• Penutupan Athirah Jelajah Ramadhan TK Islam Athirah 1

    Diwarnai dengan Berbagi Kepada Korban Kebakaran Secara Virtual

  • Keren. Anak Didik TK Islam

    Athirah 1 Bermain Sains Melalui

  • Keren. Anak Didik TK Islam

    Athirah 1 Bermain Sains Melalui

  • Keren. Bertambah Lagi Anak Didik TK Islam

    Athirah 1 Berhasil Melampaui Target Bacaan Jilid

  • By TK Kajaolalido on 30 April 2021
    • TK Kajaolalido
    • Kegiatan

    Penutupan Athirah Jelajah Ramadhan TK Islam Athirah 1 Diwarnai dengan Berbagi Kepada Korban Kebakaran Secara Virtual

    Pembelajaran di TK Islam Athirah 1 tidak terhenti meskipun memasuki bulan suci Ramadhan. Proses belajar terus berjalan namun dalam kemasan yang berbeda. Setiap tahun di bulan Ramadhan sekolah memberi istilah dengan sebutan Ahirah Jelajah Ramadan. Yang berbeda dari pembelajaran biasanya adalah Pendidikan Agama lebih banyak, terkhusus pada pengembangan Nilai-nilai Agama dan Moral yaitu Pendidikan tentang Ramadhan. Pengembangan lain tidak terabaikan pula yaitu Pendidikan karakater yang disebut istilah character log dan demikian pula dengan pengembangan lainnya.

    Pembelajaran Athirah Jelajah Ramadhan sudah disiapkan sepekan sebelum bulan ramadhan tiba. Tim guru melakukan forum pertemuan khusus untuk membahas materi yang akan disajikan untuk anak didik. Proses penentuan materi, pembagian tugas guru untuk membuat video pembelajaran tentang Ramadan, sudah diatur sebaik mungkin sehingga dalam pelaksanaan tugas masing-masing berjalan lancar dan dapat dilaksanakan dengan baik.

    Pelaksanaan Athirah jelajah Ramadan diawali dengan pembukaan yang disebut dengan istilah Tarhib Ramadan. Maknanya, bahwa sebagai umat islam siap untuk bergembira dan mempersiapkan diri menyambut bulan suci ramadan. Kegiatan tarhib Ramadan dilakukan secara kolosal dua wilayah yaitu TK Islam Athirah 1 dan 2. Setelah pembukaan, pada hari berikutnya pelaksanaan kembali ke wilayah masing-masing (Wilayah kajaolaliddo dan Baruga).

    Athirah jelajah Ramadan dilaksanakan selama 13 hari (2 pekan, 3 hari). Setiap hari anak didik diberikan materi yang berbeda-beda mulai dari mengenal Arti puasa, niat puasa, hukum puasa, hal-hal yang membatalkan puasa, orang yang wajib berpuasa, orang yang tidak wajib berpuasa (tidak wajib mengganti dan wajib mengganti diluar bulan ramadan), kegiatan rutin di bulan Ramadan, zakat fitrah, orang yang berhak mendapatkan zakat fitrah, arti idul fitri, simulasi shalat idul fitri, dan takbiran.

    Materi ini disampaikan melalui video pembelajaran yang diulas pada saat kegiatan virtuan/daring. Demikian pula pembelajaran tahfidz metode Kaisa dan membaca Al Quran jilid UMMI tetap berjalan dengan baik. Dengan adanya materi tentang puasa Ramadan, anak didik bisa mengenal dan memahami tentang Pendidikan agama khususnya materi yang disajikan dalam bulan Ramadan.

    Selain itu, anak didik kelompok B disiapkan kegiatan yang dilakukan anak di rumah seperti: mewarnai kaligrafi, kolase gambar masjid, puzzle shalat, mengurutkan gambar gerakan wudhu, meronce tasbih, maze menuju masjid, menjahit dan menggambar sajadah, dan menganyam ketupat. Kegiatan Ramadan yang disiapkan oleh tim guru TK Islam Athirah 1, bertujuan untuk membantu anak didik tetap aktif dan produktif meskipun dalam menjalankan ibadah puasa Ramadan dan masih dalam kondisi pandemi. Pelaksanaan kegiatan yang dilakukan dari rumah sangat besar peran ayah bunda dalam mendampingi putra-putri tercinta.

    Tepat dihari Jumat, 30 April kegiatan Athirah Jelajah Ramadan berakhir dan diakhiri dalam kemasan kegiatan penutupan Athirah Jelajah Ramadhan Berbagi secara virtual yang dihadiri oleh para tamu undangan yaitu wakil direktur Sekolah Islam Athirah wilayah Kajaolaliddo, Koordinator Al Quran Sekolah Islam Athirah, Kepala Sekolah SMA Islam Athirah kajaolaliddo.

    Peserta yang hadir diacara penutupan ini adalah anak didik TK Islam Athirah 1 mulai dari level KB, A & B, dihadiri pula oleh orangtua anak didik sebagai pendamping ananda di rumah dan seluruh guru dan karyawan TK Islam Athirah 1. Pelaksanaan acara penutupan Athirah Jelajah Ramadan berjalan lancar dari awal acara hingga akhir. Acara dimulai dari pembukaan, Istighfar Ramadan dipandu oleh ummi Sul, menonton video tentang Idul Fitri, takbiran dipandu oleh ust Risno, serta penyerahan bantuan sembako kepada korban kebakaran yang ditayangkan langsung dari rumah warga yang terdampak bencana kebakaran. Salah satu warga korban kebakaran mewakili menyampaikan ucapan terima kasih kepada donator yang telah memberikan sumbangan. “Kami berterima kasih karena sumbangan yang diberikan kepada kami dapat meringankan beban kami dan mendoakan anak-anak semoga diberikan rezeki yang berlipat oleh Allah swt”. Kata warga tersebut.

    Penyerahan bantuan diwakili oleh kepala TK Islam Athirah 1, pengurus BMJ dan Tata Usaha TK Islam Athirah 1, kemudian dilanjutkan penutupan oleh koordinator Al Quran ustadz Komaruddin dan diakhiri dengan mengucapkan selamat menyambut hari raya idul fitri secara bergantian yang dimulai dari kelompok Al Halim, AL Lathif, AL Muqaddim, Al Quddus, Al Awwal & Al Fattah.

    Acara penutupan Athirah Jelajah Ramadan berjalan lancar dan suskses dipandu oleh MC ustadzah Ayzhary Nuhril Muthmainnah, S. Pd., M.Hum.

    Penulis : Sri Rosa Handayani, S. Ag., M.Pd

    By TK Kajaolalido on 29 April 2021
    • TK Kajaolalido
    • Kegiatan

    Keren. Anak Didik TK Islam Athirah 1 Bermain Sains Melalui Virtual

    Bermain sains pada anak usia dini adalah salah satu kegiatan untuk mengembangkan beberapa aspek perkembangan dan menggali potensi yang dimiliki anak. Pembelajaran sains melatih kemampuan anak untuk mengenal berbagai gejala benda dan gejala peristiwa. Dalam bermain sains anak juga dilatih untuk melihat, meraba, membau, merasakan, mendengar dan mengecap. 

    Hari ini Kamis, 29 April 2021 melalui zoom meeting dimulai dari pukul 09.00-selesai, anak didik TK Islam Athirah 1 Makassar sukses menggelar kegiatan Puncak Tema Air, Udara & Api dengan tema “Kecil-kecil Bermain Sains Besar Nanti Jadi Ilmuan. 

    Kegiatan puncak tema kali ini dipandu oleh 2 MC yaitu Ummi Syaleha, S.Pd dan Ummi Hasnidar, S.Pd. Kegiatan ini diawali oleh pembacaan saritilawah QS. An Nahl ayat 10 yang dibawakan oleh anak didik TK Islam Athirah 1 yaitu Khanza Fadzilah dari Kelompok B Al Haliim lalu turut pembacaan doa yang dipimpin oleh Ustadz Risno, S.Pd.

    Dalam kesempatan ini turut hadir Kepala LPMP Sekolah Islam Athirah Bapak Yauri M Idrus, S.Pd., MM. yang dalam sambutannya beliau mengatakan “di Athirah telah menerapkan kurikulum bagaimana mengimplementasikan  pembelajaran yang didapatkan anak-anak dengan meningkatkan pemahaman pada dirinya bahwa sebagai makhluk ciptaan Allah kita wajib memahami tugas dan tanggung jawab, anak-anak selain belajar meningkatkan kemampuan kognitifnya, meningkatkan kemampuan psikomotorik dan afektifnya, anak didik bisa mengenal dirinya sebagai hamba Allah SWT yang hadir di bumi untuk taat beribadah kepada Allah dan yang terpenting lagi adalah menjadi khalifah di muka bumi”. “Proses pembelajaran di TK dan seluruh unit mengaitkan proses pembelajaran dengan konteks yang terkadung dalam Al Quran dan As Sunnah.” Ucap beliau.

    Kepala TK Islam Athirah 1 Siti Khotijah, S.Pd juga turut memberikan sambutan. Beliau mengatakan dalam sambutannya “tujuan keagiatan ini ada 2 yaitu Upaya untuk Menumbuhkan rasa percaya diri anak dan membangun pola pikir saintifik anak”.  Selain kepala LPMP Sekolah Islam Athirah, pada kesempatan ini hadir pula ketua BMJ Wilayah Kajaolaliddo Ibu Noviani Munassar.

    Kegiatan ini berlangsung lancar dan meriah. Anak didik terlihat antusias untuk melakukan percobaan sains secara langsung di depan guru-guru dan teman-temannya meskipun secara virtual. Hal ini dilihat dari kesiapan dan kelengkapan alat dan bahan di depan mereka yang akan digunakan saat melakukan percobaan sains dan antusias mereka saat mulai melakukan percobaan hingga selesai. Anak didik juga saling memberikan motivasi satu sama lain. Hal ini merupakan kebanggaan bagi guru-guru TK Islam Athirah 1 karena mampu membekali anak didik menjadi anak yang ramah dan suportif. Tampilan percobaan sains dimulai dari kelompok AL Quddus, lalu dilanjutkan kelas Al Muqaddim, Al Fattah, Al Halim, Al Awwal, dan terakhir kelompok Al Lathiif. 

    Percobaan pertama yaitu dari kelompok Al Quddus dengan percobaan lilin ajaib yang dipandu oleh wali kelas yaitu Sri Rosa Handayani, S.Ag., M.Pd, anak didik melakukan percobaan tersebut secara bersamaan. Sebelum mulai tak lupa Ummi Ocha sapaan akrabnya mengajak teman-teman Al Quddus untuk memberikan salam dan menyapa seluruh hadirin. Kemudian beliau mulai bersama dengan anak didiknya untuk mempraktekkan percobaan sains tersebut. Setelah mereka semua melakukannya, Ummi Ocha menyampaikan sebab akibat atau penjelasan sain mengapa lilin yang awalnya menyala bisa padam dalam gelas.

    Selanjutnya kelompok bermain dipandu oleh ummi Lina dengan percobaan Telur dan Garam. Anak didik kelompok bermain Al Fattah Bersama Ummi Lina melakukan pengamatan apakah yang terjadi terhadap telur biasa yang dimasukkan ke dalam air dan telur yang telah tercampur garam. Anak didik menjawab bahwa ada telur yang tenggelam dan terapung. Anak-anak kelompok bermain juga tak kalah antusiasnya. Mereka begitu menikmati percobaan yang mereka lakukan. 

    Kelompok A Awwal dengan percobaan balon tidak pecah yang dipandu oleh Ummi Itha. Bermain dengan balon pecah membuat sensasi tersendiri dari kelas ini. Ada ekspresi takut namun penasaran terlihat pada wajah anak saat melihat balon pecah saat terkena api dan balon yang tidak pecah saat terkena api. Hal tersebut membuat hadiri juga tertawa karena ekspresi anak-anak yang polos dan menggemaskan. 

    Berbeda dengan Kelompok Bermain dan Kelompok A yang dipandu oleh wali kelas saat melakukan percobaan, anak didik Kelompok B diberikan kesempatan untuk melakukan percobaan secara bergantian karena kelompok B melakukan percobaan sains yang berbeda tergantung minat anak. Wali kelas mempersilahkan kepada anak didik untuk menyebutkan alat dan bahan yang digunakan serta menyampaikan tahap-tahap kegiatan serta sebab akibat dari percobaan sains yang dipilihnya. 

    Ada yang melakukan percobaan gelembung lava, gelembung dalam gelembung, balon mengembang tanpa tiup, percobaan air keruh menjadi jernih, gelas yang dapat mengangkat benda, susu pelangi, sarung tangan mengembang, percobaan bedak ajaib dan bintang ajaib.

    Tingkah polos dari anak-anak membuat suasana semakin seru. Salah satu anak didik juga mencuri perhatian hadirin saat melakukan percobaaan yang sontak membuat peserta zoom tertawa karena ia merasa percobaannya tidak sesuai harapan. Ananda Azza yang merasa ketika mencobanya di malam hari berhasil tetapi dalam acara ini merasa hasilnya berbeda. Ia mengatakan “perasaan sudah dicoba semalam”. Ucapan dan ekspresi lucunya membuat guru dan teman-temannya terhibur. Tentunya dalam kegiatan ini, anak didik melakukan percobaan tentu dengan pendampingan orang tua/ orang dewasa yang ada di rumah.

    Kegiatan sains sederhana ini kegiatan yang sangat diminati anak didik TK Islam Athirah 1 karena dalam kegiatan ini anak-anak dapat mengeksplore segala kemampuannya. Semakin banyak keterlibatan indra dalam belajar, anak semakin memahami apa yang dipelajari. Anak memperoleh pengetahuan baru dari hasil pengindraannya dengan berbagai benda yang ada disekitar. Anak juga belajar mengelola emosi dan meningkatkan beberapa aspek perkembangan disetiap kali melakukan percobaan secara langsung.

    Penulis: Ayu Hirjayati, S.Pd.,Gr

    By TK Kajaolalido on 29 April 2021
    • TK Kajaolalido
    • Kegiatan

    Keren. Anak Didik TK Islam Athirah 1 Bermain Sains Melalui Virtual

    Bermain sains pada anak usia dini adalah salah satu kegiatan untuk mengembangkan beberapa aspek perkembangan dan menggali potensi yang dimiliki anak. Pembelajaran sains melatih kemampuan anak untuk mengenal berbagai gejala benda dan gejala peristiwa. Dalam bermain sains anak juga dilatih untuk melihat, meraba, membau, merasakan, mendengar dan mengecap. 

    Hari ini Kamis, 29 April 2021 melalui zoom meeting dimulai dari pukul 09.00-selesai, anak didik TK Islam Athirah 1 Makassar sukses menggelar kegiatan Puncak Tema Air, Udara & Api dengan tema “Kecil-kecil Bermain Sains Besar Nanti Jadi Ilmuan. 

    Kegiatan puncak tema kali ini dipandu oleh 2 MC yaitu Ummi Syaleha, S.Pd dan Ummi Hasnidar, S.Pd. Kegiatan ini diawali oleh pembacaan saritilawah QS. An Nahl ayat 10 yang dibawakan oleh anak didik TK Islam Athirah 1 yaitu Khanza Fadzilah dari Kelompok B Al Haliim lalu turut pembacaan doa yang dipimpin oleh Ustadz Risno, S.Pd.

    Dalam kesempatan ini turut hadir Kepala LPMP Sekolah Islam Athirah Bapak Yauri M Idrus, S.Pd., MM. yang dalam sambutannya beliau mengatakan “di Athirah telah menerapkan kurikulum bagaimana mengimplementasikan  pembelajaran yang didapatkan anak-anak dengan meningkatkan pemahaman pada dirinya bahwa sebagai makhluk ciptaan Allah kita wajib memahami tugas dan tanggung jawab, anak-anak selain belajar meningkatkan kemampuan kognitifnya, meningkatkan kemampuan psikomotorik dan afektifnya, anak didik bisa mengenal dirinya sebagai hamba Allah SWT yang hadir di bumi untuk taat beribadah kepada Allah dan yang terpenting lagi adalah menjadi khalifah di muka bumi”. “Proses pembelajaran di TK dan seluruh unit mengaitkan proses pembelajaran dengan konteks yang terkadung dalam Al Quran dan As Sunnah.” Ucap beliau.

    Kepala TK Islam Athirah 1 Siti Khotijah, S.Pd juga turut memberikan sambutan. Beliau mengatakan dalam sambutannya “tujuan keagiatan ini ada 2 yaitu Upaya untuk Menumbuhkan rasa percaya diri anak dan membangun pola pikir saintifik anak”.  Selain kepala LPMP Sekolah Islam Athirah, pada kesempatan ini hadir pula ketua BMJ Wilayah Kajaolaliddo Ibu Noviani Munassar.

    Kegiatan ini berlangsung lancar dan meriah. Anak didik terlihat antusias untuk melakukan percobaan sains secara langsung di depan guru-guru dan teman-temannya meskipun secara virtual. Hal ini dilihat dari kesiapan dan kelengkapan alat dan bahan di depan mereka yang akan digunakan saat melakukan percobaan sains dan antusias mereka saat mulai melakukan percobaan hingga selesai. Anak didik juga saling memberikan motivasi satu sama lain. Hal ini merupakan kebanggaan bagi guru-guru TK Islam Athirah 1 karena mampu membekali anak didik menjadi anak yang ramah dan suportif. Tampilan percobaan sains dimulai dari kelompok AL Quddus, lalu dilanjutkan kelas Al Muqaddim, Al Fattah, Al Halim, Al Awwal, dan terakhir kelompok Al Lathiif. 

    Percobaan pertama yaitu dari kelompok Al Quddus dengan percobaan lilin ajaib yang dipandu oleh wali kelas yaitu Sri Rosa Handayani, S.Ag., M.Pd, anak didik melakukan percobaan tersebut secara bersamaan. Sebelum mulai tak lupa Ummi Ocha sapaan akrabnya mengajak teman-teman Al Quddus untuk memberikan salam dan menyapa seluruh hadirin. Kemudian beliau mulai bersama dengan anak didiknya untuk mempraktekkan percobaan sains tersebut. Setelah mereka semua melakukannya, Ummi Ocha menyampaikan sebab akibat atau penjelasan sain mengapa lilin yang awalnya menyala bisa padam dalam gelas.

    Selanjutnya kelompok bermain dipandu oleh ummi Lina dengan percobaan Telur dan Garam. Anak didik kelompok bermain Al Fattah Bersama Ummi Lina melakukan pengamatan apakah yang terjadi terhadap telur biasa yang dimasukkan ke dalam air dan telur yang telah tercampur garam. Anak didik menjawab bahwa ada telur yang tenggelam dan terapung. Anak-anak kelompok bermain juga tak kalah antusiasnya. Mereka begitu menikmati percobaan yang mereka lakukan. 

    Kelompok A Awwal dengan percobaan balon tidak pecah yang dipandu oleh Ummi Itha. Bermain dengan balon pecah membuat sensasi tersendiri dari kelas ini. Ada ekspresi takut namun penasaran terlihat pada wajah anak saat melihat balon pecah saat terkena api dan balon yang tidak pecah saat terkena api. Hal tersebut membuat hadiri juga tertawa karena ekspresi anak-anak yang polos dan menggemaskan. 

    Berbeda dengan Kelompok Bermain dan Kelompok A yang dipandu oleh wali kelas saat melakukan percobaan, anak didik Kelompok B diberikan kesempatan untuk melakukan percobaan secara bergantian karena kelompok B melakukan percobaan sains yang berbeda tergantung minat anak. Wali kelas mempersilahkan kepada anak didik untuk menyebutkan alat dan bahan yang digunakan serta menyampaikan tahap-tahap kegiatan serta sebab akibat dari percobaan sains yang dipilihnya. 

    Ada yang melakukan percobaan gelembung lava, gelembung dalam gelembung, balon mengembang tanpa tiup, percobaan air keruh menjadi jernih, gelas yang dapat mengangkat benda, susu pelangi, sarung tangan mengembang, percobaan bedak ajaib dan bintang ajaib.

    Tingkah polos dari anak-anak membuat suasana semakin seru. Salah satu anak didik juga mencuri perhatian hadirin saat melakukan percobaaan yang sontak membuat peserta zoom tertawa karena ia merasa percobaannya tidak sesuai harapan. Ananda Azza yang merasa ketika mencobanya di malam hari berhasil tetapi dalam acara ini merasa hasilnya berbeda. Ia mengatakan “perasaan sudah dicoba semalam”. Ucapan dan ekspresi lucunya membuat guru dan teman-temannya terhibur. Tentunya dalam kegiatan ini, anak didik melakukan percobaan tentu dengan pendampingan orang tua/ orang dewasa yang ada di rumah.

    Kegiatan sains sederhana ini kegiatan yang sangat diminati anak didik TK Islam Athirah 1 karena dalam kegiatan ini anak-anak dapat mengeksplore segala kemampuannya. Semakin banyak keterlibatan indra dalam belajar, anak semakin memahami apa yang dipelajari. Anak memperoleh pengetahuan baru dari hasil pengindraannya dengan berbagai benda yang ada disekitar. Anak juga belajar mengelola emosi dan meningkatkan beberapa aspek perkembangan disetiap kali melakukan percobaan secara langsung.

    Penulis: Ayu Hirjayati, S.Pd.,Gr

    By TK Kajaolalido on 21 April 2021
    • TK Kajaolalido
    • Kegiatan

    Mengawali bulan April dengan kabar gembira dari salah satu anak didik TK Islam Athirah 1 yaitu Khanza Fadzilah dari kelompok B Al Halim. Ananda Azza sapaan akrabnya berhasil menyusul beberapa temannya yang telah melampaui target bacaan jilid UMMI dan berhasil melanjutkan ke tahap tadarrus Al Qur’an. Hal yang membanggakan kepada seluruh anak didik yang semangat mengejar satu sama lain dalam hal kebaikan.

    Azza yang berusia 6 tahun ini pada bulan April telah melalui tes jilid dengan Ustadz Risno (Guru Al Qur’an Sekolah Islam Athirah). Azza merupakan anak didik yang mengawali pendidikannya di usia 3 tahun di kelompok bermain. Untuk mencapai ke tahap ini juga tidak mudah bagi ananda apalagi anak usia dini yang masih harus beradaptasi dengan perkembangan lainnya. Tetapi seiring dengan tahap perkembangan dan keagamaannya, ananda dapat melaju dengan baik adalah prestasi yang luar biasa juga untuk orang tua ananda yang mendukung seluruh kegiatan untuk tumbuh kembang anaknya.

    Dari wawancara singkat yang dilakukan oleh penulis kepada Ibu Hijrah Harmansyah, Ibu dari ananda Azza mengenai perasaannya dan bagaimana mereka selaku orang tua bisa mendampingi ananda untuk mencapai hal ini, beliau menyampaikan perasaannya bahwa mereka sangat bersyukur atas pencapaian yang Azza raih. Beliau mengatakan “Alhamdulillah selama proses pembelajaran di rumah, Azza sangat bersemangat untuk menyelesaikan tugas sekolah. Setiap harinya Azza selalu bertanya tentang materi pembelajaran dari sekolah. Untuk kegiatan mengajinya sendiri, saya sangat bersyukur karena Azza diberi kesempatan untuk belajar langsung dengan Ustadz Risno yang Alhamdulillah melakukan google meet setiap hari sehingga Azza termotivasi untuk selalu belajar lebih giat lagi untuk bacaannya.”

    Dalam kesempatan ini juga kami meminta kepada beliau untuk memberitahu kiat-kiat apa saja yang dilakukan di rumah sehingga dapat membimbing ananda ke tahap ini. Beliau memberikan ulasannya bahwa “Setiap selesai shalat, kami memotivasi Azza untuk mengulang bacaan dari pertemuan google meet dan  mempersiapkan bacaan keesokan harinya dan alhamdulillah hal tersebut rutin dilakukan oleh Azza. Sebagai orangtua, kami berusaha memberi rasa nyaman untuk Azza harapannya,  kenyamanan itu akan membuat Azza bersemangat untuk melakukan kegiatan pembelajarannya”. tambahnya.

    MasyaAllah. Motivasi dari orang tua ananda sangat bermanfaat untuk bisa ditiru. Semoga anak didik TK Islam Athirah 1 yang lain juga dimudahkan untuk menyusul teman-temannya naik jilid bahkan sampai ke tadarrus Al Qur'an dan semoga anak didik TK Islam Athirah 1 dimudahkan dalam mengemban ilmu sehingga dapat menjadi anak-anak yang cerdas, berakhlak mulia dan menjadi kebanggaan orang tua. Aamiin.

    Penulis: Ayu Wulansari, S.Pd (Guru TK Islam Athirah 1)

Agenda 2