image

SD Islam Athirah Bone Gelar Seminar Psikoedukasi dan Pemaparan Hasil Psikotes Siswa Kelas 1

Dengarkan Berita
Putar isi berita dalam Bahasa Indonesia secara otomatis

SD Islam Athirah Bone menyelenggarakan Seminar Psikoedukasi Pembahasan Hasil Psikotes Siswa Kelas 1 secara daring melalui _Zoom Meeting_ pada *Sabtu, 12 September 2026*. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut dari tes psikologi yang telah diikuti oleh seluruh siswa kelas 1 pada *Jumat, 31 Juli 2026* lalu, berkolaborasi dengan tim _Bermakna Psychological Center_ untuk memberikan pemahaman mendalam kepada orang tua terkait peta tumbuh kembang anak.


Mengawali kegiatan tersebut, Kepala Sekolah dalam sambutannya menyampaikan bahwa tes psikologi yang telah dilakukan bukan sekadar formalitas, melainkan upaya sekolah untuk lebih memahami karakter, potensi, dan kebutuhan tumbuh kembang setiap anak.


_“Hasil tes psikologi menunjukkan bahwa setiap anak memiliki keunikan dan kecepatan perkembangan yang berbeda-beda. Namun, mereka semua membutuhkan dukungan yang tepat dari orang tua dan sekolah,”_ ujar *Eva Rukmana.*


Seminar ini menghadirkan *Ananda Zhafira, S.Psi., M.Si., Psikolog* sebagai pemateri utama. Dalam pemaparannya, beliau menyoroti tantangan pengasuhan Anak Generasi Alpha (Gen Alpha) yang tumbuh di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan dinamika modern.



Ibu Ananda Zhafira menjelaskan bahwa ada berbagai faktor yang memengaruhi tumbuh kembang Gen Alpha saat ini, mulai dari tingginya kesibukan orang tua hingga kebiasaan penggunaan _gadget_ sejak usia dini. Kondisi tersebut turut memengaruhi cara belajar anak yang berbeda dengan generasi sebelumnya.


Dalam sesi tersebut, dipaparkan pula pentingnya memperhatikan berbagai aspek perkembangan anak secara utuh. Pembahasan mencakup kesiapan fisik dan motorik yang memengaruhi ketahanan anak beraktivitas di sekolah, hingga aspek kognitif untuk memetakan pola pikir dan gaya belajar unik setiap siswa. Selain itu, aspek perkembangan bahasa, sosial, emosi, serta moral juga menjadi fokus utama dalam mengukur kemampuan berinteraksi, mengelola emosi, dan memahami aturan dasar sebagai bentuk kesiapan anak menjalani proses belajar yang lebih terstruktur.


Ibu Ananda Zhafira menekankan pentingnya pendampingan yang tepat di rumah untuk melengkapi hasil psikotes yang telah dilakukan.



_"Anak-anak Gen Alpha memiliki karakteristik dan tantangan yang unik. Penggunaan gadget dan keterbatasan waktu interaksi karena kesibukan orang tua menjadi faktor yang cukup memengaruhi perkembangan bahasa, sosial, dan emosi mereka. Hasil psikotes ini hadir sebagai peta awal agar orang tua dan guru dapat menyelaraskan pola pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembang ananda,"_ jelas *Ananda Zhafira, S.Psi., M.Si., Psikolog.*


Kegiatan berlangsung dengan sangat hidup dan interaktif. Antusiasme terlihat jelas saat memasuki sesi tanya jawab dan diskusi, di mana para orang tua siswa kelas 1 secara aktif berkonsultasi mengenai hasil tes anak mereka. Berbagai pertanyaan mengemuka, mulai dari cara menyikapi anak yang dalam berinteraksi di rumah, hingga tips menumbuhkan kemandirian serta regulasi emosi anak saat di sekolah maupun di rumah.

Ibu Ananda Zhafira menyambut setiap pertanyaan dengan memberikan panduan praktis dan solusi pengasuhan yang konkrit, sehingga suasana diskusi terasa hangat, terbuka, dan aplikatif bagi para orang tua.


Melalui seminar psikoedukasi ini, SD Islam Athirah Bone berharap hubungan kemitraan dengan orang tua dapat semakin kuat, sehingga proses pendampingan belajar dan tumbuh kembang siswa kelas 1 dapat berjalan lebih optimal.

Previous PostAntusiasme Memuncak! Puluhan Siswa SD Islam Athirah Bone Berebut Kursi di Seleksi Ekskul Persiapan Olimpiade
Next PostTumbuhkan Empati Sejak Dini, Siswa SD Islam Athirah Bone Bagikan Paket Jumat Berkah