Berita

on -
  • Message of the Director

Guru merupakan pendidik yang senantiasa mengajarkan dan membimbing muridnya menjadi manusia yang cerdas dan berahlak mulia. Untuk menjadikan muridnya cerdas dan berahlak mulia tentu berawal dari gurunya karena gurunyalah yang menjadi panutan bagi seluruh muridnya. Jika gurunya baik maka tentu muridnya akan meniru kebaikan dari gurunya, sebaliknya jika gurunya kurang baik tentu muridnyanya akan meniru hal yang kurang baik pada gurunya. Paling tidak ada tiga kriteria guru yang dijadikan panutan:


1. Punya sifat ketawadhuan

Guru tidak selalu merasa pintar apalagi mengenggap orang lain kecil tidak punya ilmu.

Seorang guru seharusnya  seantiasa memberikan kenyamanan kepada siapapun, tidak membicarakan atau mencacimaki orang lain. Jika seorang guru tidak berkenan mendengarakan pembicaraan atau perkataan orang lain lebih baik meninggalkannya.

Perasaan yang tidak nyaman akan menghilangkan keberkahan ilmu yang kita miliki karena ilmu yang dipelajari dalam keadaan hati tidak ridho tentu tidak akan sampai ke dalam hati dan yang ada hanyalah mencela dan dosa.

2. Bersahaja

Guru seharusnya memiliki tampilan yang baik, sifatnya yang bersahaja, keilmuanya mantap dan berkharisma.

Jika guru sebagai orang tua mampu membina keluarganya menjadi potret keluarga sederhana, itulah sumber inspirasi. Guru tersebut  menjadi terhormat, dicintai, dan didengar kata-katanya. Ini mendorong murid, orang tua murid, rekan sejawat, dan masyarakat untuk juga berperilaku sederhana.

3. Takut kepada Allah

Guru yang takut kepada Allah Subhanahu wa ta'ala itulah yang patut dipilih untuk membimbing muridnya. Luqman al-Hakim pernah menasihati anaknya: “Hai anakku, duduklah bersama para ulama dan dekatilah mereka. Sebab Allah Subhanahu wa ta'ala menghidupkan hati yang mati dengan cahaya hikmah sebagaimana Dia menghidupkan tanah yang mati dengan air hujan”

Maka, carilah guru yang takut kepada Allah, bukan guru yang takut kepada manusia, atau takut jabatannya hilang.(ysr).