Kegiatan

on 26 Oktober 2020
  • Message of the Director

Pekan ini ada dua hari bersejarah nasional dan keagamaan yaitu Hari Sumpah Pemuda dan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Perlu kita renungi bagaimana peran  pemuda dalam perjuangan bangsa. Juga perjuangan tegaknya agama Islam di masa Rasulullah sampai sekarang.

Ciri umum pemuda yaitu penuh idealisme, berani dan siap berkorban. Pada setiap fase kehidupan bangsa pemuda tampil dengan idealismenya yang jauh dari kepentingan politik jangka pendek. Jatuhnya Orde Baru pada tahun 1998 adalah contohnya. Setelah demonstrasi berhari-hari dan berani menghadapi militer yang dikendalikan oleh pemerintah akhirnya berhasil menguasai gedung DPR dan MPR. Presiden Soeharto pun mengundurkan diri.

Demikian pula pada tahun 1965 saat menghadapi komunisme.  Tritura tuntutan mahasiswa yang tergabung dalam KAMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia) bersama TNI yang setia pada Pancasila membuat Soekarno juga mengeluarkan Supersemar kepada Jenderal Soeharto yang selanjutnya menjadi Presiden.

Tahun 1945 juga lebih heroik lagi. Teriakan Merdeka atau Mati menjadi kata bertuah yang memberi semangat. Para pemuda dengan gagah berani menghadapi tentara Belanda dan Inggris di Surabaya. Juga di front pertempuran lainnya di Indonesia. Ribuan pemuda jadi syuhada. Pengorbanan pemuda tidak sia-sia. Belanda akhirnya mengakui kemerdekaan Indonesia melalui Komferensi Meja Bundar pada Desember 1949.

Semua berawal pada tahun 1928 saat para pemuda mengucapkan Sumpah Pemuda. Bersumpah bahwa mereka bertanah air satu tanah air Indonesia,  berbangsa satu bangsa Indonesia dan menjunjung tinggi bahasa persatuan bahasa Indonesia. Itulah impian para pemuda yang 17 tahun kemudian baru terwujud di Proklamasi 17 Agustus 1945.

Bahkan saat menjelang proklamasi para pemuda menculik Soekarno dan Hatta dan membawanya ke Rengas Dengklok. Mereka mendapat informasi melalui radio Internasional bahwa Jepang telah menyerah kepada Sekutu. Mereka mendesak bahkan cenderung memaksa agar Soekarno dan Hatta segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada saat kekosongan kekuasaan. Jangan sampai terlambat karena Sekutu akan datang ke Indonesia.

Akhirnya Soekarno dan Hatta mengikuti saran pemuda untuk memproklamasikan kemerdekaan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Prediksi para pemuda benar adanya. Tiga bulan kemudian tentara Sekutu di bawah pimpinan Inggris  masuk ke Indonesia. Tentara Belanda ikut membonceng Sekutu ingin kembali menguasai Indonesia. Namun para pemuda telah siap jiwa dan raga untuk mempertahankan kemerdekaan.

Jauh sebelum itu pada tahun 611 di Mekkah Nabi Muhammad SAW diangkat oleh Allah menjadi nabi dan rasul untuk mengajarkan Islam kepada umat manusia. Penentangan dari para pembesar kafir Quraisy sangat keras sampai ingin membunuh Muhammad SAW. Tampillah para pemuda sebagai pembela Rasulullah. Ali bin Abi Thalib yang saat itu usianya masih di bawah 20 tahun berani menggantikan Nabi di tempat tidurnya saat malam pengepungan menjelang beliau hijrah dari Mekkah ke Madinah.

Setelah berjuang dari Medinah selama 10 tahun melakoni berbagai peperangan akhirnya Mekkah dapat dikuasai. Saat menjelang wafat, Rasulullah menunjuk seorang pemuda berusia18 tahun bernama Usamah bin Zaid sebagai Panglima Perang. Memimpin pasukan kaum muslimin menuju perbatasan Syam, Usamah berhasil mengalahkan musuh dan pulang ke Medinah membawa harta rampasan perang dan tanpa ada korban dari anggota pasukannya.

Itulah pemuda yang mewarnai sejarah perjuangan bangsa dan agama. Idealisme, keberanian, pantang menyerah dan siap berkorban jiwa raga menjadi karakternya. Wajar saja Soekarno pernah berucap "berikan kepadaku 1000 orang tua akan aku pindahkan Gunung Semeru. Berikan kepadaku 10 pemuda maka akan aku guncangkan dunia". 

Peran pemuda terus dinantikan untuk menjaga bangsa ini agar tetap dalam koridor Pancasila dan UUD 1945. Mengingatkan para penguasa jika mereka menyimpang dari amanat penderitaan rakyat. Selamat Hari Sumpah Pemuda ke 82. Jayalah Pemuda Indonesia.