Berita

on 18 Oktober 2019
  • Message of the Director

Sosok seorang pemimpin bangsa yang terkenal menjadi orang nomor dua di negeri ini tak menyurutkan hati para rakyatnya untuk mengikuti secara detil sejarah perjalanan beliau. Sosok Bapak Jusuf Kalla 


Kali ini dalam acara Mata Najwa yang ditayangkan secara live tentu menjadi hal menarik bagi pemirsa karena di detik-detik masa jabatan beliau setelah dua periode menduduki tampuk kepemimpinan.

Beberapa pengakuan dari para sahabat, kerabat, rekan kerja, maupun keluarga begitu sangat terkesan untuk didengarkan. Semua memberi kesan yang luar biasa seolah mengalir begitu ringan. 

Momen ini pula sehingga membuat saya tertarik mengukir kisah dari layar tv yang berisi perbincangan beliau selama kurang lebih dua jam itu

Pak JK sosok pemimpin yang memiliki pandangan unik, berpikir out of the box, cerdas, selalu memberikan solusi yang cepat, kreatif, sederhana namun orang lain terkadang tidak memikirkannya. Terbukti saat peristiwa tsunami Aceh yang butuh solusi cerdas dan penanganan yang cepat. Pak JK secara langsung turun ke lokasi menangani para korban. 


Pak JK sang juru damai. Beberapa konflik yang berhasil beliau tangani dan selesaikan baik konflik yang terjadi di dalam negeri maupun di luar negeri. Salah satu kunci dalam menjalankan misi perdamaian yaitu ikhlas dan menanamkan prinsip menyelesaikan konflik dengan beramal karena beliau meyakini bahwa amalan terbaik setelah salat yakni mendamaikan orang yang berkonflik. Dalam menyelesaikan konflik pun, Pak JK punya strategi khusus dengan membaca buku, 

mempelajari budaya, mendalami jiwa rakyat yang berkonflik sehingga mudah mengomunikasikan dengan delegasi. Dengan membaca buku, berusaha memahami orang sesuai latar belakangnya, harus berani  berkoalisi. Beliau sangat paham kapan harus negosiasi dan kapan harus tegas.

Pak JK konsisten dengan prinsip. Sikap inilah yang beliau tunjukkan salah satunya pada saat melakukan 

kunjungan ke luar negeri. Beliau menularkan prinsip suka memberi yakni 'tangan di atas'. Tunjukkanlah bahwa negara kita mampu membantu negara lain, bukan hanya selalu mengharapkan bantuan dari luar. 

Pak JK cinta keluarga. Meskipun beliau memiliki tahta yang tinggi namun sosok seorang bapak dan kakek bagi keluarga sangat melekat. Beliau kerap bermain bersama cucu-cucunya di kala senggang. Pak JK dengan lima belas cucu mampu menghangatkan lingkungan keluarganya dengan berbagi cerita. Sosok bapak yang akan menjadi teladan bagi keluarganya, kemungkinan juga bagi keluarga lainnya. Semoga beliau tetap sehat fisik untuk meneruskan perjuangan bangsa menuju Indonesia damai dan sejahtera. 

Semoga ada sosok JK muda yang dapat memajukan bangsa ini.

Catatan kecil by Ana Suriana