Kegiatan

on 03 November 2020
  • Message of the Director

Beberapa pekan terakhir sedang heboh kasus penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW di Perancis.

Bersamaan juga masuk bulan Maulid di berbagai masjid di seluruh dunia banyak diadakan peringatan maulid Nabi secara langsung atau virtual. Apa yang dapat jadi pelajaran dari kejadian di Perancis dan maulid Nabi Muhammad SAW?

Bagaimanapun Rasulullah dihina tetap beliau manusia paling mulia dan terbaik karena memang Allah yang  memuliakannya. Kemuliaan beliau Allah akui dalam Al Qur’an bukan karena keturunan dan hartanya, tapi karena akhlaknya (Q.S. Al Qolam : 4) 

Apa beda perilaku atau akhlak Rasulullah dengan kita.Ternyata bedanya cuma sedikit. Kalau Rasulullah tidurnya sedikit, kita sedikit-sedikit tidur. Rasulullah makannya sedikit, kita sedikit-sedikit makan. Rasulullah sedikit marahnya, kita sedikit-sedikit marah. Rasulullah sedikit-sedikit baca al Qur’an, kita sedikit-sedikit baca WA jadi baca al Qur’annya sedikit. 

Perbedaan yang besar yaitu prestasi kehidupan. Rasulullah dalam waktu 23 tahun berhasil mengubah masyarakat Arab jahiliah menjadi khairu ummah (ummat terbaik). Belum pernah ada pemimpin yang bisa melakukannya secepat dan sesukses itu.

Wajar saja dengan alasan itu Michael M. Hart yang non Islam setelah meneliti lebih dari 20 tahun tanpa ragu menobatkan Rasulullah Muhammad SAW sebagai manusia paling berpengaruh sepanjang sejarah manusia. Muhammad SAW mampu mengelola perubahan di masyarakatnya dengan sukses. Kuncinya yaitu pendidikan karakter melalui peneladanan. Walk the talk yang artinya melakukan apa yang dikatakan adalah ciri khasnya. Seluruh yang diperintahkan dan diajarkan kepada ummatnya semuanya ada contoh dalam perilaku sehari-hari Rasulullah. Sampai istrinya Aisyah r.a menggelarinya Al Qur'an berjalan. 

Hubungannya dengan masyarakat kita yg mengadakan Maulid Nabi yaitu meneladani Rasulullah merupakan kunci utama jika ingin mengubah masyarakat. Caranya jadikan diri kita orang baik dengan meniru Rasulullah sehingga dapat menjadi contoh teladan kebaikan di masyarakat. 

Apapun peran dan tanggung jawab kita di rumah tangga, masyarakat atau di instansi swasta dan pemerintahan, jadilah teladan kebaikan. Buatlah jejak kebaikan yang layak ditiru oleh orang lain. Itulah pelajaran yang harus kita ambil dari peringatan maulid Nabi Muhammad SAW.

Semoga perilaku mulia kita sebagai ummat Muhammad akan menjadi media counter atas penghinaan kepada Rasulullah. Juga dapat menjadi media dakwah cahaya kebenaran kepada ummat manusia bahwa Islam adalah mutiara meskipun dikotori label teroris dari mereka yang membencinya.

Selain itu adanya kejadian di Perancis semoga membuat banyak orang non muslim penasaran tentang sosok Rasulullah. Pada akhirnya yang berfikir rasional akan mencari sumber ilmu yang terpercaya. Bisa jadi mereka akan kagum kepada Rasulullah dan pada akhirnya hidayah datang menghampiri dan masuk Islam. Skenario Allah selalu indah di luar perkiraan.

Menghadapi penghinaan terhadap Rasululullah sebagai ummat Islam wajar jika marah dan tersinggung. Bapak kita saja kalau dihina kita pasti marah apalagi Rasulullah sebagai bapak seluruh kaum muslimin. Apalagi kejadian ini telah berulang kali dilakukan. Pasti bukan karena kebodohan tapi didasari atas kebencian. 

Bukan lagi sekadar marah dengan kata-kata tapi juga perlu tindakan yang memberikan efek jera. Seruan boikot produk Perancis merupakan salah satu langkah. Jika perlu memberi ancaman dan ultimatum seperti awal abad ke-20 oleh Sultan Hamid II Khilafah Ustmaniyah seperti sekarang juga dilakukan oleh Erdogan Presiden Turki. 

Kita menunggu kepala negara Indonesia yang mayoritas muslim terbesar di dunia untuk juga bersuara dan bertindak lebih keras. Seperti harapan Ustadz Abdul Shomad apakah indonesia berani memutus hubungan diplomatik dengan Perancis. Kita tunggu saja meskipun sepertinya kemungkinannya kecil. Tapi siapa tahu ada keajaiban.