• By SMA Kajaolalido on 10 Agustus 2019
    • Berita

    Akbar Ridwan (26) mewakili provinsi Sulawesi Selatan untuk menjadi protokoler di Istana Negara pada peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 2019 mendatang.

    Akbar merupakan guru Pendidikan Jasmani dan Olahraga Kesehatan (PJOK) di SMA Islam Athirah 1 Makassar. Pria kelahiran Soppeng 27 September 1993 ini juga tergabung sebagai anggota Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Provinsi Sulawesi Selatan yang merupakan wadah jalannya menjadi protokoler istana.

    PPI Sulawesi Selatan mengutus Akbar dan akan bergabung bersama 24 orang lainnya perwakilan PPI dari provinsi lain seluruh Indonesia.

    Saat dihubungi (Jumat, 2 Agustus 2019), Akbar mengungkapkan rasa syukur dan bangganya karena berkesempatan menjadi bagian penting dalam acara peringatan kemerdekaan Republik Indonesia ke 74 itu.

    “Saya merasa sangat bersyukur, bangga dan terhormat bisa mewakili Sul-Sel menjadi protokoler istana RI.” ungkap Akbar saat dikonfirmasi via whatsapp.

    Akbar memilki beberapa tugas penting yaitu kaitannya dengan persiapan Pengukuhan Paskibraka, Renungan Suci Kalibata, Detik-Detik Proklamasi, Makan Siang Kenegaraan, dan Upacara Bendera.

    “Ini merupakan pengalaman berharga dan akan saya implementasikan di lingkungan kerja, juga saya akan berbagi pengalaman kepada anak didik saya sebagai motivasi untuk mereka” tambah Akbar.

    Sekadar diketahui, Biro Protokoler Istana Negara Republik Indonesia memberi kesempatan kepada 25 orang putra-putri terbaik Republik Indonesia untuk menjadi protokoler istana melalui jalur seleksi Purna Paskibraka Indonesia (PPI) dan bertugas sejak 1 agustus hingga 20 Agustus 2019 mendatang.


    Sekilas tentang PPI

    Organisasi  Purna Paskibraka Indonesia disingkat PPI. Organisasi ini didirikan tanggal 21 Desember 1989 di Cipayung,Bogor. Organisasi ini bersifat kekeluargaan dan bukan bagian dari organisasi masyarakat serta tidak menjalankan kegiatan politik. 

    Tujuan PPI: 

    1) Menghimpun dan mebina para anggota menjadi warga NKRI yang beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berjiwa Pancasila, serta dan patuh pada NKRI.

    2) Mengamalkan dan mengamankan Pancasila.

    3) Membina watak, kemandirian dan profesionalisme.

    Fungsi PPI:

    1) Mendorong dan pemrakarsa pembaharuan dengan menyelenggarakan kegiatan yang kontibutif.

    2) Wadah pembina dan pengembanagan potensi anggota.


    By Administrator on 04 Agustus 2019
    • Kegiatan

    As the annual program, Open House always becomes the first agenda to start new semester at Athirah Islamic School. Attended by hundreds of parents and conducted by all teachers collaborating with the students of Athirah Islamic Elementary School,

    By Administrator on 02 Agustus 2019
    • Berita

    Masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) yang berlangsung di TK Islam Athirah 1 berlansung meriah.

    By SMA Kajaolalido on 31 Juli 2019
    • Kegiatan

    Seorang anak mengamati proses metamorfosis sebuah kepompong. Dilihatnya seekor kupu-kupu berjuang untuk meloloskan diri dari lubang kecil di ujung kepompongnya.

    Melihat perjuangan yang berat, Si Anak menjadi iba dan memutuskan untuk membantu kupu-kupu. Diapun membuka badan kepompong dengan gunting agar kupu kupu bisa keluar dan terbang dengan indahnya.

    Begitu kepompong terbuka, kupu-kupu keluar dengan mudahnya. Akan tetapi, kupu-kupu tersebut belum bisa terbang karena masih memiliki tubuh gembung dan kecil, sayap-sayapnya juga masih tampak berkerut.

    Anak kecil terus mengamati dan menanti kupu kupu bisa terbang tapi harapan itu tak kunjung tiba. Kupu kupu tersebut terpaksa menghabiskan sisa hidupnya dengan merangkak di sekitarnya dengan tubuh gembung dan sayap masih berjerut serta tidak membentang dengan sempurna. Kupu-kupu itu akhirnya tidak pernah mampu terbang.

    Si Anak yg membantu mengeluarkan kupu-kupu dari kepompongnya rupanya tidak mengerti bahwa perjuangan kupu kupu dengan daya upayanya membebaskan diri dari kepompongnya perlu dilalui agar perjuangan keluar dari kepompong tersebut akan memaksa cairan dari tubuh kupu-kupu masuk ke dalam sayap sayapnya sehingga dia akan siap terbang.

    Hidup adalah perjuangan, perjuangan adalah kerja keras. Untuk mencapai harapan, dibutuhkan perjuangan dan kerja keras. Terkadang dalam perjuangan diperlukan keringat dan air mata

    Dalam kehidupan para Nabi, Allah sertakan keadaan yang menghendaki Nabi berjuang dengan sangat keras. Orang orang yang berhasil mencapai impiannya adalah orang orang yang melewati perjuangan dan kerja keras. Perjuangan dan kerja keras ibarat suplemen yang mempekuat seseorang untuk mencapai yang dicita-citakan.

    Seorang anak terkadang menjadi "korban" orang tuanya. Orang tua sering kali membantu anaknya dengan mengeluarkannya dari kemampuannya berjuang. Dengan dalih ibah atau sayang orang tua menggunting kepompong yang membungkus anak sehingga anak tidak lagi berjuang keras untuk sukses. Kesuksesan yang diraih anakpun kemudian menjadi rapuh.

    Kita sebagai guru juga demikian. Dengan dalih iba, kadang kita jumpai guru tidak membantu siswa untuk berproses melewati perjuangan berat dan kerja keras. Seperti anak yang menggunting kepompong untuk membantu kupu-kupu lepas dari kepompongnya. Kita harus menyadari bahwa perjuangan siswa untuk keluar dari zona nyamannya adalah suatu proses yang menentukan masa depannya. Dengan usaha yang kecil atau mungkin tanpa usaha guru memberi nilai yang tidak sesuai kompetensi yang dimiliki siswa. Siswa yang dengan usaha kecil atau bahkan tanpa usaha terjebak pada pemikiran bahwa tanpa usaha yang keras bisa mendapatkan hasil yang baik sehingga nilai-nilai perjuangan menjadi kabur.

    Belajar dari metamorfosis ulat menjadi kupu-kupu yang dapat terbang dengan indah, hidup ini tidak ada yang instan. Setiap diri harus melewati perjuangan karena setiap perjuangan yang dilalui memberi makna untuk kehidupan selanjutnya. Biarkanlah anak-anak kita, siswa-siswa kita merasakan indahnya perjuangan, merasakan manis pahitnya perjuangan untuk mengokohkan kompetensi dalam dirinya. Nilai hendaknya melekat pada badan, tidak hanya pada selembar kertas. Terlebih jika selembar kertas yang bertuliskan nilai itupun tidak melambangkan kompetensi yang sesungguhnya. Mari kita menyayangi anak-anak kita, peserta didik kita dengan memberinya ruang yang luas dan dukungan yang kuat untuk berproses, menguatkan diri mereka untuk siap memberi makna bagi agama dan bangsa.

    Wallahu a’lam bish-shawab


    Hajirah Naiem


  • By Administrator on 29 Juli 2019
    • Kegiatan

    Suasana Hangat Menyelimuti Kegiatan Welcoming Day TK Islam Athirah 2 di gedung LEC Sekolah Islam Athirah Bukit Baruga

    By Administrator on 18 Juli 2019
    • Kegiatan


    MAKASSAR - Ratusan siswa SMP dan SMA Sekolah Islam Athirah mengikuti sosialisasi bahaya penyalaghunaan narkoba yang disampaikan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Selatan,

    By Administrator on 16 Juli 2019
    • Berita

    MAKASSAR – Menyambut tahun ajaran baru, Sekolah Islam Athirah (SIA) menyelenggarakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Sekaitan dengan itu, ratusan siswa-siswi SMP dan SMA Islam Athirah Bukit Baruga mengikuti upacara bendera dalam rangka menyambut Masa MPLS di Lapangan Upacara

    By SMP Bukit Baruga on 01 Juni 2019
    • Kegiatan


    Judul buku          : Layla; seribu malam tanpamu

    Penulis                 : candra malik

    Penerbit              : bentang pustaka 2017

    Halaman              : 259

     

    Bercerita tentang Lail seorang laki-laki yang belajar ilmu tasawuf, lalu bertemu dengan guru-guru spiritualnya dan kemudian ia bertemu dengan kekasihnya yang di dalam mimpinya disebutkan namanya adalah Layla. Pencarian dengan Layla di dunia nyata tidaklah mudah karena ia tidak menemukan jejaknya lagi setelah melihatnya di sebuah pengajian.

    Novel ini menyajikan kisah percintaan yang tak hanya sekadar mencari seorang kekasih namun juga mencari arti dari kehidupan yang dijalani. Meskipun fiksi, namun latar dan tokoh-tokoh besar

    Ilmu Tasawuf yang Gus Can berikan melalui novel Layla, Seribu malam tanpamu. Membuat kita semakin berserah hanya kepada Allah. Dengan cara damai, lembut penuh kasih. Layaknya benar-benar seorang Hamba. Tidak punya apa-apa dan selalu butuh apa-apa. Hanya dengan mengingat Allah, Allah dan Allah. Kita akan tenang, dan tenang.

    kelebihan :

    1. Isi buku sarat dengan makna dan istilah di dunia tasawuf

    2. buku ini mengenalkan juga arti kehidupan dan mengenal Tuhan

    3. Cerita percintaannya anti mainstream dari kebanyakan buku lain membuat selalu bertanya-tanya bagaimana kelanjutannya

     kekurangan :

    1. Desain sampul yang tidak cocok dengan isi novel

    2. alur cerita di bagian awal sangat membosankan

  • By SMP Boarding School Bone on 14 Agustus 2019
    • Kegiatan

    Bone_Athirah – Warga SMP-SMA Islam Athirah Bone pada Hari Raya Idul Adha 1440 Hijriah tahun ini, kembali melanjutkan tradisi berkurban yang hampir tiap tahun dilaksanakan. Kali ini siswa, guru, dan karyawan melakukan kegiatan kurban dengan 8 ekor sapi dan 6 ekor kambing yang kesemuanya merupakan kurban patungan siswa, guru, karyawan, dan orang tua siswa.

    Kegiatan kurban yang diselenggarakan di halaman belakang sekolah, Rabu (14/8) ini, disaksikan semua siswa yang dipandu langsung oleh Wakasek Tahfidz dan Keasramaan, H. Haeruddin, Lc. Baik prosesi menyembelih hewan kurban, menguliti, mencincang daging kurban, hingga menimbang dan membukus daging kurban melibatkan para siswa yang dibina langsung Ketua Panitia Kurban sekaligus Wakasek Sarana, Syahrir, S.Pd..

    Menurut Kepala Sekolah SMP Islam Athirah, Nuraeni, S.Pd., Kegiatan kurban yang setiap tahun dilaksanakan adalah wujud syukur segenap warga Sekolah Islam Athirah atas segala nikmat yang selama ini diberikan Allah Swt. Selain itu, Keterlibatan orang tua menurutnya adalah partisipasi aktif dari setiap elemen sekolah, menunjukkan rasa memiliki dan solidaritas yang tinggi terhadap setiap program. 

    “Kami setiap tahun berkurban di sekolah. Alhamdulillah semua warga berpartisipasi. Ini adalah wujud syukur kami atas segala limpahan rezeki dari Allah Swt. Apalagi banyak orang tua siswa yang ikut berkurban. Ini artinya solidaritas dan rasa memiliki orang tua siswa terhadap sekolah juga tinggi,” ujarnya disela-sela kegiatan pemotongan hewan kurban di sekolahnya.

    Sebagaimana pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya. Kurban pada tahun ini akan dibagikan kepada masyarakat di sekitar Sekolah Islam Athirah Bone. Daerah Panyula, dan Toro adalah sebagian daerah yang disasar untuk pembagian daging kurban.

    Dalam wawancara terpisah, H. Tasman Muhammad, Lc. Guru Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab, juga menyatakan bahwa kegiatan kurban sangat banyak manfaatnya sebagi pembelajaran parktek siswa dalam tata cara berkurban yang baik dan benar. Disamping itu juga hikmah dari kegiatan ini, katanya diharapkan dapat meningkatkan keimanan baik untuk siswa, para guru dan orang-orang yang ada lingkungan Sekolah Islam Athirah Bone. Selain itu juga pembelajaran bagi siswa dari mulai menyembelih, menguliti, memotong daging kurban, membungkus hingga menimbang dan membagikan kepada yang berhak menerimanya. (Abisar)


    By SMP Boarding School Bone on 16 Juli 2019
    • Kegiatan

    Panyula – 140 siswa baru SMP-SMA Islam Athirah Bone ikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) selama tiga hari berturut-turut, Selasa (14-16/7) senin hingga Rabu. Dengan tema “Orientasi Anggun Unggul Cerdas yang Berciri Islami” pembukaan kegiatan dilaksanakan dalam rangkaian upacara bendera perdana di Lapangan Upacara Sekolah Islam Athirah Bone.

    By SMP Boarding School Bone on 16 Juli 2019
    • Kegiatan

    Panyula. Sekolah Islam Athirah Bone menyambut siswa baru Angkatan IX tahun ajaran 2019/2020 pada gelaran Welcoming Day 2019 pada hari Ahad (14/7) di Masjid Fatimah Kalla SMP-SMA Islam Athirah Bone.
    Ratusan orang hadir membersamai siswa dan siswi baru yang datang dari seantero Sulawesi Selatan.

    By SMP Boarding School Bone on 19 Juni 2019
    • Kegiatan

    Panyula, Bone. Kebersihan adalah sebagian dari iman, kalimat tersebut selayaknya sangat tepat bila disandingkan dengan kegiatan yang digelar oleh siswa-siswi SMP dan SMA Islam Athirah Bone yang pada hari Rabu (18/6) melaksanakan kegiatan bersih-bersih di sepanjang jalan Sungai Musi, Kelurahan Panyula, Kecamatan Tanete Riattang Timur.




Agenda 2

PENDAFTARAN PPDB

Untuk informasi lebih lengkap tentang pendaftaran peserta didik baru di Sekolah Islam Athirah, silahkan klik link PPDB ONLINE

Visi dan Misi

Menjadi sekolah unggul yang berciri Islam, berjiwa nasional serta berwawasan global.

Mengembangkan sistem pembelajaran yang mampu membekali peserta didik dengan kecerdasan spritual, kecerdasan emosional, dan kecerdasan intelektual.

Motto

  • Anggun dalam bersikap dan perilaku yang Islami
  • Unggul dalam mutu dan prestasi
  • Cerdas dalam sains dan teknologi.

NILAI-NILAI KALLA

Kerja Ibadah
Apresiasi Pelanggan
Lebih Cepat
Lebih Baik
Aktif Bersama