Kegiatan

on 09 Agustus 2018
  • Message of the Director

Teriakan dan tulisan "Merdeka atau Mati" menghiasi atmosfer dan dinding-dinding kota di seluruh Indonesia.

Itu menggambarkan suasana batin para pejuang yang ingin merdeka. Lebih baik mati daripada kembali dijajah.

Merdeka menjadi dambaan setiap insan. Merdeka adalah fitrah. Setiap manusia dilahirkan sebagai makhluk yang bebas dari penindasan dan penjajahan. "Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa. Oleh karena itu penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan". Itulah alinea pertama Pembukaan UUD 1945. 

Indonesia telah merdeka 73 tahun yang lalu. Apakah semangat juang kemerdekaan ini masih relevan dengan kondisi sekarang? Tentu saja masih relevan. Perjuangan merdeka di era sekarang bukan lagi merdeka fisik tapi merdeka jiwa.

Merdeka jiwa berarti memberi ruang yang besar kepada pengembangan potensi yang Allah telah anugerahkan kepada manusia. Pendidikan salah satu jalurnya. Untuk itu dibutuhkan pendidikan yang memerdekakan. Tidak mengungkung dan membelenggu. Pendidikan yang memanusiakan manusia. Berkembang menuju keadaan terbaiknya sesuai fitrahnya yang cenderung kepada kebenaran, kebaikan dan keindahan.

Merdeka jiwa berarti membebaskan manusia dari belenggu hawa nafsu yang membuatnya lupa diri sehingga bersifat seperti binatang yang buas, egois dan suka berkelahi dan menumpahkan darah sesamanya. Hawa nafsu yang membuatnya menuhankan harta, tahta dan cinta sehingga menghalalkan segala cara untuk meraihnya. 

Mereka yang merdeka jiwanya akan mencari harta, tahta dan cinta dengan cara yang benar. Mencari harta yang halal sehingga jauh dari korupsi. Meraih tahta kekuasaan dengan fair dan jauh dari fitnah lawan politik. Meraih cinta yang suci dan jauh dari cinta palsu dan pencitraan.

Peringatan kemerdekaan pada tahun ini bersamaan dengan idul adha atau idul qurban. Untuk meraih merdeka jiwa dibutuhkan pengorbanan. Memotong sifat kebinatangan, egoisme dan hawa nafsu.

Berkurban juga bermakna mendekatkan diri. Artinya mendekatkan diri kepada Allah sehingga jiwa kembali suci karena dihiasi dengan kebaikan. Berkurban juga berbagi kepada sesama sehingga tumbuh rasa peduli dan cinta.

Selamat merayakan hari kemerdekaan Indonesia yang ke-73. Selamat Idul Adha. Semoga semangat kemerdekaan dan Idul Adha membuat diri kita lebih baik menuju Indonesia yang lebih baik.