Kegiatan

on 22 November 2022
  • Kegiatan
  • SMP Boarding School Bone

Dalam rangka peningkatkan kualitas pengasuhan dan pembinaan peserta didik, Sekolah Islam Athirah Bone menggelar pelatihan sertifikasi musyrif-musyrifah. Mengundang para trainer dari Griya Parenting Indonesia sebagai narasumber, kegiatan yang dilaksanakan di Gedung Serbaguna Athirah Bone ini akan dihelat selama 2 hari. 

Pelatihan yang dibuka pada hari senin pagi (21/11) trsebut mengangkat tema “Membangun Komunitas Asrama yang Kondusif dan Harmonis”. Kegiatan ini diikuti oleh 55 orang peserta yang meliputi pembina asrama Athirah Bone, perwakilan pembina asrama Bukit Baruga, serta perwakilan guru-guru yang ada di sekolah dengan sistem boarding tersebut. 

Open mind yang disampaikan Wakil Direktur Wil.3 menyebutkan bahwa sinergitas yang baik antar rekan pembina asrama dengan guru di sekolah dapat menciptakan asrama yang kondusif dengan penuh keharmonisan. Selain itu, upaya dalam meningkatkan produktifitas keasramaan yang menjadi tantangan kedepannya, menjadi perhatian tersendiri yang harus diseriusi. 

“Alhamdulillah, hari ini kita mengadakan pelatihan sertifikasi musyrif/ah. Pelatihan ini tak hanya diikuti oleh rekan pembina asrama, namun juga para guru yang memang juga sangat butuh pengayaan dalam segi pembinaan yang baik kepada para siswa. Ini merupakan momentum yang sangat baik antara rekan guru dan pembina asrama untuk saling bersinergi menciptakan lingkungan Athirah yang lebih baik lagi kedepannya”. Lugas sosok yang kerap disapa dengan Ust. Syamsul tersebut.

Sementara itu, dalam materi awal yang dibawakan oleh ustadz Miftahul Jinan, pemateri mengajak kepada seluruh peserta agar lebih cerdas dalam mengenali setiap karakter siswa. sebab hal tersebut akan melahirkan kedekatan emosional yang baik antara musyrif/ah dengan para siswa. “ ustadz, ustadzah harus menyadari betul, bahwa karakter adalah ruh atau jiwa sebuah pesantren atau sekolah boarding seperti tempat ini. Olehnya itu, sangat penting untuk mengenali setiap karakter anak agar dapat menghidupkan ruh atau jiwa tersebut. jelas bapak yang juga merupakan pendiri dari Griya Parenting Indonesia tersebut.

Selanjutnya, agenda berjalan dengan lebih banyak menitikberatkan pada diskusi kelompok yang aktif. Hal ini bertujuan agar para peserta dapat dengan mudah mengaplikasikan setiap materi yang telah didapatkan. Pelatihan pada hari pertama ditutup dengan pemberian materi bulliying/geng serta cara agar dapat merealisasikan Creating a Room Community di Sekolah Islam Athirah Bone. Putri Nur Ummul_Tim Athirah Web