Kegiatan

on 02 September 2020
  • Message of the Director

Setiap hari Jumat di akhir khutbah biasanya khatib membacakan ayat Al Qur'an yang artinya "Sesungguhnya Allah memerintahkan kamu berbuat adil dan ihsan ..".  Tentu kedua kata ini sangat penting sehingga  selalu disampaikan di ujung khutbah.

Mari kita bahas kata adil dan ihsan dalam perspektif bisnis dan SDM.

Adil diartikan seimbang, setara, sesuai seharusnya. Hukum yang adil jika ditegakkan apa adanya tanpa  pandang bulu. Adil dalam makna yang seimbang artinya antara usaha dan hasil itu sesuai. Allah Maha Adil dalam membalas perbuatan hamba-Nya artinya segalanya diperhitungkan dengan cermat sehingga seimbang antara amalan dan pahala atau dosa. 

Dalam konteks bisnis ada take (menerima) and give (memberi). Seorang pembeli untuk mendapatkan barang atau jasa membayar harga tertentu. Itulah give-nya. Barang atau jasa yang diperoleh disebut take. Penjual atau pebisnis disebut adil jika seimbang antara barang atau jasa yang diberikan dengan uang yang diterima dari pembeli.

Perbandingan antara take and give ini sebenarnya ada tiga kondisi. Bisa seimbang atau sama. Itulah adil. Bisa juga take lebih besar daripada give. Dalam kondisi lain bisa juga take lebih kecil daripada  give. 

Jika seorang pebisnis take nya lebih besar daripada give nya maka artinya dia merugikan costumer. Itulah ketidakadilan atau zhalim. Merugikan orang lain. Bisa jadi dia melakukan itu dengan data yang palsu, barang yang tidak asli atau janji yang tidak ditepati.

Bisa juga dengan timbangan yang sengaja dibuat tidak akurat atau curang. Itulah bisnis yang dilarang oleh agama. Mari jauhi cara-cara bisnis demikian. Lakukan bisnis dengan adil. Jika itu dilakukan maka costumer akan puas. Itulah yang disebut costumer satisfaction.

Namun ada kondisi yang lebih baik dan dipuji oleh Allah dengan istilah ihsan. Apa itu? Jika give lebih besar daripada take. Maksudnya barang atau jasa yang diberikan lebih baik dari harga yang dibayarkan oleh pembeli. Akibatnya pembeli tidak hanya puas tapi juga kaget atau surprise. Itulah yang disebut dengan costumer delight.

Jika costumer telah sampai pada level delight atau surprise maka akan terjadi the power of mouth. Artinya costumer akan menceritakan kepada orang lain. Jika itu viral akan menjadi promosi yang efektif. Orang lain lebih mudah percaya dari ucapan dan pengalaman orang lain daripada iklan yang bombastis. Itulah dampak dari berbuat ihsan atau melakukan yang terbaik.

Dalam hubungan antara karyawan dan perusahaan juga ada tiga kategori yaitu zhalim, adil dan ihsan. Jika produktivitas karyawan lebih kecil daripada gaji yang diterima maka dia telah menzhalimi perusahaannya. Dampaknya perusahaannya akan rugi, bisa bangkrut dan tutup. Akhirnya karyawan juga rugi karena akan kena PHK. 

Agar tidak terjadi PHK maka solusinya karyawan harus berlaku adil kepada perusahaannya. Kontribusinya seimbang dengan gaji yang diterima. Akan lebih baik lagi jika kontribusinya lebih besar daripada yang diterima. Itulah ihsan. Dampaknya perusahaan terus tumbuh dan berkembang. Karyawan pun sejahtera dan bahagia.

Pandemi covid 19 pada saat ini dampaknya krisis dan resesi ekonomi menghantui semua dunia usaha dan industri. Sebagai karyawan dan pengusaha mari terus berusaha berbuat adil dan ihsan. Tunaikan hak dan kewajiban secara seimbang. Lalu secara sukarela berikan kontribusi lebih untuk keberlangsungan dan kemajuan bersama.