• By Administrator on 14 Mei 2019
    • Kegiatan

    TK Islam Athirah 1 Makassar menggelar Festival Budaya & Seni, 2-3 Mei 2019

    By Administrator on 02 Mei 2019
    • Kegiatan

    Bersumber dari QS. Al Baqarah yang menjelaskan tentAng nikmatnya rahmat Allah ketika hamba-hambanya mampu bersyukur merupkan sumber isnpirasi kali ini yang membawa sang Penulis Skenario pentas drama tahun pelajaran 2018-2019 St. Khotidjah, S. Pd yang juga termasuk guru TK Islam Athirah 1 ini berhasil membuat naskahnya dengan judul “Rahasia dibalik nikmat Allah”.

    By SMA Kajaolalido on 30 April 2019
    • Kegiatan

    Program “Observasi Kampus” merupakan salah satu program unggulan di kelas XI SMA Islam Athirah 1 Makassar. Program observasi kampus ke wilayah Jawa merupakan kelanjutan dari observasi kampus yang telah siswa lakukan di wilayah Makassar, pada tanggal 18 Maret 2019 di Kampus Universitas Hasanuddin (UNHAS)  dan Universitas Negeri Makassar (UNM). Observasi Kampus Wilayah Jawa dimulai dari tanggal 24 Maret – 28 Maret 2019 (Surabaya-Malang-Jogya).

    Rombongan tiba di Surabaya pada hari Minggu, 24 Maret 2019. kemudian rombongan melakukan tour city Surabaya dan beristirahat. Kunjungan kampus diawali keesokan harinya, tgl. 25 Maret 2019 dengan mengunjungi Fakultas Hukum Universitas Airlangga. Rombongan  diterima oleh Ketua Program Studi S-1 Fakultas Hukum Universitas Airlangga, Ibu Eva beserta stafnya. Dalam sambutannya, Wakasek Kurikulum SMA Islam Athirah Makassar, Bapak Yusran, S.Pd., M.Pd. menyampaikan tujuan pelaksanaan dari Observasi Kampus 2019 adalah: 1. Memperkenalkan universitas-universitas terbaik di Sulawesi di Pulau Jawa. 2. Memperoleh informasi yang aktual dari pihak kampus baik tentang program studi yang ada di Universitas serta mengenai sistem penerimaan mahasiswa baru. 3. untuk menjalin silaturrahim dengan pihak universitas.

    Ibu Eva dari pihak Universitas Airlangga menyampaikan rasa terima kasih dan senang sekali karena mendapat kunjungan dari guru dan siswa-siswa SMA Islam Athirah 1 Makassar. Karena sebenarnya pihak universitas juga berniat melakukan sosialisasi ke SMA-SMA utamanya di luar pulau Jawa. Ibu Eva menyampaikan banyak beasiswa yang ditawarkan dari pihak Universitas dan untuk mendapatkan keberagaman mahasiswa dari seluruh Indonesia, maka peluang mahasiswa dari luar Jawa cukup besar untuk diterima di Fakultas Hukum Universitas Airlangga.

    Pada hari yang sama, kami mengunjungi kampus kedua, Institut Sepuluh Nopember (ITS). Rombongan diterima oleh Wakil Dekan FTI ITS, Dr. Wawan Aries Widodo, ST., MT. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa ITS telah melahirkan beberapa alumni yang berkualitas, diantaranya Walikota Surabaya, Ibu Rismarini serta beberapa prestasi di bidang riset baik antar Universitas di Indonesia maupun di tingkat Internasional. Pesan kepada para siswa SMA Islam Athirah, beliau menyampaikan tips-tips dalam pemilihan jurusan di universitas: 1. Harus ada motivasi dari diri siswa sendiri, misalnya harus menyukai pelajaran agar bisa mudah memahami. 2. Explore tentang jurusan-jurusan yang ada di universitas. 3. Seorang insiyur jangan menghapalkan rumus, tapi dengan cara membuat gambar dan menurunkan rumusnya. Yakin bahwa suatu saat ilmu yang dipelajari bisa bermanfaat bagi orang banyak.  Satu saran dari Pak Wawan adalah jika kita ingin berhasil, hendaknya menyedikitkan tidur seperti Rasulullah, serta memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya.

    Pada hari Selasa, tgl. 26 Maret 2019, kami melakukan kunjungan di Universitas Brawijaya. Rombongan diterima di Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya. Beberapa informasi penting mengenai Universitas Brawijaya termasuk informasi penerimaan mahasiswa baru, serta beberapa informasi mengenai perkuliahan di Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya.  Kunjungan hari ketiga di Kota Jogya, Rabu, 27 Maret 2019 kami awali di kampus Universitas Gadjah Mada Yogyakarta dengan melakukan tour campus. Kemudian kami lanjutkan perjalanan dengan mengunjungi salah satu PTS Swasta yaitu Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Kami diterima oleh perwakilan dari pihak UMY, Bapak Dr. Sugeng Wiyanto beserta staf. 

    Penulis: Yusminiwati

    By SMA Kajaolalido on 26 April 2019
    • Kegiatan

    “Desaku yang kucinta, pujaan hatiku, tempat aku di lahirkan,

    dibuai dan dibesarkan bunda serta tempat akhir menutup mata”


    Oleh Tawakkal Kahar

    Seiring dengan kemajuan pengembangan pendidikan yang tidak hanya mengandalkan belajar dalam ruangan semata atau “indoor”, tetapi belajar bisa juga dilakukan di luar kelas atau “Outdoor”. Perpaduan keduanya akan lebih menarik dalam proses pembelajaran, karena selain peserta didik menelaah teorinya di kelas, ia juga akan mampu melihat, mengamati, dan bahkan bisa melakukannya di lapangan atau di tengah-tengah masyarakat. Berobsesi pada prinsip bahwa masyarakat atau lingkungan sekitar adalah laboratorium besar dan kompleks akan isi dan makna hidup, maka  SMA Islam Athitrah 1 Makassar menetapkan program ke desa yang menarik dan menantang serta edukatif karena langsung dipraktekkan di tengah-tengah masyarakat.

    Hal ini sejalan dengan yang dikemukakan oleh Prof. George H. Mead, seorang sosiolog abad 20  mengatakan bahwa;

    Pendidikan adalah proses internalisasi kebiasaan bersama komunitas ke dalam diri aktor, dimana aktor tidak mempunyai diri dan belum menjadi anggota komunitas sesungguhnya hingga mereka mampu menanggapi diri mereka sendiri seperti yang dilakukan komunitas yang lebih luas. 

    Untuk berbuat demikian, aktor harus menginternalisasikan sikap bersama komunitas. Maka lahirlah program unggulan yang diberi nama “Village Observation”, atau observasi desa, dimana peserta didik satu angkatan di kelas X di bawa ke desa yang masih kental kehidupan suasana desanya. Kegiatan ini sudah berlangsung selama 15 tahun di sekolah ini dan dilaksanakan selama sepekan, peserta didik di tempatkan di rumah-rumah penduduk dalam satu desa secara berkelompok di setiap rumah. 

    Program ini sekaligus menjawab misi sekolah Islam Athirah yakni mengembangkan  sistem pembelajaran yang mampu membekali anak didik dengan kecakapan rasional, kecakapan personal, dan kecakapan sosial. Hal ini sejalan dengan tujuan dari kegiatan ini yaitu:

    1. siswa mampu berpikir secara logis, terstruktur yang dilandasi dengan fakta-fakta empirik;

    2. siswa mampu tampil terdepan secara mandiri dengan penguasaan  materi dan psikologi diri dimanapun berada dan dalam situasi apapun;

    3. siswa mampu mengadaptasikan diri di tengah-tengah masyarakat dengan apersepsi bisa memahami pola hidup bahwa hidup ini membutuhkan bantuan orang lain, dan ada yang belum beruntung secara ekonomi. Selain itu juga perlu memahami budaya, bahwa kita ini berbeda tapi satu, dan disitulah dibutuhkan kepekaan toleransi.

    Akumulasi dari tujuan sentral tersebut, akan terimplementasi dalam kegiatan Village Observation ini. Hal ini dapat dilihat dengan ragam kegiatan kreatif di lapangan yang dilakukan siswa seperti:

    1. masak sendiri dengan pembagian kelompok kerja yang rapi dalam satu posko;

    2. mencuci piring secara bergilir sesuai jadwal yang telah mereka tetapkan bersama;

    3. belanja ke pasar bersama orang tua angkatnya;

    4. mencuci baju dan menyetrika sendiri;

    5. shalat berjamaah baik di masjid maupun di rumah bersama orang tua dan saudara angkat di poskonya;

    6. turun ke sawah dan ke ladang bersama orang tua angkatnya;

    7. lomba memasak setengah hari antar posko berpasangan dengan orang tua angkat masing masing di balai desa;

    8. menimba dan mengangkat air untuk mencuci;

    9. outbound untuk menyatukan kebersamaan dalam tim;

    10. ramah tamah dan pelepasan disertai hiburan rakyat dengan aparat setempat dan orang tua angkat, dimana hasil binaan siswa Athirah terhadap anak dan remaja di desa itu ditampilkan juga. 

    Kesepuluh target program tersebut, sesungguhnya untuk membentuk kemandirian anak, dimana selama ini di rumahnya serba dilayani, dan diharapkan melalui kegiatan ini anak mampu dan bisa membekali dirinya kelak mampu hidup mandiri dan menyatu dengan masyarakat karena sesungguhnya kita adalah makhluk sosial yang hidup berdampingan dengan orang lain dalam suatu komunitas. 

    Village Observation yang ke 15 tahun ini diadakan di Desa Datara-Malakaji Kabupaten Gowa. Desa dengan segala eksotik alamnya yang begitu mempesona dan indah cukup membuat anak-anak betah bereksplorasi dengan alam. Masyarakat yang religius dengan adat dan tradisi kekeluargaan yang begitu kuat dan berakar, juga menjadi satu sisi yang menarik dan membumikan hati anak-anak untuk cepat bersua dengan masyarakat dan orang tua angkat mereka. 

    Bagian menarik dari kegiatan ini ketika sudah diujung waktu, anak-anak terkadang tak rela berpisah dengan saudara dan orang tua angkat mereka yang ia tinggali. Begitupun sebaliknya orang tua angkat meraka juga merasa kehilangan sosok anak-anak yang selama sepekan membuat riuh dan hangat komunitas keluarganya tiba-tiba harus berpisah. 

    Village Observation SMA Islam Athirah Kajaolalido memang menarik dan selalu meninggalkan kisah yang indah untuk dikenang sepanjang hidup. Nah…anak-anak SMP yang saat ini cari sekolah, yuk bergabung dengan SMA Athirah Kajol, program VO-nya menarik dan penuh sensasi yang selalu dirindu karena disinilah anda akan menemukan hidup yang sesungguhnya. Anda melihat, anda melakukan, dan anda merasakan alam desa dan nuansa masyarakat yang penuh harmoni bahagia.  


    Teras rumah, Awal April 2019.

    Tawakkal Kahar


  • By SMP Bukit Baruga on 01 Juni 2019
    • Kegiatan


    Judul buku          : Layla; seribu malam tanpamu

    Penulis                 : candra malik

    Penerbit              : bentang pustaka 2017

    Halaman              : 259

     

    Bercerita tentang Lail seorang laki-laki yang belajar ilmu tasawuf, lalu bertemu dengan guru-guru spiritualnya dan kemudian ia bertemu dengan kekasihnya yang di dalam mimpinya disebutkan namanya adalah Layla. Pencarian dengan Layla di dunia nyata tidaklah mudah karena ia tidak menemukan jejaknya lagi setelah melihatnya di sebuah pengajian.

    Novel ini menyajikan kisah percintaan yang tak hanya sekadar mencari seorang kekasih namun juga mencari arti dari kehidupan yang dijalani. Meskipun fiksi, namun latar dan tokoh-tokoh besar

    Ilmu Tasawuf yang Gus Can berikan melalui novel Layla, Seribu malam tanpamu. Membuat kita semakin berserah hanya kepada Allah. Dengan cara damai, lembut penuh kasih. Layaknya benar-benar seorang Hamba. Tidak punya apa-apa dan selalu butuh apa-apa. Hanya dengan mengingat Allah, Allah dan Allah. Kita akan tenang, dan tenang.

    kelebihan :

    1. Isi buku sarat dengan makna dan istilah di dunia tasawuf

    2. buku ini mengenalkan juga arti kehidupan dan mengenal Tuhan

    3. Cerita percintaannya anti mainstream dari kebanyakan buku lain membuat selalu bertanya-tanya bagaimana kelanjutannya

     kekurangan :

    1. Desain sampul yang tidak cocok dengan isi novel

    2. alur cerita di bagian awal sangat membosankan

    By SMP Bukit Baruga on 01 Juni 2019
    • Kegiatan

    Dalam semarak Ramadhan, SMP Islam Athirah mengadakan satu kegiatan yang di laksanakan di setiap tahunnya. Ya, Athirah Jelajah Ramadhan (AJR). Kegiatan ini merupakan inisiatif dari Guru Guru Smp Islam Athirah, namun diusulkan terlebih dahulu pada rapat kerja dan alhasil disepakati oleh seluruh osis.

    Adapun beberapa acara yang akan diisi di kegiatan ini, meliputi 

    1) lomba lomba, yang terdiri dari lomba PUBG, Kaligrafi, Tahfidz, Adzan, Yel yel Sahur, dan lomba Kultum. Yang dilaksanakan pada tanggal 24 dan 28 Mei 2019 di SMP Islam Athirah 2 Makassar

    2) Diisi dengan BakSos, dimana setiap kelas akan berkunjung ke panti panti asuhan, dan memberi bantuan berupa sedekah,serta siswa siswi akan mengajar beberapa mata pelajaran yang di ajarkan di sekolah pada anak anak panti, pada tanggal 30 mei 2019.

    3) Adapun acara penutup yaitu akan di adakan ceramah sebelum Buka Puasa Bersama, yang dilaksanakan pada tanggal 30 Mei 2019, di Aula SMP Islam Athirah 2 Makassar.

    Kegiatan ini bertujuan untuk melatih kemampuan dari para peserta yang mengikuti dari lomba lomba yang ada.

    Serta juga merupakan kegiatan Wajib yang harus di ikuti oleh Siswa Siswi Kelas 7 dan 8, dengan panitia penyelenggara oleh Guru dan Karyawan, serta dari Pengurus Osis,MPK,Pramuka. 

    “Dengan mengikuti kegiatan ini, para peserta akan Mendapatkan ilmu yang baru dari seperti kultum dimana para peserta yang lainnya dapat mendengarkan dari ilmu yang baru.

    Dan juga dapat meningkatkan ketakwaan dikarenakan dimana akan ada penceramah untuk sebelum buka puasa bersama dimana disitu kita akan mendapatkan ilmu ilmu baru yang sangat luar biasa dalam puasa ini.” Ucap Daniandra Selaku Ketua OSIS (24/05/19)

    By Administrator on 29 Mei 2019
    • Kegiatan

    Sebagai salah satu agenda tahunan di bulan Ramadan, SMA Islam Athirah Bukit Baruga kembali melaksanakan kegiatan Athirah Jelajah Ramadan (AJR) yang dirangkaikan dengan kegiatan Bina Mental Islam (Bintasi).

    By Administrator on 28 Mei 2019
    • Kegiatan

    Satrio Budi Utomo, siswa SMA Islam Athirah Bukit Baruga berhasil membawa pulang gelar juara II lomba ceramah agama pada even Lomba Da’I Da’iah yang diselenggarakan oleh Kodam XIV Hasanuddin




Agenda 2

PENDAFTARAN PPDB

Untuk informasi lebih lengkap tentang pendaftaran peserta didik baru di Sekolah Islam Athirah, silahkan klik link PPDB ONLINE

Visi dan Misi

Menjadi sekolah unggul yang berciri Islam, berjiwa nasional serta berwawasan global.

Mengembangkan sistem pembelajaran yang mampu membekali peserta didik dengan kecerdasan spritual, kecerdasan emosional, dan kecerdasan intelektual.

Motto

  • Anggun dalam bersikap dan perilaku yang Islami
  • Unggul dalam mutu dan prestasi
  • Cerdas dalam sains dan teknologi.

NILAI-NILAI KALLA

Kerja Ibadah
Apresiasi Pelanggan
Lebih Cepat
Lebih Baik
Aktif Bersama