Kegiatan


  • Kegiatan
  • /
  • SMA Boarding School Bukit Baruga
on 24 November 2021
  • Kegiatan
  • SMA Boarding School Bukit Baruga

Penulis: al-Mar’atu Sholihah, S. Ag. (Pembina Boarding Putri Bukit Baruga)

Pendidikan karakter merupakan salah satu yang paling banyak dibutuhkan saat ini, berbanding terbalik dengan beberapa dekade yang lalu. Minimnya moral dan banyaknya kenakalan remaja, merupakan realita yang harus dihadapi umat manusia sekarang ini. Hal tersebut merupakan suatu dilematis, pasalnya di zaman modern saat ini, tatanan pendidikan sosial yang teratur di zaman modern justru belum mampu mengatasi berbagai macam kondisi yang terjadi, sehingga salah satu yang bisa menjadi solusi terbaik adalah prophetic parenting yang kedepannya dapat merubah kekacuan moral dengan tidak menggunakan solusi instant.

Pendidikan karakter umumnya dapat membentuk prestasi bagi remaja, dan dalam pendidikan berprestasi tentu mereka diajarkan nilai-nilai religius agar kedepannya mereka dapat tumbuh dan peka dengan keadaan di lingkungan sekitar. Dalam pendidikan karakter didalamnya mengandung setiap nilai dari sisi kehidupan, baik yang sudah terjadi maupun yang belum terjadi. Hal tersebut sangat penting untuk diketahui dan ditanamkan sedini mungkin dalam setiap pribadi.

Penawaran konsep prophetic parenting dalam pembentukan karakter adalah salah satu alternatif diluar dari konsep pendidikan formal. Prophetic parenting yaitu pembentukan karakter yang berparadigma, dimana prophetic parenting merupakan salah satu judul buku karya Muh. Nur Abdul Hafizh Suwaid mengenai Cara Nabi Mendidik Anak. Adapun isi atau inti dari buku tersebut adalah cara orang tua mendidik sangat berpengaruh bagi pembentukan karakter anak kedepannya. Namun, dalam buku tersebut juga menerangkan mengenai pendidikan anak yang didasarkan pada ajaran Rasulullah.

al-Qur’an merupakan pedoman hidup umat manusia dan juga salah satu mu’jizat serta peninggalan Rasulullah saw., maka bukan suatu kesalahan apabila kita ingin mendidik anak dengan al-Qur’an begitupun belajar dari sebaik-baik orang yang paham akan al-Qur’an dan Kandungannya yaitu Rasulullah saw. Dalam prophetic parenting sendiri tidak hanya terdapat teori tetapi juga penanaman nilai-nilai (praktik) dalam kehidupan bersosial. Bukan hanya orang tua saja yang menjadi target dari prophetic parenting bahkan pemuda/i juga ikut dibimbing untuk kesiapan diri mereka kedepannya,

Adapun beberapa prinsip Rasulullah saw., dalam menanamkan karakter melalui prophetic parenting adalah; Fokus pada pembinaan dan penyiapan sejak dini (tidak mudah menyerah), mengutamakan amalan yang baik daripada ucapan yang baik (hati-hati dalam bertindak), menanamkan keyakinan ideologis sehingga terciptanya nilai moral (tidak terpancing dengan kabar burung). Pentingnya pendidikan karakter yang berlandaskan etika/moral, telah disinggung oleh Rasulullah saw., dalam sebuah riwayat beliau berkata, ‘Aku diutus untuk menyempurnakan akhlak al-karimah.’  (HR. Ahmad, dkk).

Sejauh ini Rasulullah telah memberikan teladan melalui penyempurnaan akhlak, selanjutnya kembali pada pribadi masing-masing akan melulai langkah awal yang seperti apa. Membangun karakter anak dapat dimulai dari lingkungan keluarga (orang tua) kemudian sekolah (guru) dan lingkungan sekitar (teman). Lalu mengenai penerapan nilai karakter dalam kehidupan sehari-hari dari Rasulullah ada 3 yang paling utama yakni Religius, Jujur dan Toleransi. Meskipun sejatinya masih banyak sifat Rasulullah yang patut untuk kita tiru tetapi untuk menerapkan ketiganya kita belum tentu mampu mengerjakannya.

Di zaman modern saat ini, kebutuhan akan pendidikan karakter merupakan suatu hal yang kronis dan sangat dibutuhkan penanganannya. Rasulullah saw., di zaman jahiliyyah telah mendidik karakter masyarakat dan meluruskan ideologi berbanding jauh dengan saat ini, sangat jarang orang menggunakan ideologinya dan kehilangan paradigmanya. Setidaknya dalam penanaman karakter yang dilakukan sedini mungkin dapat mengubah moralitas bangsa kita kedepannya, sekecil apapun perubahan moral yang bisa kita lakukan alangkah baiknya terus dilanjutkan hingga menjadi kebiasaan dan tidak hilang ditelan zaman. Semoga kedepannya terdapat usaha/kemauan sekecil apapun dalam diri masing-masing untuk lebih menjaga moral, dan lebih memantaskan diri menjadi umat Rasulullah saw., Aamiin Yaa Rabbal ‘Aalamiin.