Kegiatan

on 05 Juni 2018
  • Message of the Director

Renungan Hari Ke-20 

Ramadhan ini saya coba ikut gabung di kelas tadabbur Al Qur'an yang diadakan oleh Ibu Fatimah Kalla

dan teman-teman alumni SMAN 1 Makassar angkatan 1981. Kelas ini diasuh oleh Dr. Ruslan, ahli tafsir dan bahasa Arab alumnus Al Azhar Mesir.

Setelah mengikuti beberapa pertemuan dengan pembahasan pada surat Al Muthaffifin dan At Takwir, secara umum terasa dampaknya kepada keimanan dan pemahaman. 

Pada sisi keimanan dengan pembahasan pada aspek kebahasaan, tampak dan terbukti keindahan dan mukjizat Al Qur'an. Bahwa ia bukanlah buatan manusia. Tapi ia adalah kalamullah, firman Allah yang dibawa oleh malaikat Jibril kepada Muhammad SAW. 

Saya jadi teringat pada sebuah kajian tentang mengenal Al Qur'an. Dijelaskan secara rinci bahwa ia adalah kalamullah, firman Allah. Sejak awal turunnya bangsa Arab jahiliyah pernah meminta sastrawan mereka untuk menelitinya. Kesimpulannya adalah Al Qur'an bukan buatan manusia. 

Pada sisi pengetahuan juga dapat informasi bagaimana Al Qur'an berbicara tentang berbagai fenomena alam yang mencekam menjelang kiamat seperti di At Takwir ayat 1-6. Juga penggunaan berbagai kata yang dalam terjemahan Indonesia artinya cuma satu. Contohnya bintang yang dalam Al Qur'an menggunakan kata najm, buruuj, kawakib. 

Lebih penting lagi bagaimana Al Qur'an memberi penyadaran kepada manusia dan perintah agar menjadi manusia yang berbakti yaitu al-abror yang kembali kepada fitrahnya. Jangan menjadi manusia pendosa (mujrimun) dan pendusta (mukadzdzibun). Inilah ujung dari keberagamaan yaitu menjadi manusia yang senantiasa berbakti kepada Allah SWT.

Al Qur'an merupakan nikmat paling besar dari Allah untuk ummat manusia. Surat Ar Rahman yang berbicara tentang nikmat Allah yang sangat banyak diawali dengan kata "Ar Rahman. Yang mengajarkan Al Qur'an". Bagaimana agar nikmat tersebut bermanfaat maka perlu dibaca, dihafalkan, ditadabburi (dipelajari dan dihayati), diamalkan dan didakwahkan. 

Memasuki 10 hari akhir Ramadhan mari mencoba secara intensif membaca (mengaji). Coba juga baca terjemahannya atau tafsirnya. Atau cari video pendek dari ustadz di youtube yang mengkaji Al Qur'an. Saya pribadi suka buka kajian ust. Adi Hidayat. Silakan ada banyak pilihan.

Jika sempat dan bisa fokus coba menambah hafalan Al Qur'an. Atau menghafal kembali ayat yang mulai lupa. Tentu lebih jauh lagi coba amalkan dan sampaikan ke teman walaupun hanya satu ayat. 

Semoga Al Qur'an di bulan Ramadhan ini dapat mencerahkan jiwa dan keimanan kita sehingga keluar Ramadhan dapat membawa bekal di 11 bulan berikutnya. Semoga dapat hidup lebih bahagia.

Makassar, 5 Juni 2018