image

Tampil Dominan di VORCEA 2026, Siswa SMP Islam Athirah Bone Buktikan Ketangguhan PMR Muda

Dengarkan Berita
Putar isi berita dalam Bahasa Indonesia secara otomatis

Bone — Kontingen Palang Merah Remaja (PMR) SMP Islam Athirah Bone berhasil menyabet predikat Juara Umum II pada gelaran Volunteer of Red Cross Competition Camp (VORCEA) 2026 yang berlangsung di Lapangan Tanabatue, Kecamatan Libureng, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Ajang kompetisi kepalangmerahan tingkat Madya dan Wira se-Sulawesi Selatan ini resmi ditutup pada Minggu (13/9/2026).

Rangkaian kegiatan yang diinisiasi oleh PMR Unit 016 SMAN 22 Bone tersebut bergulir sejak 7 hingga 13 September 2026, setelah dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Bone pada Selasa (8/9/2026). Menggabungkan perkemahan, simulasi kepalangmerahan, hingga ajang kreativitas, VORCEA 2026 menguji ketangkasan serta kepemimpinan para anggota PMR muda.

Guru pendamping sekaligus ketua rombongan, Sulkipli HB, menginformasikan bahwa Tim SMP Islam Athirah Bone menunjukkan dominasi di berbagai kategori.  Pada lomba inti. Total 6 cabang lomba yang meraih juara I dan 5 cabang juara II, serta 1  cabang juara III. Untuk lomba khususnya, tercatat tim PMR SMP Islam Athirah Bone menyabet 1 cabang juara I dan di lomba umum meraih juara 3 di tari kreasi.

Kepala SMP Islam Athirah Bone, Nuraeni, S.Pd., Gr., menyampaikan rasa bangga sekaligus apresiasi mendalam atas daya juang para siswanya selama berada di lokasi perkemahan.

"Alhamdulillah merasa puas dengan capaian anak-anak, meski tetap tidak dipungkiri ada beberapa item yang harus dievaluasi, khususnya terkait kedisiplinan peserta lomba," ujar Nuraeni.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa nilai terbesar dari keikutsertaan ini adalah pembentukan karakter mandiri dan ketangguhan para siswa di tengah keterbatasan fasilitas perkemahan.

"Hal yang saya syukuri juga adalah kemampuan anak-anak untuk bisa hidup mandiri dan berjuang dalam kondisi yang serba terbatas. Sumber air bersih jauh, tempat tidur tidak senyaman di kamar ber-AC, dan harus berpanas-panas di bawah terik matahari sepanjang hari. Fasilitas ibadah seperti masjid juga harus menempuh jarak ratusan meter untuk menunaikan salat Tahajud dan salat jamaah lima waktu," pungkasnya. Nurholis_Tim Athirah Web

Previous PostDominasi OMI Kabupaten Bone 2026, Empat Siswa SMP Islam Athirah Melaju ke Tingkat Provinsi