Kegiatan

on 18 Juli 2018
  • Message of the Director

Piala Dunia telah usai. Juara diraih oleh Perancis yang mengalahkan Kroasia 4-2.

Apa yang bisa dipelajari dari permainan bola untuk juga meraih juara dunia masing-masing sebagai bekal meraih juara akhirat? Mari kita kaji 4 kuncinya. 

Bermain bola tidak cukup hanya ada bola dan pemain. Tapi harus ada gawang. Gawanglah yang membuat bola memiliki arah yang jelas yaitu ke gawang lawan. Jadi pelajaran pertama yaitu Arah. Hidup juga harus punya arah, target dan cita-cita, tidak asal mengalir sesuka hati. 

Agama mengajarkan bahwa muara akhir hidup kita adalah akhirat dan ingin meraih surga yang penuh kenikmatan. Dunia menjadi sarananya melalui iman, ilmu dan amal saleh. Aktivitasnya yaitu beribadah, belajar, bekerja, berkarya dan berbagi. Semoga dengan itu semua kita dapat happy ending di dunia (husnul khotimah). 

Permainan bola juga tidak akan jalan kalau tidak ada yang berposisi sebagai kawan dan lawan. Kawan sebagai teman satu tim saling membantu memasukkan bola ke gawang lawan. Lawan berperan menghambat dan menghalangi bola menuju gawangnya. Bahkan berusaha juga memasukkan bola ke gawang kita.  

Dalam hidup harus juga jelas kawan dan lawan. Kawan yaitu orang yang membantu kita mewujudkan cita-cita. Lawan yaitu yang menghambat kita menggapai impian. Oleh karena itu hati-hatilah dalam memilih kawan. Agama mengajarkan bahwa musuh utama manusia adalah syaitan dari jin dan manusia yang selalu mengajak kepada kemungkaran. Maka hati-hatilah. Jangan sampai lawan dijadikan kawan. 

Setelah kawan dan lawan sudah jelas maka pelatih bersama pemain harus merencanakan usaha, strategi dan taktik yang akan digunakan. Mengatur posisi tiap pemain dan perannya masing-masing. 

Dalam hidup pun demikian. Tiap orang harus punya rencana kerja untuk menggapai impiannya. Tiap orang ada peran dan tugasnya sebagai usaha bersama untuk meraih keberhasilan. Tidak boleh hidup dengan prinsip tiba masa tiba akal atau bagaimana nanti. Harusnya nanti bagaimana. 

Selanjutnya setelah rencana usaha, taktik dan strategi sudah jelas lalu dijalankan dengan penuh totalitas dan mematuhi aturan permainan maka di akhir pasti ada resiko : menang atau kalah. Tidak ada jaminan yang paling bagus mainnya pasti menang. Terbukti di final Piala Dunia, Kroasia yang penguasaan bolanya mencapai 63 % kalah oleh Perancis. 

Dalam kehidupan pun juga demikian. Tugas kita adalah berusaha semaksimal mungkin dengan memperhatikan aturan agama, negara dan adat istiadat. Hasil akhirnya kita pasrahkan kepada Allah. Itulah resiko kehidupan, berhasil atau gagal. 

Jika kita rangkum semuanya maka dapat diringkas dalam kata AKUR : Arah, Kawan, Usaha dan Resiko. Jika dalam hidup kita dapat memiliki arah yang jelas, kawan yang setia, rencana usaha taktik strategi yang tepat dan penuh tawakkal siap menerima resiko maka insya Allah hidup kita akan tenang, bahagia dan sukses menggapai impian. Selamat menjalani hidup yang AKUR.