Kegiatan

on 11 Oktober 2021
  • Kegiatan
  • SMP Kajaolalido

Dalam kehidupan seorang muslim, ibadah adalah rangkaian yang tidak boleh terpisahkan. Itu menjadi satu kesatuan entitas diri atas komitmen penyerahan diri kepada Sang Penguasa yang Rahman dan Rahim. Kita terikat pada janji semasa masih dalam kandungan ibu kita yang harus diperjuangkan sejak mulai aqil baligh. Meskipun disisi lain amalan dan kualitas ibadah kita seringkali masih naik dan turun. Jad menjadi sebuah pertanyaan, tentang sudah berapa lama kita beribadah dan sejauh mana kualitasnya?.

Jika dikorelasikan waktu dan kualitasnya, maka akan kita temukan 4 kuadran dalam ibadah kita yaitu:

Pertama, tipe orang yang beribadah dengan waktu yang kurang dan kualitas ibadah yang rendah. Rasanya kuadran ini adalah tipe yang sangat tercela dan tentu tidak ada diantara kita yang berharap berada di posisi ini. Usia yang singkat dengan amalan yang terbatas dan seadanya, seakan seorang musafir yang gagal dalam perjalananna. 

Kedua, tipe orang yang beribadah dengan waktu yang banyak namun kualitas ibadah yang rendah. Dibandingkan tipe pertama, maka kuadran ini memiliki keunggulan waktu yang lebih banyak. Namun sayang, keunggulan tersebut tidak tergunakan dengan baik. Banyak perintah Allah yang masih dilalaikan, sehingga hidupnya berlalu begitu saja. 

Ketiga, tipe orang yang beribadah dengan waktu yang kurang namun kualitas ibadah yang tinggi. Jatah umur yang singkat bukanlah halangan, dan justru bisa menjadi suatu keberuntungan jika ibadah tetap berkualitas, meski karya terbatas. 

Keempat, tipe orang yang beribadah dengan waktu yang banyak dan kualitas ibadah yang tinggi. Tipe ini tentu menjadi idaman bagi kita semua. Dengan dipanjangkannya usia dan meningkatnya kualitas ibadah seiring perjalanan waktu, memang benar-benar adalah karunia yang luar biasa. 

Mengharapkan surga namun mengabaikan ibadah, ibarat seseorang yang mengharapkan kereta api tiba di bandara. Mari kita kuatkan ikhtiar dan memantapkan niat, serta senantiasa membekali diri dengan ilmu, agar semakin bagus pemahaman serta semakin kuat pengamalan kita. Karena sesungguhnya, keberkahan usia dan baiknya amalan adalah karunia yang luar biasa. 

Jangan melewatkan ibadah apapun, karena boleh jadi akan ada suatu masa, kita berharap bisa melakukannya, namun kondisi kita sudah tidak memungkinkan lagi. Memang betul bahwa bukan amalan yang membuat kita bisa masuk ke dalam surge, melainkan ridha Allah azza wajalla. Namun bagaimana mungkin kita bisa mendapatkan ridho Allah, jika mendekat dan menghamba pada-Nya saja pun kita jarang, malah bahkan enggan sama sekali

Oleh: Kasman S.Pd.
(Wakil Kepala Sekolah SMP Islam Athirah 1)