Kegiatan

on 30 Januari 2020
  • Message of the Director

Dunia dikagetkan dengan munculnya virus Corona di Wuhan China yang telah menyebar ke berbagai negara. Diduga virus ini berasal dari hewan liar seperti ular dan kelelawar yang dikonsumsi masyarakat di Wuhan.

Bahkan di sana ada pasar khusus hewan liar yang sangat besar.

Setelah virus ini muncul maka pasar hewan liar itupun ditutup. Bahkan bukan cuma pasarnya, kota Wuhan dan 11 kota lainnya juga disolasi. Akibatnya 41 juta warga tidak bisa keluar. Ini tujuannya agar virus Corona tidak menyebar.

Virus makhluk yang sangat kecil hanya bisa dilihat dengan menggunakan  mikroskop khusus. Melihat sejarah kedokteran, konsep virus dan bakteri sebagai penyebab penyakit baru muncul di abad ke-19. Khususnya pada masa Louis Pasteur (1822-1895) yang menemukan vaksin untuk pencegahan penyakit. 

Sebelumnya kalau ada yang sakit biasanya dihubungkan dengan kutukan dan mistik. Tidak hanya di Timur bahkan juga di Barat. Penyakit dilihat tidak secara rasional. Akibatnya wabah bisa menyebar dengan cepat dan korban yang sangat banyak.

Di era sekarang ini dunia kedokteran telah modern. Pola pikir masyarakat juga sudah maju dan rasional. Penelitian tentang berbagai penyakit untuk mencari obatnya juga sudah menggunakan alat yang canggih. Jika ada wabah penyakit maka manusia meneliti jenis virusnya dan mencari cara ampuh mengatasinya.

Demikian pula dalam menghadapi virus Corona. Langkah rasional seperti mengisolasi sumber penyakit dengan karantina kota, scanning suhu tubuh di bandara bagi pendatang dari China, kampanye kebersihan dan menggunakan masker jika dalam kondisi flu, menjaga stamina tubuh dengan makanan, olahraga, istirahat dan langkah rasional lainnya. 

Langkah rasional perlu dilakukan. Langkah irrasional jangan dilakukan. Tapi usaha rasional perlu disempurnakan juga dengan langkah supra rasional yaitu komunikasi dengan penguasa alam raya yaitu Allah SWT. Caranya yaitu mencari petunjuk dari kitab suci dan petunjuk nabi Nya. 

Dalam Al Qur'an disebutkan bahwa jika ada nikmat kepada manusia itu dari Allah. Jika ada musibah itu karena perbuatan manusia. Patut menjadi renungan seperti bencana alam banjir, kebakaran, longsor dan lainnya itu karena manusia sudah merusak dan tidak menjaga alam.  

Virus Corona ini pun bisa menjadi teguran bagi manusia agar memperhatikan makanannya. Allah memerintahkan manusia untuk memakan yang halal dan thayyib (baik). Jangan sembarangan makan. Pilihlah yang memang tidak haram dan juga bersih dari berbagai sumber penyakit.

Sungguh ajaran agama diturunkan termasuk tentang makanan untuk kemaslahatan manusia. Mari perhatikan dan jaga makanan. Kesehatan terjaga dan juga berpahala karena ibadah menjalankan perintah Allah. 

Langkah supra rasional juga melalui do'a. Semoga Allah segera mengangkat musibah ini dan tidak menyebar ke mana-mana. Cukuplah menjadi pelajaran agar manusia yang lalai menjadi sadar kembali.