Kegiatan

on 08 Desember 2020
  • Message of the Director

Hari Rabu 9 Desember 2020 serentak di 270 kabupaten, kota dan provinsi di Indonesia insya Allah akan diadakan Pemilihan Umum Langsung Kepala Daerah (Pemilukada).

Rakyat yang berusia di atas 17 tahun dan terdaftar di KPU akan menggunakan hak suaranya di TPS masing-masing. Tentu dengan mematuhi protokol kesehatan karena masih dalam pandemi Covid-19.

Calon yang mendapat suara terbanyak sesuai ketentuan akan terpilih menjadi bupati, walikota atau gubernur. Jika calon hanya dua pasang maka suara terbanyak pasti yang terpilih. Jika lebih dari dua pasang maka pemenang adalah suara terbanyak dengan syarat suaranya minimal 30%. Jika semua di bawah 30% maka dua pasangan dengan suara tertinggi akan maju ke putaran kedua.

Sistem pemilihan one person one vote artinya suara tiap pemilih sama nilainya. Pemilik hak suara tidak dilihat latar belakang pendidikan, ekonomi dan sosialnya. Siapapun dia nilai suaranya sama. Rakyat biasa dan pejabat sama nilainya. Mahasiswa dan professor juga sama. Pemenang adalah yang mendapat suara terbanyak. Berarti nilai tiap suara sangat berharga. 

Agar pemimpin yang terpilih mewakili aspirasi rakyat maka rakyat yang menggunakan hak pilih harus banyak. Jika banyak yang tidak memilih maka pemenang tidak akan mewakili mayoritas. Misalnya partisipasi hanya 60%. Pemenang yang meraih suara 50% (dua pasangan) sebenarnya hanya 30?ri total pemilih. Jika calon lebih dari dua pasang maka pemenang minimal 30% hanya 18?ri total pemilih.

Untuk itu agar pemimpin yang terpilih memiliki legitimasi kuat maka dibutuhkan partisipasi kita semua yang memiliki hak pilih. Bagaimana caranya agar para pemilih mau datang ke TPS pada hari Rabu 9 Desember 2020? Perlu dibangun motivasi dari para pemilih. 

Motivasi hendaknya dibangun juga pada sisi spiritual. Memilih pemimpin bukan hanya urusan dunia tapi juga akhirat. Begitu pentingnya kepemimpinan dalam ajaran Islam, saat Rasulullah meninggal dunia, jenazah beliau baru dikuburkan setelah terpilih Abu Bakar sebagai pemimpin atau khalifah. Perlu waktu sekitar 2-3 hari menunggu terpilihnya Abu Bakar. 

Selanjutnya pemimpin yang dipilih pada Pemilukada akan mengurusi seluruh aspek kehidupan masyarakat. Ekonomi, pendidikan, sosial dan juga keagamaan, urusan dunia dan akhirat. Jadi rakyat memilih pemimpin yang akan mengurusi masalah dunia dan akhirat. Jika pemimpin yang terpilih amanah dan bertakwa maka kita semua akan selamat dan bahagia bersama-sama.

Untuk itu menggunakan hak pilih harus secara benar. Tidak asal-asalan.  Ajaran agama mengatakan bahwa segala yang dilakukan di dunia ini akan  dipertanggungjawabkan di akhirat. Demikian pula dalam menggunakan hak pilih. Siapa yang dipilih nanti di akhirat akan ditanya alasan memilihnya.

Menggunakan hak pilih jika dilakukan dengan niat yang baik dan ikhlas, akan bernilai ibadah. Niat baik tujuannya agar terpilih pemimpin yang terbaik sehingga kehidupan masyarakat menjadi lebih baik. Niat ikhlas artinya semata-mata mengharapkan ridha Allah SWT. 

Mari menggunakan hak pilih dengan baik dan benar. Mari menentukan pilihan dengan menggunakan akal sehat. Timbang kelebihan dan kekurangan para kandidat. Jika masih ragu dan bingung  mohonlah petunjuk Allah melalui shalat istikharah.

Hindari memilih karena sogokan karena itu akan menghancurkan dunia akhirat. Jika menang karena sogokan pasti nanti yang terpilih akan korupsi dana APBD untuk mengembalikan dana sogokan. Juga hati-hati karena ajaran agama menyatakan yang menyogok dan disogok sama-sama masuk neraka. Selamat menggunakan hak pilih dengan penuh tanggung jawab.