Kegiatan

on 17 Januari 2018
  • Message of the Director

Suatu hari Dr. Syafi'i Antonio bertanya kepada JK apa rahasianya tetap semangat dalam beraktivitas.


Jawaban JK sangat singkat dan padat "lakukanlah segala sesuatu dengan ikhlas. Kalau kita selalu ikhlas dalam segala hal, tentu kita tidak akan pernah merasa capek dan hilang semangat ".  Itulah salah satu ciri pemimpin yang baik : Kerja Ikhlas.

Apakah cukup hanya dengan Kerja Ikhlas? Ternyata tidak cukup. Kerja Ikhlas menjadi syarat wajib, tapi belum cukup, ibarat makan tanpa nasi. Nasi menjadi wajib ada tapi belum cukup kalau belum ada lauk pauknya. Apa lagi yang lain? Ada 5 - As yaitu Kerja Keras, Cerdas, Mawas, Tuntas, dan Berintegritas. Kerja Keras terkait dengan optimalisasi waktu dengan melakukan hal yang positif dan bermanfaat.

Bangsa Jepang yang dikenal pekerja keras, menggunakan waktu sangat produktif. Jarang kita temui ada karyawan bahkan PNS di Jepang yang santai menonton atau membaca koran di jam kerja. Mereka semua larut dalam bekerja. Kerja Keras belum maksimal jika tidak disertai dengan Kerja Cerdas. Jika kerja keras terkait dengan fisik maka kerja cerdas terkait dengan otak. Kerja Cerdas berarti mencari cara kerja yang efektif dan efisien.

Metode yang kreatif dan solutif sehingga hasilnya maksimal. Selanjutnya untuk mencapai hasil yang maksimal juga dibutuhkan ketelitian dan kecermatan. Segala rencana kerja dipantau dengan baik pelaksanaannya. Jika ditemukan masalah dan penyimpangan maka segera dicarikan jalan keluar. Untuk itu dibutuhkan Kerja Mawas.    Jika Kerja Keras, Cerdas dan Mawas bisa dilakukan maka Insya Allah Kerja Tuntas pun bisa diwujudkan. 

Maksudnya rencana yang sudah disusun di tahap awal betul-betul dilaksanakan sampai tuntas. Di sinilah diperlukannnya konsistensi, pantang menyerah, daya tahan terhadap segala problematika kerja. Akhirnya itu semua tidak akan bisa diraih jika tidak dilengkapi dengan Kerja Berintegritas yaitu kesesuaian antara pikiran, perkataan dan perbuatan yang melahirkan pribadi yang jujur ??dan dapat dipercaya.

Bahasa Bugisnya "taro ada taro gau". Apa yang dijanjikannya berusaha diwujudkan sepenuh hati dan sekuat tenaga, serta jauh dari segala cara yang melanggar norma etika serta agama. Integritas juga berarti teguh memegang prinsip. Apa yang diyakininya salah maka ditentangnya. Siapapun yang melanggar akan ditindak tanpa pandang bulu.  Demikianlah 6-As yang bisa kita jadikan sebagai dasar untuk mencari pemimpin yang baik menjelang Pilgub dan Pilkada. Mari mencari pemimpin yang siap Kerja secara Ikhlas, Keras, Cerdas, Mawas, Tuntas dan Berintegritas.