Kegiatan

on 19 Juli 2021
  • Kegiatan
  • SMP Boarding School Bone

Andi Syahratu Reski Sani, Alumni SMP Islam Athirah Bone yang kini Belajar di Kelas XI SMA Islam Athirah Bone dijadwalkan  akan berangkat ke Amerika Serikat pada bulan Agustus 2021. Siswa kelahiran Butta Panrita Lopi, Bulukumba ini mengikuti program pertukaran pelajar yang diadakan oleh Yayasan Bina Antarbudaya dan akan menghabiskan satu tahun di sana untuk merasakan pendidikan di negeri Paman Sam sekaligus mengemban misi memperkenalkan Indonesia.

Berikut adalah ringkasan wawancara via chat Whatsapp yang dilakukan oleh Tim Web Athirah, Muh.Nurholis.

Apa sih cita-cita, Kak Ratu?

Untuk saat ini saya bercita cita menjadi seorang Diplomat, juga karena perjalanan saya masih panjang saya juga bercita cita menjadi pembawa berita

Apa nama program yang diikuti sehingga bisa pertukaran pelajar ke Amerika?

Nama program ialah bina antarbudaya, diantaranya AFS ( dengan negara tujuan yang berbeda), KL-YES ( dengan negara tujuan ialah Amerika) dan juga Kakehashi (dengan negara tujuan ialah Jepang. Saya mengambil program KL-YES yakni Kennedy Lugar Youth Exchange Student dimana full scholarship

Kapan Seleksinya, dan bagaimana prosesnya?

Seleksinya sudah berlangsung dari bulan Agustus tahun 2020. Proses seleksinya sangat banyak dan juga panjang, pertama kita mendaftar online yang pastinya tidak dipungut biaya atau gratis, kemudian seleksi berkas online, tahap selanjutnya ialah pengumuman hasil seleksi berkas dan lanjut ke tahap wawancara bagi peserta yang telah lulus seleksi berkas. 

Tahap wawancara ini berupa tentang kepribadian kita sendiri dan dalam bahasa Indonesia serta bahasa inggris. Karena pada saat saya diwawancara saya mendapatkan Native speaker (orang yang berasal dari negara Amerika) maka saya full berbahasa Inggris ketika diwawancara, sebenarnya bisa menggunakan dua bahasa tapi saya nyaman menggunakan satu bahasa maka saya memilih berbahasa Inggris saat wawancara, pada tahap ini juga ada seleksi dinamika kelompok, dimana kita dibagi dalam sebuah kelompok dan diberi sebuah kasus yang akan kita pecahkan bersama sama, seleksi ini dilakukan secara online melalui zoom meeting.  Kemudian ada pengumuman finalis, dimana kita mengisi berkas kembali dan berkas tersebut akan dikirim ke kantor Nasional.  

Setelah seleksi  Nasional masih ada seleksi Internasional yang berupa penilaian dari tingkatan chapter dan Nasional,  langsung oleh pihak pemberi beasiswa,  US.  Departement of states.   Tak lupa juga proses mengisi data diri online untuk visa Amerika yang pastinya sangat panjang dan banyak, setelah itu interview visa di Jakarta yakni di U.S Embassy.

Apa yang akan Kak Ratu lakukan di Amerika?

Di Amerika kita akan mendapatkan hostfam (keluarga baru) serta sekolah baru yang tentunya memiliki suasana yang sangat berbeda dengan yang ada di Indonesia. Pada program ini kita akan mempelajari kehidupan di Amerika serta berinteraksi langsung dengan masyarakat sekitar, tak hanya itu, kita juga dapat mengembangkan diri kita sendiri. Tak hanya itu kita juga dapat melihat atau merasakan bagaimana Islam di negara yang mayoritasnya bukan orang Islam, pada program ini juga kita dapat bertukar pandangan terkait negara Indonesia dan negara Amerika, saya selalu Indonesia akan mempelajari budaya mereka dan mereka akan mengetahui dan juga dapat mempelajari budaya orang Indonesia, terlebih lagi Indonesia memiliki beragam adat dan budaya, dalam garis besar, salah satu yang akan saya sharing yakni budaya orang Bugis dan kebudayaan umum yang ada di Indonesia.

Bagaimana perasaan Kak Ratu saat dinyatakan lolos sebagai salah satu peserta pertukaran pelajar di Amerika?

Tentunya sangat senang dan terharu, dan pada saat mendengar kabar gembira itu saya sangat bersukur kepada Allah karena memberikan saya sebuah kejutan yang sangat luar biasa, bagi saya itu adalah kenikmatan yang dahsyat dari Allah untuk saya, saya ingat saat itu saya langsung sujud syukur, dan memeluk kakak kelas saya yang juga mendengar kabar gembira itu, pada saat itu saya tidak bisa berpikir apa apa dan hanya mengatakan terima kasih ya Allah. Beberapa kali saya juga menelpon keluarga saya dan berterima kasih atas segalanya.

Bagaimana awal ketertarikan Kak Ratu mengikuti program pertukaran pelajar?

Saya selalu mengatakan pada diri saya, kamu berhasil Ratu, kamu berhasil, usahamu tidak siapa sia, terlebih lagi ini impian saya sejak saya SD, karena pribadi saya yang suka explore berbagai tempat maka impian itu sudah ada sejak kecil.

 pertama kali saya tahu program ini saat saya mengikuti AO pada kelas 6 SD di Athirah Bone, saat itu saya melihat layar LCD dimana ada siswa Athirah Bone yang merupakan peserta pertukaran pelajar program KL YES. Dari saat itu saya tertarik masuk SMP Islam Athirah Bone, saya pikir program ini dari SMP ternyata hanya diikuti saat kita SMA, lulus SMP saya lanjut ke SMA Islam Athirah Bone dan mendapatkan info terkait pertukaran pelajar ini. Segala proses yang panjang saya lalui hingga akhirnya saya berhasil mewujudkan impian saya, ibarat sebuah tantangan yang sangat besar untuk saya yang sangat sulit untuk digapai, but i believed in myself and finally i got my dream.

Apa saja yang Kak Ratu Persiapkan jelang keberangkatan?

Yang pertama pasti mental, juga berupa berkas berkas penting seperi passport, visa serta bukti kesehatan dan berbagai vaksin yang harus dilengkapi.

Apa misi pribadi Kak Ratu saat nanti sudah di Amerika Serikat?

Misi pribadi saya yang pertama ini berupa tantangan besar yakni menjaga diri saya di negara orang serta menjaga ibadah saya agar tetap terlaksana serta tidak lupa jati diri saya yang dimana saya seorang muslim yang harus menjaga agama saya dan diri saya sendiri, karena yang saya bawa kesana ialah agama saya, dan tak ada yang dapat menjaga diri saya sendiri kecuali Allah SWT dan diri saya sendiri. Kedua saya akan mengikuti hal yang baru disekolah saya dengan mempelajari berbagai mata pelajaran yang jauh berbeda dengan kurikulum yang ada di Indonesia. Berkunjung ke museum setidaknya sekali serta tempat bersejarah di Amerika. Mengetahui sistem politik yang ada disana dan juga memiliki banyak kenalan di Amerika. Misi penting lainnya, setelah setahun di Amerika saya akan meninggalkan kesan yang baik dan membuat teman serta keluarga saya tidak menyesal mengenal saya serta tetap menjalin hubungan dengan mereka walaupun masa program saya di Amerika telah berakhir.

Bagaimana tanggapan dari orang tua dan keluarga saat tahu bahwa Ratu akan berangkat ke Amerika??

Orangtua serta keluarga saya sangat mendukung dengan apa yang saya raih, tanpa dukungan mereka saya tidak mungkin berada di posisi seperti saat ini, restu orang tua saya lah yang membuat saya lolos dalam berbagai ujian yang sulit, sebagai putri tertua dari keluarga saya, pastinya mereka sangat senang, dan menaruh harapan besar terhadap kesuksesan saya. Selama hal itu positif maka mereka akan selalu mendukung saya. Jika saya berhasil  bukan cuman orangtua saya yang bangga tapi juga keluarga saya yang akan ikut bangga pada saya. 

Keluarga saya selalu berpesan agar saya menjaga diri saya di negara asing dan tidak terpengaruh hal negatif jika berada di sana. Itu merupakan tanda kepercayaan mereka dan saya akan memegang teguh rasa percaya mereka terhadap saya.

Terima kasih atas waktunya, Kak Ratu. Semoga dilancarkan sampai di sana dan kembali dengan selamat ke Indonesia dengan segudang ilmu untuk kita semua.

Amiin. Terima kasih atas doanya.