Benchmark ke China

Author :

Hari Ahad sampai Rabu, 20-23 September 2026 pak JK bersama rombongan Fakultas Teknik dari 8 Perguruan Tinggi di Makassar akan mengunjungi kota industri Shenzhen Cina. Akan mendatangi Huawei dan BYD. Juga kampus berbasis AI dan kampus bisnis. Perguruan tinggi yang ikut yaitu Unhas, UNM, UIN, UMI, Unismuh, Unibos, UIM dan Kalla Institute. Kegiatan ini diinisiasi oleh pak JK kerja sama dengan Kadin. 

Sabtu malam sebelum berangkat, para peserta berkumpul di kediaman Bapak Jusuf Kalla. Pada pertemuan tersebut pak JK menjelaskan tujuan kunjungan yaitu melihat perkembangan teknologi China. Harapannya bisa mengukur posisi Indonesia dan membandingkan dengan keadaan negara maju seperti China. Juga diharapkan dapat memperoleh inspirasi dari China yang dapat menjadi negara maju dalam waktu cepat.

Pada kesempatan itu pak JK juga menjelaskan tentang perkembangan teknologi di era modern. Awalnya dimulai pada masa Revolusi Industri di Eropa khususnya di Inggris. Kemudian berlanjut ke Amerika Serikat. Pada abad ke 20 muncul Jepang dan Korea yang maju dalam waktu cepat.

Pada abad ke 21 ini negara China muncul dengan kemajuan yang luar biasa. China berhasil menyerap kemajuan dari berbagai negara. Tidak hanya menirunya tapi juga mengembangkannya menjadi lebih baik dan lebih murah. Produk China pun menguasai dunia. Jika sebelumnya produk berteknologi rendah. Sekarang sudah masuk ke produk berteknologi tinggi.

Buktinya sekarang produk China seperti mobil listrik menguasai dunia. Mengalahkan produsen mobil listrik AS seperti Tesla. Secara umum market share mobil di seluruh dunia mulai dikuasai oleh China. Jepang yang sebelumnya menguasai market share mobil, sekarang mulai digeser oleh China.

Kemajuan China tidak lepas dari kemajuan pendidikan dasar, menengah dan tingginya. Hasil PISA terbaru tahun 2025 dari 89 negara, China peringkat pertama. Indonesia peringkat 81. Perguruan Tinggi pun demikian. Semakin banyak Perguruan tinggi do China yang masuk 100 besar dunia.

Semua berawal dari keseriusan pemerintah mengelola pendidikan. Siswa dan mahasiswa diberi tantangan yang keras. Juga persaingan yang ketat. Saat ujian masuk Perguruan Tinggi Negeri, di China menjadi hari libur. Dengan penduduk sekitar 1,3 M, hanya ada 2500 Perguruan tinggi. Bandingkan dengan Indonesia yang memiliki sekitar 4000 Perguruan tinggi. Padahal penduduk hanya 280 juta.

Kunjungan pekan ini juga diharapkan menjadi ajang studi banding pengelolaan Perguruan Tinggi. Pada hari kedua akan mengunjungi Perguruan tinggi berbasis AI dan kampus bisnis. Teknologi maju dimanfaatkan maksimal. Juga dihubungkan dengan perkembangan bisnis.

Semoga kunjungan ini bermanfaat untuk memajukan pendidikan tinggi teknik di Makassar khususnya. Ada inspirasi dan mimpi besar untuk mengejar ketertinggalan. China sukses karena serius dan kerja keras. Itu semua berdampak pada kesejahteraan masyarakat.

Previous PostManusia Paling Berpengaruh
Next PostLeadership Blueprint di Era AI
ARSIP MESSAGE OF THE DIRECTOR