Berita


  • Berita
  • /
  • SMA Boarding School Bone
on 13 November 2021
  • Berita
  • SMA Boarding School Bone

Pengumuman hasil lomba Kompetisi Sains Nasional (KSN) 2021 telah dirilis Jumat 12 November 2021. Pada ajang tersebut, SMA Islam Athirah Bone berhasil mengirimkan empat siswa terbaiknya untuk berlaga selama tiga hari. Mereka adalah Nailah Zhafirah Ramadhani Batara (cabang Fisika), Alifriyadi Alfariza Syafwan (cabang Kebumian), Muh. Nabil (cabang Geografi), dan Muhammad Ramli (cabang Ekonomi).

Sorakan dan tangis haru kemudian memenuhi Sekolah Islam Athirah Bone Jumat kemarin ketika nama Muh. Nabil dinyatakan sebagai salah satu medalis perak cabang Geografi. Betapa tidak, selama kurang lebih satu jam ‘nonton bareng’ menyaksikan pengumuman KSN via Zoom akhirnya rasa penasaran terobati dengan capaian tersebut.

“Alhamdulillah setelah empat tahun lepas, akhirnya cabang Geografi kembali mempersembahkan medali untuk sekolah, untuk Sulsel.” ungkap Basri, S.Si., S.Pd., M.Pd., selaku pembimbing KSN Geografi SMA Islam Athirah Bone. Beliau menyatakan bahwa sejak membina Geografi di SMA Islam Athirah Bone, kali pertama meraih medali di nasional adalah pada tahun 2015. “Sejak 2011, pertama kali lolos OSN sampai ke tingkat nasional itu tahun 2015 dan langsung meraih medali perak. Tahun berikutnya, 2016, juga berhasil meraih medali perunggu di tingkat nasional hingga tahun 2017. Tahun 2018 sampai 2020 lolos ke tingkat nasional juga, namun belum rejeki mendapatkan medali. Barulah di 2021 ini kembali meraih (medali) perak. Kerja keras anak-anak yang membawa mereka pada capaian ini. Saya hanya memfasilitasi mereka belajar, melatih mereka dengan soal-soal dan memotivasi agar bisa memberikan yang terbaik.”, tambahnya.

Sementara Nabil, sapaan akrab Muh. Nabil, ketika ditemui pada saat sedang melakukan pembimbingan ekstrakurikuler Geografi di SMA Islam Athirah Bone tersenyum tersipu namun tidak mampu menyembunyikan rasa bahagianya. “Ya tentu sangat bahagia dan tidak menyangka akan sampai pada titik ini. Karena selama kompetisi yang berlangsung tiga hari, sempat hopeless. Terlebih ketika menghadapi tes Field Work Test (FWT) pertama itu tidak terlalu pede dengan jawaban sendiri. Waktunya mepet dan soalnya susah. Tapi saat itu saya berusaha tenang mengerjakannya hingga akhir dan tetap memperhatikan durasi.” terang siswa kelas XII IPS Al Hadi SMA Islam Athirah Bone ini.

Di kesempatan yang sama ia pun meminta doa dan dukungan supaya bisa memberikan yang terbaik untuk Indonesia pada ajang International Geography Olympiad (IGeo) 2022 mendatang di Paris. “Bismillah, mohon doa dan dukungan dari seluruh pihak semoga bisa mewakili Indonesia pada IGeo nanti. Jadi sekarang fokus untuk persiapan Pelatnas dulu.”, tambah putra pasangan Darma dan Amsir ini.

Selain usaha kerasnya yang membuahkan hasil ,ternyata Nabil juga dikenal sebagai salah satu siswa yang memiliki karakter yang patut diacungi jempol. Hal ini diungkapkan oleh wali asramanya, Padli, S.Sos. Menurut beliau, Nabil adalah anak yang amanah ketika diberi kepercayaan dan tidak pernah melakukan pelanggaran di asrama. Ketika akan mengikuti lomba, Nabil pun selalu mohon doa dan sungkeman sama pembina asrama. Semoga ini adalah jalan untuk sukses ya, Nabil! (Eva Rukmana-SMA Islam Athirah Bone)