Kegiatan

on 02 Desember 2021
  • Kegiatan
  • SMA Bukit Baruga


Makassar-Kepala SMA Islam Athirah Bukit Baruga M Ridwan Karim S.Pd, M.Pd, melantik ketua OSIS dan ketua Majelis Perwakilan Kelas (MPK) periode 2021-2022 di Lapangan SMA Islam Athirah Bukit Baruga, Jalan Raya Baruga, Kamis (2/12/2021).


Dalam upacara pelantikan tersebut dilakukan secara semi virtual. Di mana sebagian Pengurus datang langsung di lapangan dan sebagian yang lainnya mengikuti secara virtual dan Luring.


Dalam prosesi pelantikan itu Surat Keputusan pengangkatan pengurus OSIS dan MPK dibacakan langsung oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum Dr. Bakry Liwang M.Si . kemudian setelah pembacaan Surat Keputusan Kepala Sekolah SMA Islam Athirah Bukit Baruga, M Ridwan Karim S.Pd, M.Pd membacakan langsung sumpah pelantikan kepada seluruh pengurus OSIS maupun MPK.


"Apakah kalian bersedia mengembang amanah sebagai pengurus OSIS dan MPK,"ujarnya.


Kemudian dijawab dengan serentak oleh seluruh pengurus OSIS dan MPK. "Siap, bersedia," soraknya.


Pada kesempatan itu pula Kepala SMA Islam Athirah Bukit Baruga menyampaikan kepada pengurus OSIS dan MPK yang baru dilantik untuk senantiasa menjunjung tinggi nilai nilai organisasi dan kearifan lokal dalam menjalankan roda organisasi.


"Dalam organisasi ada visi misi, ada Anggaran dasar, Rumah Tangga dan ada program kerja. Kalian sebagai pengurus harus memperhatikan ketiga itu dalam satu tahun kedepan berlandaskan nilai nilai yang disebutkan tadi. Selain itu harus menjunjung tinggi kearifan lokal," ujarnya.


Diketahui, OSIS untuk periode tahun 2021-2022 dipimpin oleh Dinda Nur Izzah dan Danila Dinar Sadi. Kemudian untuk MPK diketuai oleh Andi Nesya dan Muhammad Adrian. 


Acara Prosesi pelantikan itu disaksikan oleh para Wakasek, Pembina OSIS dan MPK, guru dan siswa SMA Islam Athirah Bukit Baruga Lewat virtual dan luring. Kegiatan itu berlangsung khidmat dengan mengenakan pakaian kemeja kotak kotak coklat. 


Untuk menjadi pengurus OSIS dan MPK SMA Islam Athirah banyak tahapan yang harus dilalui, mulai dari pendaftaran, tes wawancara dari dewan guru dan perwakilan siswa pengurus sebelumnya.


Banyak calon yang tidak bisa masuk tahap selanjutnya atau gugur, apabila berkesempatan berlanjut, maka para calon harus mengikuti musyawarah besar dalam rangka proses penyeleksian.


Penulis : Muhammad Syafitra