Kegiatan

on 17 Januari 2018
  • Message of the Director

Suatu ketika, dalam perjalanannya di sebuah padang sunyi, Umar bin Khattab bertemu dengan seorang anak yang sedang menggembalakan ternaknya. Umar menghampiri anak kecil tersebut, kemudian berkata kepadanya, “Wahai anak, bagaimana kalau engkau menjual seekor kambing kepadaku ?”


“Tidak bisa, Tuan. Kambing ini milik Tuan saya, saya tidak mungkin menjualnya kepada Tuan.” Jawab anak tersebut.

Umar kagum mendengar jawaban anak tersebut. Namun ia masih ingin menguji anak gembala tersebut. “Tidak apa-apa. Tuanmu kan tidak melihat. Jual saja seekor kepadaku, lalu katakan kepada Tuanmu bahwa kambingnya dimakan srigala.”

Anak itu terdiam sejenak, kemudian ia berkata, “ Tuan saya memang tidak melihat. Tetapi bagaimana dengan Allah?”

Sebuah kisah yang sangat menyentuh, betapa seorang anak gembala mampu membuat seorang Umar menitikkan air mata karena haru. Merasakan kehadiran Allah dalam kehidupan sehingga segala tingkah laku dan perbuatannya tidak lepas dari Pengawasan Allah. Inilah yang banyak hilang dari kalangan kaum muslimin. Implementasi dari pengetahuan tentang sifat-sifat Allah yang jarang dalam kehidupan. Jika kita bertanya salah satu sifat Allah maka pasti dengan fasih akan menjawab salah satunya yaitu : Maha Melihat. Hal ini pun sudah dipelajari pada pelajaran Agama Islam sejak SD. Tetapi ternyata itu hanya sampai di pengetahuan saja, belum terwujud dalam amalan sehari-hari.

Mari kita coba perhatikan kehidupan di sekitar kita. Betapa dashyatnya pelanggaran moral yang banyak terjadi di kehidupan masyarakat Indonesia yang mayoritas umat Islam. Mulai dari para pejabat negara yang melakukan KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme) sehingga bangsa kita ini mendapat predikat negara terkorup di dunia. Kemudian tindak kejahatan yang dapat kita baca atau dengar setiap hari di koran, televisi dan media informasi lainnya. Pembunuhan, perampokan, perkosaan, penyimpangan seksual dan lain sebagainya.

Apa yang membuat manusia tega melakukan perbuatan-perbuatan dosa tersebut ? Apakah mereka tidak tahu bahwa itu semua perbuatan dosa dan dilarang oleh agama ? Tentu mereka semua sudah tahu tetapi yang hilang dari mereka adalah kesadaran bahwa Allah menyaksikan apa yang diperbuatnya dan kelak di yaumil akhir akan diminta pertanggungjawaban.

Kata kunci dari hal tersebut di atas adalah keimanan kepada Allah.

“Orang-orang Arab Badwi itu berkata :” Kami telah beriman”. Katakanlah (kepada mereka) : “Kamu belum beriman, tetapi katakanlah ‘kami telah tunduk’, karena iman itu belum masuk ke dalam hatimu…(Al-Hujurat : 14)

Iman yang telah masuk ke dalam hatilah yang akan dapat berpengaruh kepada kehidupan kita sehari-hari dengan senantiasa merasakan kehadiran Allah sehingga segala tindak tanduk dan perbuatan kita akan senantiasa terkendali dan jika tidak sesuai dengan perintah dan larangan Allah maka tidak akan dilaksanakan karena keyakinan bahwa Allah Maha Melihat.