuai dengan Permendikbud No 3 Tahun 2020 Pasal 15 ayat 1 dapat dilakukan di dalam Program Studi dan di luar Program Studi meliputi pertukaran pelajar, magang/praktik kerja, mengajar di sekolah, penelitian/riset, proyek kemanusiaan, kegiatan wirausaha, studi/proyek independen dan membangun desa/KKN Tematik.

Diharapkan dengan kegiatan tersebut akan dapat mendekatkan mahasiswa dengan masyarakat, dunia usaha dan industri. Belajar tidak hanya teori tapi juga praktek. Belajar tidak hanya secara formal tapi juga experiential pengalaman. Hal itu tentu dapat membangun hard dan soft skill dari mahasiswa dengan baik. 

Selain itu dapat juga dilakukan melalui kolaborasi dan sinergi akademisi dan praktisi. Akademisi dari kampus masuk ke perusahaan belajar praktik nyata di lapangan. Akademisi tidak hanya tahu (know) tapi juga merasakan (feel) bagaimana ilmu itu diaplikasikan dengan segala tantangannya. Tentu saja akademisi diharapkan dapat mengangkat permasalahan di lapangan sebagai bahan penelitian untuk mencari solusi bagi dunia usaha dan industri. 

Para praktisi juga diharapkan masuk ke kampus berbagi pengalaman dengan para mahasiswa. Jika memungkinkan praktisi dapat mengampu mata kuliah bersama akademisi sehingga dapat terjadi transfer of experience. Mahasiswa tidak hanya hafal teori tapi juga tahu implementasi dari mata kuliah yang dipelajari.

Mari bersama membangun masa depan Indonesia yang cerah. Caranya siapkan generasi muda yang kompeten, kompetitif, berkarakter, beriman dan bertakwa melalui pendidikan yang berkualitas. Semoga anugrah bonus demografi di mana jumlah penduduk usia produktif yang lebih banyak dapat memajukan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. 

Oleh ; Syamril, ST., M.Pd.