Berita

on 31 Januari 2018
  • Message of the Director

Setiap awal tahun ajaran baru, lembaga pendidikan formal (sekolah) membuka penerimaan peserta didik baru (PPDB).


Para siswa baru mendatangi sekolah lanjutan untuk mendaftarkan diri. Ada sekolah yg begitu dibuka langsung penuh atau memenuhi kuota. Ada juga sekolah yg membuka pendaftaran dengan waktu yang cukup lama untuk mencapai target kuota yang diperlukan. Biasanya yang cepat terpenuhi adalah sekolah pemerintah (baca: negeri). Sedangkan sekolah swasta pada umumnya membuka PPDB beberapa hari untuk mencapai kuota yang dibutuhkan. Meskipun ada sekolah swasta tertentu yg juga kuotanya terpenuhi cepat karena kualitasnya sudah diakui masyarakat sehingga sekolah yg seperti ini sudah menjadi target siswa baru untuk melanjutkan pendidikannya.  

Demikian halnya Athirah.  sekolah ini  memiliki keunggulan yang sangat banyak. Hal ini bisa dilihat dari siswanya yang berprestasi, baik tingkat regional, nasional bahkan internasional. 

Tetapi meskipun demikian kita tidak boleh melipat tangan saja dan berharap siswa baru berdatangan dengan mengagungkan prestasi . Kalau ini digunakan itu berarti kita sudah merasa hebat (salah satu penyakit hati ; sombong) dan itu tidak baik. Jadi mestinya, mensukseskan PPDB dengan pola hebat merasa.  

Perlu dijelaskan apa perbedaan antara merasa hebat dan hebat merasa.  Merasa hebat artinya merasa lebih dari orang atau lembaga lain.  orang seperti ini merasa mampu melakukan sesuatu dengan baik melebihi yg dilakukan orang lain. Akibatnya  orang seperti ini biasanya arogan atau sombong, ego dan meremehkan orang lain. Sedangkan hebat merasa adalah kebalikan dari merasa hebat. Orang yang hebat merasa, biasanya rendah hati, hormat pada orang lain dan berrtawakkal kepada Allah swt. 

Dalam Al Qur an, sebetulnya gambaran tentang orang yg  merasa hebat dan hebat merasa dijelaskan oleh Allah swt. Hal ini dapat dilihat pada dua orang yang dikaruniai oleh Allah swt rezeki yang sangat banyak yaitu Qarun dan Nabi Sulaiman as. Tetapi keduanya berbeda dalam bersyukur kepada Allah swt. Qarun diberi rezeki yang sangat banyak  tetapi riya. Kunci gudang hartanya dipamerkan, dan dibawa oleh beberapa orang lelaki kuat, kemanapun dia pergi. Bahkan ketika ditanya oleh pengikutnya dari mana semua rezeki ini. Dengan sombong menjawab, "semua ini ada karena kecerdasanku" (QS.Al Qashash :78). Dalam hal ini  Qarun" prototipe orang yang  MERASA HEBAT.

Lain halnya Nabi Sulaiman as.ketika ditanya dari mana semua rezekimu. Beliau menjawab " semua ini dari Allah swt utk menguji saya, apakah saya syukur atau kufur"(QS. An Namlu: 40). Artinya Nabi Sulaiman as. prototipe orang yg HEBAT MERASA.

Kalau pola merasa hebat yg diterapkan pada PPDB maka nyaris tdk ada upaya yg dilakukan untuk mengajak atau mempengaruhi orang lain untuk mendaftar di Athirah karena merasa Athirah sudah hebat. Sarana prasarananya modern, sumber daya manusia (SDM) terlatih, lokasi strategis, terkenal dan berprestasi. Ini sangat beresiko bagi Athirah. 

Sedangkan jika pola hebat merasa yg digunakan dalam PPDB,  kita merasa  bahwa ada banyak kompetitor  yang juga tidak berdiam diri untuk merebut siswa baru. Sehingga dengan demikian ada upaya dari kita untuk menyusun strategi dan program yang tepat. Setelah itu,  orang yang hebat merasa, mengerjakan dengan sungguh-sungguh semua program yang telah dirumuskan, seolah yg membuat sukses adalah dengan menyelesaikan langkah- langkah itu.  Setelah itu berserah diri pada Allah swt.  

Prototipe orang yang hebat merasa adalah senantiasa bertawakkal kepada Allah swt. Bertawakkal artinya mengupayakan dengan sempurna langkah- langkah yang telah dirumuskan. Dia merasa bahwa penyebab keberhasilannya adalah tergantung pada kesempurnaan usahanya. Setelah itu berserah diri pada Allah swt.  Dengan penuh keyakinan bahwa penentu utama keberhasilannya adalah ridha Allah swt. Lisannya senantiasa mengucapkan " iyya kana'budu waiyya kanasta'in" dengan ikhlas (hanya kepadamu saya menyembah dan meminta pertolongan. QS: Al Fatihah: 5).

Semoga dengan cara ini Allah meridhai usaha kita sehingga kuota PPDB terpenuhi tahun ajaran 2018-2019 ini. Anak yg belajar di Athirah pun dapat menjadi anak yang cerdas dan berkarakter. Kelak dapat membangun Indonesia menuju peradaban yg lebih baik dalam ridha Allah swt. Aamiin 

Makassar,  13 Jumadil Ula 1439/ 30 januari 2018

Patris Hasanuddin