image

Kompetisi Teratai Chapter XII (Teenager Red Cross Share All For One Thing)

Mengukir Prestasi di Somba Opu, Siswa Athirah Pulang Membawa Tiga Penghargaan

Dengarkan Berita
Putar isi berita dalam Bahasa Indonesia secara otomatis

GOWA – Di kawasan Benteng Somba Opu, Kabupaten Gowa, September lalu, semangat para remaja berpadu dengan riuhnya kompetisi Teratai Chapter XII (Teenager Red Cross Share All For One Thing) yang dilaksanakan oleh SMA 17 Makassar.

Selama 9 sampai 13 September 2026, siswa SMP Islam Athirah Bukit Baruga tidak hanya datang membawa nama sekolah. Mereka membawa keberanian, persiapan, dan harapan untuk memberikan penampilan terbaik.

Harapan itu berbuah prestasi. Jinan Janeta Amry berhasil meraih Juara 1 Mrs Red Cross Madya. Hafidz Al Fahri menyusul dengan Juara 3 Mr Red Cross Madya, sementara kategori TIM nominasi Edukasi Kreatif berhasil meraih Juara 2.

Bagi Jinan, kemenangan tersebut bukan sekadar tentang gelar juara. Ada proses yang lebih panjang di baliknya, latihan, membangun kepercayaan diri, dan keberanian menghadapi kompetisi.

“Saya sangat bersyukur bisa mendapatkan Juara 1 Mrs Red Cross Madya. Selama mengikuti kegiatan ini, saya belajar lebih percaya diri, bekerja sama dengan tim, dan memberikan kemampuan terbaik,” ujar Jinan.

Di balik tiga prestasi tersebut, Kepala SMP Islam Athirah Bukit Baruga Dr. Suriana, S.Pd., M.Pd. melihat ada proses pembelajaran yang lebih penting daripada sekadar piala.

“Kami sangat mengapresiasi pencapaian siswa-siswi dalam Teratai Chapter XII. Prestasi ini menunjukkan bahwa anak-anak memiliki potensi ketika diberikan kesempatan untuk belajar, berlatih, dan berkompetisi,” tutur Suriana.

Menurutnya, pengalaman tersebut juga menjadi bagian dari pembentukan karakter siswa. “Yang terpenting bukan hanya prestasinya, tetapi proses yang mereka jalani. Mereka belajar disiplin, bertanggung jawab, bekerja sama, peduli, dan berani tampil,” katanya.

Di tanah Somba Opu, tiga penghargaan akhirnya menjadi catatan bagi SMP Islam Athirah Bukit Baruga. Namun, yang dibawa pulang para siswa bukan hanya piala. Ada keberanian yang tumbuh, pengalaman yang bertambah, dan sebuah cerita tentang perjuangan yang kelak akan mereka  ingat bahwa setiap prestasi selalu memiliki proses di belakangnya.

Previous PostDari Angka, Lahir Prestasi: Aqil Ukir Dua Capaian di Olimpiade Matematika