Kegiatan

on 11 Mei 2020
  • Message of the Director

Setiap tanggal 17 Ramadhan diperingati sebagai hari turunnya Al Qur'an. Meskipun masih ada perbedaan pendapat di kalangan ulama tentang waktu turunnya Al Qur'an. 

Semua meyakini bahwa Al Qur'an turun pada bulan Ramadhan karena Allah menyatakan demikian di dalam Al Qur'an surat Al Baqarah : 185. Tanggalnya ada yg menyatakan 17 Ramadhan. Ada juga yang berpendapat di malam lailatul qadar. 

Makna turun di sini yaitu dari Lauhul Mahfuzh ke langit dunia. Allah menggunakan kata 'anzala'. Lalu dari langit dunia secara berangsur-angsur selama 22 tahun dibawa oleh Malaikat Jibril ke Nabi Muhammad SAW. Allah menggunakan kata 'nazzala'. Jadi proses turunnya Al Qur'an ada dua tahap yaitu 'anzala' ke langit dunia dan 'nazzala' ke Muhammad SAW. 

Bayangkan jika manusia berkumpul untuk menyusun sendiri UU kehidupannya. Pasti yang terjadi tidak akan bisa menegakkan keadilan untuk semua. Pasti memihak kepada yang kuat dan menindas yang lemah.

Al Qur'an dibuat oleh Allah yang Maha Mengetahui yang terbaik untuk manusia. Pasti isinya cocok untuk semua golongan dan bisa digunakan sepanjang masa. Dapat menegakkan perikemanusiaan dan perikeadilan jika manusia ingin melaksanakannya. 

Namun ternyata turunnya  Al Qur'an untuk mengatur kehidupan manusia tidak berjalan dengan mulus. Penentangan datang dari mereka yang selama ini menikmati status quo. 

Pembesar Arab Quraisy pada masa dakwah Rasulullah mengakui kebenaran Al Qur'an karena mukjizat keindahan tata bahasanya. Mereka menolaknya karena mengganggu kekuasaan dan kenikmatan hawa nafsunya. Al Quran menyerukan semua manusia sama di hadapan Allah. Mereka yang selama ini melakukan perbudakan akan terganggu.

Pada masa sekarang pun juga demikian. Bahkan ada di antara mereka yang mengaku beragama Islam tidak mau melaksanakan secara utuh perintah Allah dalam Al Qur'an. Sebabnya karena akan mengganggu status quo yang telah dinikmatinya. Juga merusak tatanan sosial dan ekonomi yang telah dibangunnya.

Sebagai pribadi yang perlu kita renungi adalah bagaimana agar turunnya Al Quran yang diperingati setiap tahun juga membuat Al Quran turun ke dalam hati dan pikiran kita.Bisa mengubah pola pikir, cara pandang, sikap, perilaku dan kebiasaan kita. Akhirnya bisa mencerahkan kehidupan kita menjadi lebih baik.

Caranya mari mendengarkan Al Quran dengan baik. Bukan hanya membacanya tapi juga berusaha memahami isinya. Lalu  melaksanakan apa yang Allah perintahkan dan menjauhi yang dilarang. 

Jika masih ada rasa berat hati karena hawa nafsu maka jangan berhenti. Teruslah berusaha dan nikmati segala tantangannya. Semoga Allah memberikan hidayah sehingga hati kita menjadi lembut dan siap menjalankannya.