Kegiatan


  • Kegiatan
  • /
  • SMA Boarding School Bukit Baruga
on 20 Juli 2020
  • Kegiatan
  • SMA Boarding School Bukit Baruga

MAKASSAR – Memasuki tahun ajaran baru 2020-2021, siswa-siswi baru SMA Islam Athirah Bukit Baruga mengikuti upacara bendera dan pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Menariknya, upacara bendera dan pembukaan MPLS ini digelar secara virtual di Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (20/7/2020). 

Upacara yang digelar menggunakan aplikasi zoom meeting ini diikuti 315 orang. Hadir Wakil Direktur Sekolah Islam Athirah Patris Hasanuddin SPd MPd, Kepala SMA Islam Athirah Bukit Baruga Ridwan Karim SPd MPd, Wakasek Kesiswaan Abdul Azis SPd MPd, Kepala Boarding SMP dan SMA Islam Athirah, guru, karyawan, dan orang tua siswa yang tergabung dalam Badan Musyawarah Jami’ah (BMJ). Turut mengikuti upacara secara daring, para siswa baru kelas X, siswa kelas XI, dan kelas XII. 

Kegiatan diawali prosesi penaikan bendera oleh 3 orang anggota paskibraka. Penaikan bendera sendiri dilakukan di halaman sekolah dengan protokol kesehatan yaitu mengenakan masker. Prosesi penaikan bendera disaksikan langsung peserta upacara melalui aplikasi zoom meeting. Usai penaikan bendera, kegiatan dilanjutkan pembacaan Pancasila oleh Kepala SMA Islam Athirah Bukit Baruga Ridwan Karim SPd MPd dan diikuti oleh peserta upacara. 

Dalam amanatnya, Kepala SMA Islam Athirah Bukit Baruga Ridwan Karim SPd MPd menyampaikan selamat kepada para siswa baru. “Pada pagi ini kita mengawali masa belajar tahun ajaran 2020-2021. Atas nama kepala sekolah dan guru karyawan SMA Islam Athirah Bukit Baruga, saya menyampaikan selamat bergabung di SMA Islam Athirah Bukit Baruga,” ucapnya. 

SMA Islam Athriah Bukit Baruga, lanjut Ridwan, sekolah yang Insya Allah akan secara bersungguh-sungguh menjalankan amanah sebagai salah satu sekolah terbaik di tanah air. “Merupakan suatu kebanggaan bagi SMA Islam Athirah Bukit Baruga karena ananda memilih sekolah ini. Ananda ada yang bertempat tinggal di luar Sulawesi Selatan. Ada yang berasal dari Papua, Kalimantan, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara,” ujarnya. 

Lebih lanjut, SMA Islam Athirah Bukit Baruga adalah sekolah umum yang sangat mengedepankan pentingnya pengetahuan, sains, dan teknologi. Ketiganya menjadi modal dalam menghadapi peradaban modern saat ini dan di masa yang akan datang. “SMA Islam Athirah Bukit Baruga adalah sekolah umum, namun dalam proses pendidikan dan pengajarannya dibalut dengan penguatan karakter dan pendidikan agama Islam,” ungkap Ridwan. 

Di masa depan, kata Ridwan, ananda akan menghadapi peradaban dunia yang modern dan lebih maju. Karena itu, Indonesia membutuhkan generasi yang cerdas. “Dalam kurun waktu 5-10 tahun kedepan Indonesia mendapatkan bonus demografi, yaitu usia produktif 15-64 tahun yang akan mendominasi pada saat itu. Usia lanjut usia 65 tahun keatas tidak banyak. Pada saat itu, ananda menjadi pelaku dan saksi sejarah,” tuturnya. 

Bonus demografi ini adalah keuntungan bagi bangsa Indonesia bila SDM-nya adalah manusia yang produktif. Sebaliknya, bisa menjadi ancaman. Untuk menjadi produktif maka generasi sekarang ini harus mempersiapkan diri dengan belajar bersungguh-sungguh. Oleh karena itu, tidak ada cara lain kecuali mempersiapkan diri menghadapi bonus demografi. “Mari kuatkan niat kita yaitu niat untuk menuntut ilmu. Kita meluruskan niat untuk menjadi manusia yang mulia di mata Allah. Kita bertekad mengisi hidup ini dengan iman, ilmu, dan amal saleh,” kata Ridwan. 

Di masa 6 bulan kedepan, katanya, Insya Allah proses belajar mengajar dilaksanakan secara virtual atau daring. Ananda sekalian, hari ini kita akan mengawali aktivitas belajar kita. “Dimana anak-anak sekalian, kita belajar dari rumah dan guru akan melayani PBM dari rumah. Pastikan ananda sudah mempersiapkan segala sesuatunya. Karena dengan persiapan yang baik, Insya Allah ananda akan mengikuti proses belajar mengajar dengan baik,” papar kepala sekolah. 

Pihaknya menyampaikan konsep merdeka belajar yang dicanangkan Kemendikbud. “Merdeka belajar artinya ananda diberi kebebasan belajar mandiri. Mengakses sumber sumber belajar tidak hanya terfokus pada pembelajaran oleh guru di sekolah. Tetapi, ananda juga perlu aktif secara mandiri memperluas akses belajar dengan memanfaatkan tekonologi informasi yang modern,” ucap Ridwan. 

Selamat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan masa MPLS, khususnya siswa baru. “Saya mengucapkan terima kasih kepada panitia yang turut mengambil bagian dalam MPLS ini. Semoga semuanya bernilai ibadah disisi Allah SWT. Insya Allah sekolah ini menjadi sekolah yang nyaman bagi ananda sekalian,” katanya. 

Di kesempatan yang sama, Wakil direktur Sekolah Islam Athirah Patris Hasanuddin SPd MPd menyampaikan tujuan pelaksanaan MPLS. “Tujuan MPLS adalah mengenali potensi diri siswa baru. Selain itu menumbuhkan motivasi, semangat, dan cara belajar efektif sebagai siswa baru,” katanya. 

Disamping itu, MPLS bertujuan mengembangkan interaksi positif antar siswa dan memberikan pembekalan kepada siswa baru agar dapat lebih cepat beradaptasi dengan kegiatan pembelajaran dan kesiswaan. “Menumbukan perilaku positif antara lain kejujuran, kemandirian, sikap saling menghargai, menghormati keanekaragaman dan persatuan, kedisiplinan, hidup bersih dan sehat, untuk mewujudkan siswa yang memiliki integritas, etos kerja, dan semangat gotong royong,” jelas Patris. 

Di Athirah ada jaminan mutu yang diambil dari visi misi Sekolah Islam Athirah. Visi Sekolah Islam Athirah yaitu menjadi sekolah unggul yang berciri islam, berjiwa nasional, dan berwawasan global. Adapun misi Athirah yaitu mengembangkan sistem pembelajaran yang mampu membekali anak didik dengan kecakapan rasional, kecakapan personal, dan kecakapan sosial.

Penulis : Ilmaddin