Berita

on 30 Juni 2022
  • Berita
  • SD Bukit Baruga
Berdasarkan hasil Sidang Isbat yang berlangsung pada Rabu (29/6/2022), Kementerian Agama (Kemenag) menetapkan 1 Dzulhijjah 1443 Hijriah jatuh pada Jumat (1/7/2022). Dengan ditetapkannya awal Dzulhijjah ini, maka Iduladha 1443 Hijriah jatuh pada Ahad (10/7/2022).

Kita ketahui bersama, Dzulhijjah termasuk salah satu dari empat bulan haram yang diistimewakan di dalam Islam. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

“Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi. Di antaranya empat bulan haram. Itulah agama yang lurus, maka janganlah kamu menzhalimi dirimu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka memerangi kalian semuanya. Dan ketahuilah bahwasanya Allah bersama orang-orang yang bertakwa.” (QS. At-Taubah: 36)

Dalam kitab Tafsir Al-Muyassar dijelaskan bahwa: “Sesungguhnya bilangan bulan-bulan dalam hukum Allah dan dalam catatan yang tertulis di Lauhil Mahfuzh ada dua belas bulan, pada hari Allah menciptakan langit dan bumi. Di antaranya ada empat bulan haram yang Allah mengharamkan peperangan di dalamnya, (yaitu bulan Zulkaidah, Dzulhijjah, Muharam, dan Rajab). Demikianlah agama yang lurus. Maka janganlah kalian menzhalimi diri kalian di dalam bulan-bulan tersebut lantaran tingkat keharamannya bertambah dan dikarenakan perbuatan zhalim padanya lebih parah dibandingkan bulan lainnya, bukan berarti kezhaliman di bulan lain boleh. Dan perangilah kaum musyrikin semuanya sebagaimana mereka telah memerangi kalian semua. Dan ketahuilah, bahwa sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertakwa dengan dukungan dan pertolongan-Nya.”

Berikut ini beberapa keutamaan sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah yang dilansir dari Dzulqarnain.net, Kamis (30/6/2022):

Pertama, sepuluh hari Dzulhijjah merupakan hari-hari yang memiliki fadilah yang sangat besar bagi kaum muslimin.

Kedua, sepuluh hari Dzulhijjah adalah hari-hari tempat berkumpulnya pokok-pokok ibadah, yaitu salat, puasa, sedekah dan haji, yang hal tersebut tidaklah terjadi pada hari-hari lain.

Ketiga, keutamaan beramal kebaikan pada sepuluh hari awal Dzulhijjah tidak terkalahkan oleh amalan apapun pada selain hari-hari itu, termasuk amalan jihad di jalan Allah yang mengakibatkan seseorang mati syahid karenanya. Oleh karena itulah, para ulama salaf sangat mengagungkan hari-hari Dzulhijjah ini.

Keempat, amalan salih pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah lebih utama daripada amalan salih yang bukan pada hari-hari tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa segala amalan salih pada sepuluh hari tersebut pahalanya dilipatgandakan.

Kelima, hari-hari sepuluh awal Dzulhijjah lebih utama daripada hari-hari sepuluh terakhir Ramadan. Terkait masalah ini, terjadi silang pendapat di kalangan ulama tentang yang paling utama antara keduanya.

Demikianlah beberapa keutamaan dari sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Semoga dengan mengetahui keutamaan tersebut, kita bisa mengagungkan bulan Dzulhijjah dan memperbanyak amalan salih di dalamnya. Semoga Allah memberikan taufik kepada kita semua.

Makassar, 30 Juni 2022
Muhammad Ryan Israfan