Berita

on 26 Februari 2018
  • Berita
  • Yayasan
MAKASSAR - Sekolah Islam Athirah menyelenggarakan kegiatan Athirah Islamic Fair 2018,

di gedung Sekolah Islam Athirah, pada 23-24 Februari. Hadir dalam pembukaan kegiatan tersebut, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Makassar, Hasbi.

Dalam sambutannya ia mengapresiasi kegiatan yang menonjolkan penanaman nilai keagamaan tersebut. "Saya salut dengan penanaman nilai-nilai karakter yang menonjol, utamanya dalam bidang keagamaan. Saya pikir, terapan ini tidak dimiliki oleh sekolah lain, baik negeri atau swasta," kata Hasbi.

Menurutnya, pengembangan kurikulum yang bernuansa keagamaan dan budaya lokal harus dipertahankan, terlebih lagi, Kota Makassar melalui Dinas Pendidikan, memiliki program 18 revolusi pendidikan. Salah satunya yakni menguatkan pendidikan berkarakter. "Tidak ada kata untuk tidak meneruskan kegiatan ini, karena hsilnya sudah teruji di Sekolah Islam Athirah. Tentu ini bisa memajukan dunia pendidikan, khususnya di Kota Makassar," tukasnya.

Sementara itu, Direktur Sekolah Islam Athirah, Syamril mengungkapkan, salah satu metode yang digunakan di Sekolah Athira adalah teknik menghapal dengan menggunakan otak kiri dan kanan. "Kebanyakan orang cenderung menggunakan otak kiri jika melakukan penghapalan.

Padahal, memory dari otak kiri itu sifatnya pendek, makanya kita kombinasikan hapalan dengan menggunakan otak kanan, agar selain mereka mudah mengingat, juga bisa memahami artinya," papar dia. Terdapat 8 jenis lomba yang akan diperlombaan pada Islamic Fair ini. Diantaranya lomba Asmaul Husna, Fashion Show, Tahfidz Quran, DAI, adzan, lomba menggambar dan mewarnai. Perlombaan ini untuk memperebutkan piala Fatimah Kalla.