Dinamika Orang Tua KB-TK Islam Athirah Makassar Mendampingi Anak Belajar Daring Saat Makassar Dilanda Kelangkaan BBM
MAKASSAR — Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang memicu antrean mengular di hampir seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) menuntut langkah cepat dan adaptif.
Demi menjaga efisiensi serta kelancaran aktivitas pengajaran, Dinas Pendidikan setempat melahirkan kebijakan strategis yang didukung penuh oleh Sekolah Islam Athirah: mengalihkan seluruh proses belajar-mengajar dari jenjang TK hingga SMA ke sistem daring.
Kebijakan ini resmi diimplementasikan secara menyeluruh, termasuk di unit KB-TK Islam Athirah pada Senin (14/9/2026). Langkah tanggap ini diambil sebagai solusi cerdas agar hak pendidikan para murid tetap terpenuhi tanpa mengabaikan faktor keamanan dan kenyamanan mobilitas orang tua.
Transisi pembelajaran dari tatap muka ke layar digital tentu membawa cerita serta dinamika tersendiri di rumah masing-masing siswa.
Dalam wawancara via telepon, Karnia Riefly Herdiana, salah satu orang tua murid KB-TK Islam Athirah, membagikan pandangannya mengenai situasi unik ini. Ia menilai ada nilai positif sekaligus tantangan ekstra yang perlu dikelola dengan baik.
"Karena belajar daringnya barengan dengan kakaknya yang SD, agak ribet dalam mendampinginya," ungkap Karnia penuh jujur.
Cerita Karnia mencerminkan perjuangan nyata para orang tua dalam membagi perhatian dan memfasilitasi anak-anak mereka agar tetap fokus menyerap ilmu dari rumah.
Meski harus beradaptasi dengan keterbatasan ruang fisik, antusiasme para murid KB-TK Islam Athirah tidak surut sedikit pun. Saat sesi interaktif via Zoom berlangsung, kehangatan dan keceriaan anak-anak tetap terpancar jernih dari balik layar gadget.
Arka Dhipa Nawadiputra, salah satu murid TK Islam Athirah Makassar, menyampaikan kepolosannya dengan penuh semangat.
"Saya senang belajar daring karena bisa melihat semua teman dari HP, tapi lebih senang kalau belajar di sekolah karena bisa bertemu langsung dengan teman-teman," ujar Dhipa.
Langkah responsif Sekolah Islam Athirah ini membuktikan bahwa semangat belajar tidak boleh padam meski dihadang kendala logistik. Kolaborasi yang harmonis antara pihak sekolah dan orang tua menjadi kunci utama kesuksesan pembelajaran jarak jauh ini.
Besar harapan masyarakat agar krisis kelangkaan BBM segera teratasi, sehingga irama kehidupan kembali normal dan canda tawa para siswa dapat kembali bergema di ruang kelas seperti sediakala.
