Kegiatan

on 24 Agustus 2020
  • Message of the Director

Apa yang dicari manusia dalam hidup? Dapat diwakili oleh dua kata yaitu sukses dan bahagia. Sukses yaitu meraih apa yang diinginkan. Bahagia adalah dapat menikmati apa yang diraih dengan perasaan yang tenteram, tenang dan damai lahir dan batin. 

Umumnya ada 5 hal yang manusia inginkan dalam hidupnya yaitu harta, tahta, wisuda (ilmu), keluarga (suami/istri), dan kolega (sahabat). Apakah jika manusia meraih kelimanya atau salah satunya pasti bahagia? Ternyata tidak. Banyak orang kaya, jabatan tinggi, gelar sampai S3, berkeluarga dan banyak teman tapi hidupnya menderita. Buktinya banyak artis yang bunuh diri padahal kaya dan terkenal. 

Sekarang pertanyaannya diubah. Apakah harta, tahta, ilmu, keluarga dan teman bisa membuat bahagia? Jawabannya bisa jika memenuhi syarat.  Memang tidak pasti tapi ada peluang jika memenuhi syarat. Harta akan membahagiakan jika halal dan thayyib (baik). Tahta jika amanah. Ilmu jika bermanfaat. Keluarga jika sakinah (tenang),  mawaddah (senang) dan rahmah (kasih sayang). Kolega atau teman jika setia dalam suka dan duka. Tetap jadi teman walaupun kita dalam segala keadaan.

Bahasan kita tentang leadership. Sukses seorang pemimpin bukan hanya diukur saat dia masih menjabat tapi saat dia telah selesai. Apakah berakhir dengan baik atau buruk? Apakah kepemimpinannya menjadi kenangan indah dan contoh yang baik bagi penerusnya? Itu hanya bisa tercapai kalau sang pemimpin menjalankan tugas dengan amanah.  

Dalam perspektif spiritual leadership, amanah dapat dilihat pada tiga kata yaitu iman, aman dan amin. Dalam bahasa Arab ketiga kata ini huruf dasarnya sama dengan kata amanah itu sendiri.

Iman artinya percaya atau yakin. Pemimpin yang amanah harus percaya dan yakin bahwa tugas sebagai pemimpin bukan hanya tugas dari manusia tapi juga dari Allah. Bukankah manusia diciptakan dengan tugas ibadah dan peran sebagai pemimpin? Jadi kepemimpinan hakikatnya dari Allah, untuk Allah dan pertanggungjawaban juga kepada Allah kelak di Hari Perhitungan atau akhirat. Bukan hanya pertanggungjawaban kepada manusia yg memberi tugas selama di dunia.

Aman artinya terjaga. Maksudnya menjadi pemimpin harus mampu menjaga dengan baik titipan yang diberikan. Ada wewenang, tim, aset, uang, dan lainnya. Wewenang dijaga dengan digunakan secara tepat. Tidak disalahgunakan. Tim dikembangkan sehingga lebih kompeten dan kompetitif. Harapannya semakin produktif, sejahtera dan bahagia. Dampaknya asset dan harta semakin bertambah dan lebih penting lagi manfaat organisasi semakin terasa. Visi dan misi dapat tercapai.

Kata kunci ketiga yaitu amin artinya diterima sebagaimana saat berdo'a diakhiri dengan kata amin agar permohonan dikabulkan. Kepemimpinan yang diterima yaitu tugas dapat ditunaikan dengan baik. Indikator kinerja tercapai. Target dapat diraih. Jika akhirnya masa jabatan selesai semua dapat dipertanggungjawabkan dengan baik. Hasil kerjanya menjadi kenangan dan contoh yang baik bagi pelanjut. Itulah husnul khotimah atau akhir yang baik. Dampaknya bagi sang pemimpin yaitu tenang dan bahagia dalam hidup selanjutnya.

Semoga kita semua yang mengemban tugas sebagai pemimpin dapat menjalankan tugas dengan amanah. Kuncinnya iman, aman dan amin. Awali dengan keyakinan kepada Allah. Lanjutkan dengan menjalankan tugas secara professional dengan jujur, adil, komunikatif dan melayani. Akhirnya selesai dengan baik sesuai harapan. Semua bahagia. Amin.