Kegiatan

on 15 Juli 2021
  • Kegiatan
  • SMA Bukit Baruga

Makassar- Guru SMA Islam Athirah Bukit Baruga mengikuti sharing bacaan secara daring, Rabu (14/7/2021).Kegiatan itu merupakan kegiatan rutin yang dilakukan setiap rabu.


Pada tahun tahun sebelumnya kegiatan tersebut pimpinan, guru dan karyawan akan secara bergantian guru SMA Islam Athirah Bukit Baruga menyampaikan hasil bacaan dihadapan forum. 


Pada tahun ajaran baru 2021-2022, sharing bacaan perdana disampaikan oleh Kepala SMA Islam Athirah Bukit Baruga H M Ridwan Karim. Pada sharing bacaan itu Kepala SMA Islam Athirah Bukit Baruga berbagai pengalaman awal awalnya berada di sekolah milik hadji Kalla tersebut.


"Pertama kali itu saya di SD Kajolalido saya menjadi wali kelas pada tahun 2000 semua mata pelajaran dipegang kecuali mata pelajaran tertentu seperti olahraga,"ucapnya.


Selain Berbagai pengalaman pak aji sapaannya berbagai ilmu tentang tipe tipe guru. 


"Dalam agama Islam khususnya ilmu fiqh dikenal istilah hokum wajib, sunah, mubah, makruh, dan haram. Istilah ini ternyata juga berlaku di dunia pendidikan. Adalah guru yang terbagi dalam 5 tipe, yaitu guru wajib,  guru sunnah (3) guru makruh, guru mubah, dan  guru haram,"ujarnya.


Lebih lanjut ia menjelaskan Guru wajib adalah guru yang kehadirannya dibutuhkan oleh sekolah dan peserta didik. Bila guru wajib tidak dating ke sekolah semua merasa kehilangan terutama anak-anak.


"Kehadirannya di kelas sangat dinanti. Berpisah dengan guru wajib menjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Ketika guru wajib masuk ke kelas anak-anak merasa gembira. Bahkan ketika pelajaran selesai anak-anak merasa enggan untuk berpisah,"jelasnya.


kemudian ia melanjutkan Tipe guru yang kedua adalah guru sunnah. Guru sunnah adalah guru yang kehadirannya di sekolah sangat diharapkan. Banyak kegiatan di sekolah yang bisa dilakukan oleh guru sunnah.


"Berbeda dengan guru wajib, ketidakhadiran guru sunnah tidak begitu dipermasalahkan. Sekolah tidak merasa kehilangan bila guru sunnah tidak hadir di sekolah. Sama-sama mempunyai inovasi dan krativitas layaknya guru wajib, guru sunnah melaksanakan tugas dengan didasari adanya kepentingan financial,"tambahnya.


Sementara itu, untuk Guru Haram ia mengatakan Guru haram adalah guru yang kehadirannya sangat tidak diharapkan. Seringkali kehadiran guru haram menjadi musibah. Banyak guru yang resah ketika guru haram datang ke sekolah.


"Anak-anak juga gelisah. Ketika guru haram masuk ke kelas suasana berubah menjadi mencekam. Anak-anak merasa ketakutan,"tutupnya.


Penulis : Muhammad Syafitra S.Pd