Kegiatan

on 30 Juni 2022
  • Kegiatan
  • SMP Bukit Baruga


Tahun ajaran baru segera akan terlaksana segala persiapan dalam hal menyambut siswa baru, menyambut siswa di tingkatan yang baru mulai di rancang sedemikian rupa. Para pendidik sibuk berbenah dengan melihat acuan satu tahun kebelakang apa yang kurang dan apa yang perlu di tingkatkan. Yang paling mendasar di lakukuan oleh para pendidik adalah program dan sistem pembelajaran apa yang akan di terapkan kedepannya.

Tak terkecuali para pendidik di Sekolah Islam Athirah Bukit Baruga yang saat ini memakai kurikulum merdeka belajar untuk siswa kelas 7 yang akan naik ke kelas 8, dan kurikulum AIHES untuk siswa kelas 8 yang akan naik ke kelas 9.

Para pendidik di SMPĀ  Islam Athirah Bukit Baruga terkhusus yang akan mengajar difase kelas 7 dan 8 wajib memberikan inovasi dan kreativitas dalam hal pemberian ilmu kepada siswa. Kurikulum merdeka belajar membebaskan dan memerdekakan siswa dalam hal pembelajaran, tidak lagi guru menjadi sumber melainkan siswa sebagai pusat pembelajaran. Para pendidik tidak lagi memaksakan siswa dalam suatu hal tetapi memberikan solusi agar siswa berkeinginan terlibat.

Disinilah para guru dituntut mengeluarkan kreativitasnya dalam mengajar dalam mengolah kelas. Guru tidak hanya mampu memnyampaikan materi ajar tapi lebih dari pada itu, mampu memberikan pelayanan kepada siswa dan mengetahui pemamhaman peserta didik dari awal pembelajaran.

Kurikulum merdeka belajar yang di terapkan SMP Islam Athirah Bukit Baruga sangat singkron dengan apa yang selama ini sudah dilakukan oleh sekolah. Sisa membenahi dan memberikan tambahan untuk menunjang pada saat pemberian materi. Lebih utama para guru mempersiapkan teknik dalam hal melakukan assesmen diagnostik karena hal ini sangat jarang dilakukan untuk mengenal peserta didik dan mengetahui kemampuan awal sebelum memberikan materi kepada peserta didik.

Selain fokus mempersiapkan assesmen diagnostik para guru juga wajib mempersiapkan perangkat ajar termasuk modul ajarnya, dimana modul ajar harus di buat sedemikian rupa agar mudah dipahami dan di aplikasikan di lapangan. Pembelajaran di senangi dan disukai peserta didik bergantung bagaimana guru mengemas materi tersebut sehingga para peserta didik tidak merasa jenuh dan bosan dengan materi yang disajikan oleh guru.