Kegiatan

on 26 Mei 2020
  • Message of the Director

Berita pekan ini peningkatan positif Covid19 pada 20 Mei 2020 tertinggi hampir mencapai 1000 orang. Jawa Timur muncul sebagai jumlah terbanyak lebih dari 500 orang.

Menurut Gubernur Jatim itu dampak dari datangnya pemudik dari Jakarta.

Pada hari Senin 25 Mei 2020 pasien positif ada 479. Jawa Timur masih tertinggi dengan jumlah 223. Sulsel peringkat keempat dengan penambahan 23. Padahal hari ini ada 16 provinsi yang tidak ada penambahan.

Artinya Sulsel masih termasuk wilayah merah dan terus bertahan di 5 besar. Ini perlu dicermati oleh Gubernur Sulsel dan para walikota dan bupati.  Khususnya Makassar apakah sudah tepat melonggarkan PSBB dengan kondisi demikian?

Pada hari ini juga diberitakan bahwa di Jatim ada 34% penderita yang merupakan Orang Tanpa Gejala (OTG). Artinya yang bersangkutan tidak merasa sakit padahal dalam tubuhnya ada virus Corona.

Mereka merasa sehat sehingga berani mudik. Padahal menjadi pembawa virus ke daerah dan kampung. Jika bertemu dengan orang yang rawan seperti orang tua dan penderita penyakit pernapasan maka bisa menularkan virus tanpa sadar.

Di Kota Makassar bisa jadi juga ada banyak OTG. Cuma tidak ketahuan karena belum dites. Ini sangat berbahaya apalagi menjelang lebaran lalu pasar ramai dan hari raya Idul Fitri banyak masjid yang adakan shalat bersama.

Kita tunggu saja hasil tes beberapa hari ke depan. Jika ada penambahan signifikan seperti di Jawa Timur maka perlu ada tindakan khusus. Pemerintah harus kembali mengevaluasi kebijakan pelanggaran PSBB. 

Apalagi laporan dari beberapa rumah sakit bahwa pasien masih belum turun signifikan. Bahkan ada beberapa RS yang masih naik. Di sisi lain tenaga kesehatan terbatas. Relawan juga semakin berkurang. Banyak yang mengundurkan diri.

Para tenaga kesehatan dan relawan mulai protes dengan kondisi yang ada.  Masyarakat semakin tidak peduli dan abai dengan social distancing dan juga kebijakan pemerintah yang mulai longgar.

Bagi mereka yang harus keluar rumah mencari nafkah itu masih bisa dimaklumi. Kondisi ekonomi memaksa mereka. Berbeda dengan yang keluar rumah karena sudah bosan dan jenuh. Mohon tetap bersabar. Mari berempati dengan tenaga kesehatan yang sudah beberapa bulan tidak kembali ke rumah.

Mari bersyukur masih bisa kembali ke rumah bertemu keluarga. Coba bayangkan jika Anda menjadi tenaga kesehatan. Atau jika memang berani bisa coba dulu jadi relawan kesehatan. Beberapa hari saja agar bisa merasakan apa yang dirasakan oleh para tenaga kesehatan.

Mari bersabar menghadapi pandemi Covid19. Jika hanya diminta tetap di rumah itu tidak terlalu sulit. Asal mau berpikir rasional dan mencari alternatif mengatasi kejenuhan. Jangan anggap remeh Covid19 ini. Semoga tetap bersabar.