Kegiatan

on 13 September 2021
  • Kegiatan
  • SMA Boarding School Bone


 

Sejak 2011, PR besar SMA Islam Athirah Bone adalah menciptakan kultur berbahasa asing yang kental di seluruh civitas akademika sekolah yang berlokasi di Kelurahan Panyula, Kabupaten Bone ini. Olehnya itu, sejak empat tahun lalu, SMA Islam Athirah Bone berkomitmen untuk menjadikan hal tersebut sebagai sesuatu yang perlu diseriusi. Komitmen tersebut kemudian dikuatkan dengan dijadikannya kemampuan berbahasa asing sebagai salah satu poin dalam jaminan mutu lulusan yang ditawarkan SMA Islam Athirah Bone kepada orangtua siswa, yaitu pada poin ke-10, mampu berbahasa asing (Inggris dan Arab).

Untuk mendukung hal tersebut, maka SMA Islam Athirah Bone melakukan beberapa program pendampingan bahasa, salah satunya adalah pengukuhan English Meeting Club (EMC) yang akan menjadi wadah dalampeningkatan kemampuan bahasa Inggris siswa. Selain itu, organisasi ini dilegalisasikan agar para pengurusnya dapat menjadi “English Provocateur” di kalangan siswa. Pengukuhan tersebut dilaksanakan bertepatan dengan pelaksanaan Upacara Bendera Senin 13 September 2021.

Dalam sumpah dan janji yang dibacakan, ada enam poin yang menjadi tanggungjawab seluruh pengurus English Meeting Club (EMC) SMA Islam Athirah Bone. Diantaranya, berkomitmen melaksanakan program kerja, menjaga nama baik organisasi, menjadi teladan bagi siswa yang lain, dan siap menjadi pelopor pengguna bahasa Inggris di sekolah.

Bertanggungjawab dalam pelaksanan program, terpilih Mahamalyka Nadya Tenripali sebagai Presiden English Meeting Club (EMC) SMA Islam Athirah Bone periode 2021/2022. Ketika dikonfirmasi terkait organisasi yang dinakhodainya, siswi kelas XI IPA Al Hamid tersebut menyatakan optimisnya, “I believe that all is getting all right. With this new organization, we hope that English is going to be a priority and speaking English in daily is going to be a culture for students as well. All we need is seriousness, integrity, cooperativeness, though. I know it is hard to create a culture, but it doesn’t mean it’s impossible. The students just need a system and persistence in running it.”

Dikonfirmasi terpisah terkait harapan pengembangan bahasa Inggris di SMA Islam Athirah Bone, pembina English Meeting Club (EMC) SMA Islam Athirah Bone sekaligus yang memprakarsai terbentuknya organisasi tersebut, Zulfikar Wibisono, S.Pd. juga mengungkapkan hal senada. “Insya Allah, dengan hadirnya EMC di Athirah Bone, pengembangan bahasa Inggris bisa berjalan optimal. Terlebih, dua pekan lalu mereka telah melakukan rapat kerja untuk menyusun program apa saja yang akan dilakukan oleh pengurus untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris di siswa. Tentu kami butuh kerjasama dari seluruh pihak, terutama keseriusan siswa dan kesadaran akan pentingnya menguasai bahasa asing, bahasa Inggris.” Pengampu mata pelajaran bahasa Inggris di SMA Islam Athirah Bone inipun juga berterima kasih kepada pihak sekolah yang mendukung pembentukan organisasi ini. “Saya sangat berterimakasih karena diberi kesempatan membentuk organisasi (EMC) ini. Semoga bisa membantu mewujudkan harapan sekolah” tutupnya. (Eva Rukmana-SMA Islam Athirah Bone)