Kegiatan

on 11 Oktober 2021
  • Kegiatan
  • SMA Boarding School Bone

Muhammad Riffat Syarifuddin, salah satu siswa inspiratif SMA Islam Athirah Bone yang saat ini duduk di kelas XII IPS Al Wahab, dinobatkan sebagai Student of the Month periode Agustus lalu. Meski sedang dalam kondisi fisik yang terbatas, namun sosok inspiratif ini tidak surut semangat untuk tetap belajar. 

Ketika namanya disebut sebagai siswa terbaik untuk periode Agustus 2021, Rifat, sapaan akrabnya, mengaku kaget. Saat itu ia masih mengikuti kegiatan kesiswaan dari rumah berhubung mengalami patah tulang ketika bermain basket di lapangan sekolah dua pekan sebelumnya. Setelah menjalani operasi penyambungan tulang, dokter menyarankan agar laki-laki kelahiran Pangkep ini istirahat total sampai di bulan November mendatang, disebabkan kondisi kaki kirinya yang perlu pemulihan. Untuk aktifitas sehari-hari, ia menggunakan tongkat sebagai alat bantu untuk sementara waktu. Ia tak menyangka meski berada di rumah, ia masih bisa menginspirasi orang lain.

Menjalani proses pemulihan di rumah sakit hingga kembali ke rumah, sempat membuatnya tertekan. “Sebelum operasi, saya dirawat di kamar perawatan bersama salah seorang yang menderita diabetes. Konon beliau akan diamputasi untuk menyembuhkan luka di kakinya. Saat itu saya stress dan nyaris putus asa, karena sedikit banyak hal ini memengaruhi kondisi psikis saya. Belum lagi mendengar vonis dokter bahwa ada kelainan tulang yang saya miliki. Ketika dioperasi pun, saya tidak diizinkan untuk dibius total disebabkan ini kali kelima saya harus menjalani operasi tulang karena patah. Dokter mengatakan ini akan beresiko pada saraf dan otak saya. Saya lalu berpikir untuk nganggur saja, bahkan sempat mau nyerah sama hidup. Tapi kemudian karena semangat dari keluarga, teman-teman, dan guru-guru, akhirnya saya perlahan bisa menerima keadaan”, jelasnya. 

Ia pun melanjutkan ceritanya bahwa saat masih belajar di rumah, ia merasa sangat tertinggal. Namun, ia tidak ingin egois dengan memaksakan layanan pembelajaran online tetap dilaksanakan hanya untuk melayani satu-satunya siswa kelas XII yang masih berada di rumah. “Alhamdulillah guru-guru semua selalu support dan bersedia memberikan layanan belajar online, termasuk les persiapan UTBK yang disediakan sekolah, tapi saya yang merasa berat untuk merepotkan guru-guru. Dari sini, saya lalu semangat untuk pulih agar bisa kembali ke sekolah secepatnya. Selama dirawat di rumah, saya juga tetap menyempatkan mengikuti lomba KTI online bersama dua rekan saya yang lain. Alhamdulillah menduduki posisi ketiga menjadikan ini sebagai cambuk untuk melanjutkan sekolah. Tidak terpikir lagi untuk berhenti seperti saat di rumah sakit waktu itu”

Orangtua Riffat, Syarifudddin, saat meminta izin ke pihak sekolah agar anaknya bisa masuk sekolah kembali mengaku berat untuk melepas anaknya. “Jujur saya khawatir karena kondisi kesehatannya belum pulih. Terlebih dengan jadwal di asrama dan sekolah yang padat dengan mobilitas yang tinggi. Namun, saya juga tidak tega melarang Ananda untuk masuk (asrama), karena semangat belajarnya tinggi. Jangan sampai ketika saya larang, malah Ananda drop dan menghambat proses sembuhnya. Saya yakin guru-guru dan teman-temannya adalah support system Ananda di sekolah, dan semoga Ananda makin semangat sembuh setelah berada di sekolah.”

Ketika penyerahan reward Student of The Month periode Agustus dan September yang dilaksakanakan pada kegiatan Kesiswaan Senin 11 Oktober 2021, Rifat juga diminta kesediannya untuk memberikan semangat kepada teman-temannya di Masjid Fatimah Kalla. “Teman-teman melihat saya berdiri disini memakai tongkat, harus berjuang supaya bisa naik ke lantai dua ini. Saya putuskan masuk kembali ke sekolah meski kondisi fisik saya sebenarnya belum memungkinkan. Keringat saya bercucuran, tapi saya tanamkan dalam hati bahwa lebih baik saya berkeringat di usia saya yang sekarang untuk menempuh pendidikan daripada di usia 30an nanti saya berkeringat karena mencari pekerjaan disebabkan tidak memiliki pendidikan yang baik”, terangnya lugas yang diiringi tepuk tangan riuh oleh seluruh yang hadir.

Rifat memang sangat dikenal baik dan mampu menginspirasi di kawan angkatannya, angkatan 9 SMA Islam Athirah Bone bahkan bagi siswa-siswa lainnya. Ia merupakan salah satu mantan pengurus OSIS Periode 2020/2021 yang hobi berolahraga. Dijuluki “Si Tulang Besi” oleh teman kelasnya, ia berharap apa yang dialaminya sekarang dapat memotivasi rekan-rekannya untuk berusaha meraih apa yang dicita-citakannya, terlebih bagi mereka yang tidak mengalami hambatan fisik untuk beraktifitas. Ia menutup wawancara dengan menyampaikan doa agar seluruh siswa kelas XII SMA Islam Athirah Bone bisa lulus di Perguruan Tinggi impian masing-masing. (Eva Rukmana-SMA Islam Athirah Bone