Kegiatan

on 20 Mei 2020
  • Message of the Director

Sejarah menunjukkan bahwa kebangkitan suatu bangsa adalah buah dari proses pendidikan. Demikian pula dengan Kebangkitan Nasional di Indonesia yang mengacu pada berdirinya Boedi Utomo 20 Mei 1908.

Lahirnya organisasi pergerakan nasional karena munculnya cerdik cendekia hasil pendidikan yang berawal dari politik etis pemerintah Hindia Belanda. 

Pendidikan membuka pikiran mereka bahwa manusia dilahirkan sederajat. Tidak ada perbedaan kemuliaan karena suku, bahasa dan warna kulit. Tidak boleh satu bangsa menindas dan menjajah bangsa lain karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan. 

Pendidikan melahirkan semangat untuk merdeka. Maka lahirlah organisasi pergerakan untuk menyadarkan rakyat agar menuntut haknya untuk merdeka. Selama 20 tahun dari 1908-1928 lahirlah berbagai organisasi berbasis daerah, suku dan agama. Kemudian semuanya bersatu dalam Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928. Perjuangan berlanjut dan buahnya yaitu Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945.

Pada era sekarang ini kebangkitan dibutuhkan untuk mewujudkan tujuan kemerdekaan seperti pada Pembukaan UUD 1945. Ada kata kunci di Pembukaan yaitu merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Juga melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. 

Mari bangkit mewujudkan tujuan kemerdekaan. Mari bersatu, raih kedaulatan ekonomi dan politik, wujudkan keadilan dan kemakmuran. Siapkan generasi yang lebih baik melalui pendidikan berkualitas. Selamat berjuang. 

20 Mei 2020