Kegiatan

on 02 Mei 2019
  • Message of the Director

Salah satu tradisi di Sekolah Islam Athirah di tiap acara ulang tahunnya yaitu pemberian penghargaan pengabdian 15 dan 25 tahun. Beberapa tahun lagi mungkin ada yang mendapat penghargaan pengabdian 35 tahun. Waktu yang panjang untuk masa kerja di satu lembaga. 


Melihat wajah para guru yang mendapat penghargaan ada yang istimewa. Mereka tampak lebih muda dari orang lain yang seumur tapi profesinya bukan guru. Kok wajah guru guru awet muda ya. Apa karena selalu bertemu dengan anak anak yang lebih muda. Atau ada faktor lain. 

Satu yang pasti semua guru yang pengabdiannya panjang hidup relatif lebih bahagia. Itulah yang membuatnya awet muda. Meskipun mungkin gajinya lebih rendah dari profesi lain seperti dokter dan karyawan swasta tapi kebahagiaanya lebih tinggi.

Apa yang membuat guru lebih bahagia? Karena mereka merasakan hidup yang lebih bermakna dan bermanfaat. Kebahagiaan seorang guru bukan pada saat terima gaji berlipat. Kebahagiaan guru muncul saat melihat wajah anak didiknya yang sukses menggapai cita-cita, hidup lebih sejahtera dan memiliki strata keilmuan yang lebih tinggi dari gurunya. 

Saya juga pernah jadi guru SMP dan SMA. Suatu saat saya bertemu dengan siswa saya yang sudah lulus dari ITB dan sedang lanjut kuliah S2 ke Jepang. Alangkah bahagia rasanya meskipun waktu itu saya masih S1. Apalagi jika di sebuah acara seperti seminar atau forum keilmuan lainnya. Guru jadi peserta dan ternyata yang menjadi narasumbernya adalah siswanya yang dulu diajar waktu SD atau SMP. Ada kebanggaan dan kebahagiaan yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata.

Hal lain yang membuat guru bahagia adalah tidak ada istilah bekas guru. Beda dengan profesi lain. Seorang pejabat yang bertemu dengan gurunya saat dia SD mungkin 40 tahun lalu tetap saja memanggilnya dengan Pak atau Bu Guru. Tetap saja dia menghormati gurunya meskipun jabatannya lebih tinggi dari gurunya.

Demikianlah guru memiliki posisi yang sangat sentral di masyarakat karena tugasnya mendidik dan mencerahkan masyarakat. Mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana amanat Pembukaan UUD 1945. 

Kemajuan suatu negara ditentukan oleh kualitas manusianya bukan oleh jumlah kekayaan alamnya. Negara yang maju seperti Jepang sumber daya alamnya sangat terbatas. Namun bisa maju karena memiliki sumber daya manusia unggul dan produktif karena kualitas pendidikannya bagus.

Pendidikannya bagus karena gurunya juga bagus dan berkualitas. Mengapa bisa berkualitas? Karena bangsa Jepang masyarakatnya sangat menghormati para guru sehingga orang-orang terbaik berlomba-lomba menjadi guru.

Oleh karena itu menyongsong Hari Pendidikan Nasional pada tanggal 2 Mei nanti, inti pesannya adalah jika Indonesia ingin maju maka kuncinya pada pendidikan yang berkualitas. Ini akan terwujud jika gurunya berdedikasi, kompeten, sejahtera dan bahagia. Selamat Hari Pendidikan Nasional.