Kegiatan

on 12 September 2017
  • Message of the Director

Itu adalah judul buku JK yang diterbitkan pada tahun ini. Berisi 75 pidato pilihan 2016 tentang berbagai topik seperti ekonomi, politik, teknologi, energi, pemerintahan, pendidikan dan keadilan.

Ada yang menarik dari ide besar buku ini yaitu tentang keadilan dan perdamaian.  Pada saat dunia sekarang yang susah tersenyum karena berbagai kejahatan  terorisme, peperangan yang tiada berhenti di Timur Tengah dan Afrika,  lalu terakhir pembantaian etnis di Rohingya.


Semua kondisi yang jauh dari perdamaian berawal dari hilangnya keadilan.  Munculnya terorisme merupakan reaksi dari standar ganda negara adikuasa AS dan Eropa. Jika yang melakukan pelanggaran negara Israel maka Hukum Internasional tidak berlaku.  Dewan Keamanan PBB tidak berkutik karena adanya hak veto AS dan sekutunya. Segala resolusi yang dirancang tidak dapat disahkan karena diveto oleh AS.

Berbeda jika yang melanggar adalah musuh Israel seperti Irak pada era Saddam Hussein. Tuduhan senjata pembunuh massal sebagai bukti yang belum valid pun menjadi dasar melakukan penyerangan dan invasi untuk menumbangkan Saddam.  Akibatnya jutaan jiwa melayang dan Irak pun sampai sekarang terus dalam suasana kekacauan.

Muncullah generasi muda yang tanpa harapan dan frustrasi dengan keadaan. Dalam kondisi bimbang maka tindakan radikal yang menjadi pilihan.  Bom bunuh diri dan tindakan kekerasan menjadi ekspresi di berbagai belahan dunia. Selain di negerinya sendiri mereka melakukan kekerasan dan teror di AS pada 11 September 2001, bom di  Eropa bahkan Indonesia yang dikenal dengan bom Bali 1 dan 2.

Menghadapi itu semua perlu dicari solusi yang tepat sesuai akar masalahnya.  Bukan dengan kekerasan lagi karena nantinya ibarat api diberi bensin. Jika akar masalahnya adalah ketidakadilan maka mari tegakkan keadilan di muka bumi ini.  Dewan Keamanan PBB sebagai polisi dunia harus dapat bertindak objektif.  Siapapun yang melanggar harus ditindak. Maka terciptalah keadilan politik di dunia.  

Dalam konteks Indonesia pemerintah harus mewujudkan keadilan hukum,  politik dan ekonomi. Siapapun yang melanggar aturan hukum harus ditindak.  Siapapun yang korupsi harus diseret ke pengadilan.  Jangan sampai lembaga anti korupsi seperti KPK malah dilemahkan atau dibubarkan. 

Kemudian keadilan ekonomi harus ditegakkan dengan pemerataan penguasaan aset nasional.  Kondisi sekarang di mana golongan minoritas menguasai mayoritas asset ekonomi akan menjadi bom waktu jika tidak segera diperbaiki. Untuk itu perlu usaha membangun UMKM agar kuat dan berdaya. Semoga dengan itu semua keadilan hukum, politik dan ekonomi akan tegak sehingga perdamaian pun tercipta dalam kehidupan. Prinsip "Adil itu Damai" menjadi kenyataan.