Kegiatan

on 25 Juni 2019
  • Message of the Director

Setiap tahun pada bulan Juni dan Juli orang tua sibuk mendaftarkan anak-anaknya ke sekolah baru pada level yang lebih tinggi. Lulusan TK mencari SD. 

Lulusan SD mencari SMP dan lulusan SMP mencari SMA. 

Pemerintah tahun ini masih melanjutkan penerapan sistem zonasi yang memberi prioritas untuk diterima kepada warga yang tinggal di dekat lokasi sekolah. Bagi yang lokasinya di luar radius tertentu tetap diberi kesempatan meski dengan kuota yang lebih kecil. 

Sistem zonasi ini diharapkan dapat mengurangi kemacetan di jalan raya. Saat siswa bersekolah di dekat rumahnya maka mobilitas ke lokasi yang jauh jadi berkurang. Dampaknya yaitu mengurangi tingkat stress siswa dan orang tua karena perjalanan di pagi hari yang padat, macet dan takut terlambat. 

Lebih penting lagi sistem zonasi dapat mewujudkan pemerataan kualitas pendidikan.

Tak ada lagi sekolah favorit karena semua anak cerdas dan pintar akademik tidak lagi berkumpul di sekolah tertentu. Tak ada lagi elitisme karena siswa merasa hebat dengan masuk ke sekolah favorit.

Harapannya terjadi pendidikan yang egaliter dan inklusif karena dalam satu sekolah terdapat beragam tingkat kecerdasan kemampuan akademik dan ekonomi. Itulah kehidupan nyata yang ada di masyarakat. Kondisi itu diharapkan membuat anak didik memiliki sifat empatik dan saling menghargai.

Sistem zonasi juga dapat mendidik siswa untuk bergaul dengan lingkungan sekitarnya. Jika sebagian besar siswanya adalah warga di sekitar sekolah maka diharapkan dapat tercipta rasa memiliki dari masyarakat sekitar sekolah. Lebih lanjut tumbuh tanggung jawab untuk membangun dan mendukung program sekolah karena dampaknya untuk mereka juga. 

Apakah semua harapan itu dapat terwujud? Tentu saja dapat diwujudkan dengan syarat adanya kesadaran, komitmen dan konsistensi seluruh pihak baik masyarakat maupun pemerintah daerah yang mengelola pendaftaran peserta didik baru dengan sistem zonasi.

Orang tua perlu diberi pemahaman tentang tujuan kebijakan ini. Lalu pemerintah juga harus menjalankannya dengan konsisten. Jangan lagi ada perlakuan khusus bagi anak pejabat atau wakil rakyat. Jika memang tidak memenuhi syarat, jangan dipaksakan atau diakali untuk diterima.

Masyarakat juga jangan memaksakan diri dengan menempuh cara yang manipulatif. Ditengarai di suatu kota tiba-tiba banyak Kartu Keluarga baru yang terbit di dekat lokasi sebuah sekolah favorit. Saat dicek pada alamat itu didapati hanya tempat foto copi atau usaha lainnya. Bukan tempat tinggal.

Semoga sistem zonasi ini dapat berjalan sesuai harapan sehingga peningkatan dan pemerataan mutu pendidikan berbasis wilayah dapat terwujud. Tak ada lagi kasta apalagi diskriminasi. Pemerintah juga tidak lagi menganakemaskan sekolah tertentu. Tapi dapat berlaku adil kepada semua sekolah.