Kegiatan

on 11 September 2021
  • Kegiatan
  • TK Bukit Baruga

Sekolah Islam Athirah mengadakan workshop bagi seluruh pegawai tata usaha pada hari Sabtu, 11 September 2021. Kegiatan yang dilaksanakan secara luring dan daring ini diikuti oleh 2 utusan dari masing-masing unit.

Kegiatan ini diagendakan untuk dapat memudahkan para tata usaha (TU) unit agar lebih mudah dalam penginputan data anak didik mulai dari data diri, data pembayaran dan data hasil belajar.

Pada workshop kali ini, TK Islam Athirah 2 mengutus seorang staff TU dan seorang guru untuk mengikuti workshop agar dapat menyamakan persepsi dalam penginputan data dengan semua unit.

Kegiatan dimulai dari jam 08.00 - 15.30 WITa dengan 2 sesi. Sesi pertama jam 08.00 - 11.30 WITa mengenai penginputan data virtual account anak yang menghadirkan staff dari bank Muamalat yang merupakan bank partner Sekolah Islam Athirah. Dan sesi kedua jam 13.30 - 15.30 WITa membahas tentang aplikasi simdik.

Staff TU dan guru dari TK Islam Athirah 2 mengikuti workshop hanya pada sesi pertama karena untuk jenjang TK belum menggunakan simdik dalam pelaksanaan proses pembelajaran.

Pemateri yang dihadirkan pada sesi pertama adalah pemateri internal yang merupakan TIM IT Sekolah Islam Athirah yakni Dedi, S.Kom dan Mallorosang, S.Kom.

Pemateri pertama Dedi, S.Kom menyampaikan materi terkait cara mudah menginput data virtual account anak di Microsoft Excel agar dapat sama serta penggunaan rumus yang memudahkan dalam menhitung jumlah pembayaran dan menghindari kesalahan penghitungan.

Sedangka pemateri kedua, Mallorosang, S.Kom menyampaikan materi perihal pemanfaat google drive hasil kerjasama Sekolah Islam Athirah dengan pihal google. Ia mengatakan bahwa akun gmail yang dibuat khusus dari sekolah untuk semua karyawan memiliki kelebihan dibandinngkan dengan akun gmail pribadi.

“Akun gmail yang menggunakan kode sch yang bapak dan ibu gunakan itu tidak memiliki batasan penyimpanan sehingga kita bisa menyimpan berkas apa saja sedangkan akun gmail pribadi bapak ibu memiliki batasan peyimpanan” ungkapnya yang membuat semua peserta antusias dan mengecek informasi data penyimpanan mereka.

“Hal ini tentu memudahkan kita ketika sedang berada diluar kemudian tiba-tiba dimintai sebuah file sedangkan kita tdk membawa laptop, maka kita bisa langsung mengakses drive penyimpanan kita jika semua file penting yang dibutuhkan disimpan di akun google drive” tambahnya.

Diakhir sesi pertama, peserta diberi kesempatan untuk bertanya langsung kepada TIM IT dari bank Muamalat mengenai kendala-kendala yang didapatkan terkait akses pembayaran dan traksaksi dengan pihak bank Muamalat.

Beberapa peserta mengajukan pertanyaan mengenai kendala yang dialaminya dan ternyata juga dialami oleh peserta lain.

Saat diwawancarai mengenai kegiatan warhshop hari itu, Akbar pegawai tata usaha dari TK Islam Athiran 2 mengatakan bahwa perlu adanya persamaan persepsi dan kesepahaman dalam penginputan data sehingga semua data bisa sinkron.

“Kalau cara menginput data sama dan semuanya paham maka data yang dimasukkan bisa sinkron, hal ini mengurangi kesalahpahaman penyampaian baik dari pihak Bank, TU dan orang tua mengenai pembayaran iuran setiap bulannya” ungkapnya saat ditemui setelah kegiatan workshop selesai.

Citizen Reporter : Sri Rawanti