Kegiatan

on 11 Januari 2021
  • Message of the Director

Kita harus perhatikan kesehatan dan waktu senggang karena keduanya syarat untuk hidup produktif. Bisa jadi kita sehat tapi tidak punya waktu senggang karena banyak pekerjaan dan urusan.

Bisa juga kita ada waktu senggang tapi kondisi badan tidak sehat. Akhirnya kita tidak bisa juga melakukan sesuatu.

Namun tidak ada jaminan jika kesehatan dan waktu senggang ada pasti produktif. Banyak orang sehat dan punya waktu senggang tapi hidupnya terjebak pada hal yang tidak berguna, sia-sia, maksiat dan kejahatan. Itulah maksud hadist Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, yang artinya, “Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu yaitu nikmat sehat dan waktu senggang”. (HR. Bukhari no. 6412, dari Ibnu 'Abbas). Banyak manusia melalaikan keduanya karena tidak punya tujuan hidup sehingga malas dan menunda pekerjaan. 

Manajemen waktu menjadi kunci. Prinsipnya adalah mengelola waktu sesuai dengan prioritas bukan hanya aktivitas. Maksudnya aktivitas yang menjadi prioritas harus diberi porsi waktu yang lebih besar. Prioritas sesuai dengan tujuan dan target hidup. Aktivitas yang tidak membawa kepada tujuan dan target hidup harus diminimalisir kalau perlu dihindari. 

Jika hidup tidak punya tujuan dan target maka waktu berlalu dengan  aktivitas yang sia-sia, tidak berguna bahkan perbuatan yang merugikan diri sendiri, dosa dan maksiat. Hidup hanya menghabiskan waktu karena bingung mau melakukan apa. Akhirnya melakukan apa saja tanpa ada tujuan.

Selain itu juga perlu kemampuan mengelola kesehatan agar punya daya untuk melakukan kebaikan. Kunci mengelola kesehatan ada tiga yaitu istirahat, olahraga dan nutrisi. Bisa disingkat dengan ION. Tubuh yang lelah beraktivitas butuh istirahat. Salah satunya dengan tidur antara 6-8 jam sehari. Rasulullah mencontohkan dengan cara tidur cepat selepas shalat isya dan bangun cepat sebelum waktu subuh. Penelitian ilmiah membuktikan bahwa tidur cepat pada malam hari dan bangun cepat sebelum subuh sangat baik untuk kesehatan.

Tubuh juga dapat istirahat melalui rehat sejenak di sela-sela aktivitas. Waktu dhuhur, ashar dan magrib ternyata tidak semata jadwal waktu shalat. Juga berfungsi untuk waktu rehat dan recharge lahir dan batin. Dampaknya akan memberikan kesegaran dan siap beraktivitas kembali.

Selain istirahat tubuh juga butuh olahraga dan nutrisi. Nutrisi penting sebagai sumber energi bagi tubuh. Olahraga membantu untuk memperlancar peredaran darah, penyerapan sari makanan. Nutrisi yang cukup akan membuat tubuh kuat menghadapi serangan virus dan bakteri kuman penyakit. Tentu disertai dengan pola hidup bersih dan sehat. Pada masa pandemi ini dengan 3M yaitu memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.

Kesehatan ternyata tidak hanya ditentukan oleh faktor fisik berupa istirahat, olahraga dan nutrisi serta pola hidup bersih dan sehat. Juga ditentukan oleh faktor non fisik yaitu spiritual, pikiran dan perasaan, disingkat SPP. Banyak penyakit muncul karena perasaan cemas yang berlebihan. Apalagi di masa pandemi covid ini kita tiap hari menerima berita teman atau keluarga yang sakit bahkan meninggal dunia karena covid.

Agar perasaan tetap tenang, tidak cemas dan tidak panik maka perlu menjaga pikiran tetap positif dan optimis. Caranya memandang segala peristiwa dengan kacamata spiritual. Caranya yaitu meyakini adanya ketentuan dan takdir Allah di balik segala peristiwa.

Percaya bahwa segala yang Allah ciptakan tidak ada yang sia-sia termasuk virus corona. Ini semua adalah ujian untuk membuat manusia menjadi lebih baik. Ujian agar melakukan evaluasi dan kembali ke jalan yang benar jika ada yang salah. Juga sebagai latihan untuk menguatkan diri menghadapi tantangan di masa depan.

Semoga di masa sulit ini kita mampu menjaga kesehatan dan menggunakan waktu dengan baik. Yakinlah bahwa kesehatan dan waktu yang disebut umur kelak akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT. Mari gunakan untuk aktivitas yang positif, bermanfaat dan beribadah. Itulah jalan kebahagiaan dunia dan akhirat.