Kegiatan

on 17 Maret 2020
  • Message of the Director

Naiknya secara drastis jumlah orang yang terinfeksi virus corona selama sepekan bahkan Menteri Perhubungan juga positif corona membuat pemerintah dan masyarakat merasa khawatir tak terkecuali Kalla Group. Untuk itu perlu ada langkah terpadu untuk menghadapinya.

Kalla Group melakukan 3 langkah terpadu yaitu personal, sosial dan spiritual. 

Langkah personal dengan menghimbau karyawan menjalankan pola hidup bersih dan sehat. Caranya dengan sering mencuci tangan pakai sabun, gunakan hand sanitizer, dan menggunakan alat pribadi seperti sajadah shalat, alat makan dan lainnya. Maka di kantor seluruh perusahaan lingkup Kalla Group  bahkan di Mall MARI serta Nipah disiapkan hand sanitizer, sabun cuci tangan dan semua sajadah serta mukena yang berpotensi jadi perantara semua dilepas dan disimpan.

Hidup sehat juga dengan menjaga daya tahan tubuh dengan istirahat yang cukup, nutrisi dan vitamin yang memadai serta olahraga yang teratur. Ada yang menarik di mushalla Wisma Kalla mulai senin 16 Maret 2020. Disediakan kurma untuk karyawan sebagai nutrisi tambahan. 

Langkah sosial Kalla Group lakukan dengan mengurangi interaksi antar manusia. Sebelum Walikota Makassar meliburkan sekolah dari 17 sampai 31 Maret 2020 dan meminta semua siswa sekolah dan madrasah di Kota Makassar belajar di rumah, Sekolah Islam Athirah dan Kalla Business School telah mengeluarkan edaran belajar di rumah sejak 16 Maret 2020. 

Belajar di rumah ini bertujuan mengurangi interaksi sosial dengan meniadakan tatap muka langsung dan diubah jadi online dari jaringan (daring). Kegiatan pengajian rutin di Wisma Kalla juga dihentikan sementara baik penceramah internal maupun eksternal.

Sejak pekan lalu perusahaan di Jakarta mulai melakukan kebijakan work from home dalam berbagai pola. Ini segera dilakukan juga di Kalla Group mulai hari Rabu 18 Maret 2020. Akan diatur dalam 5 hari selang seling kerja di kantor dan di rumah.

Pada perkantoran yang padat seperti Wisma Kalla dengan membuat pergantian hari masuk kerja bisa mengurangi 50% jumlah karyawan yang berkumpul. Jika jumlah orang berkurang maka dapat diatur jarak antar karyawan di meja kerja, ruang meeting dan kantin sehingga jarak aman satu meter dapat dipenuhi. 

Belajar di rumah bagi siswa dan mahasiswa, tidak ada pengajian dan bekerja dari rumah bertujuan untuk mengurangi interaksi yang dapat menjadi jalan penyebaran virus. Itulah yang disebut social distancing. 

Tentu saja langkah personal dengan pola hidup bersih dan sehat serta langkah sosial dengan menjaga jarak dalam pergaulan serta membatasi pertemuan itu belum cukup. Namun diharapkan ada dampak besar dalam memperlambat penyebaran virus. Jika ingin menghentikan penyebaran virus tentu akan efektif dengan lockdown dan karantina. Tapi ini punya dampak ekonomi sehingga pemerintah belum berani melakukannya.

Langkah yang tidak bisa dilupakan yaitu pendekatan spiritual. Kalla Group menghimbau  karyawan untuk terus beribadah dan berdo'a kepada Allah yang Menguasai segala yang ada di alam ini. Virus corona adalah cobaan dari Allah sebagai ujian keimanan dan kesabaran. Di balik ujian selalu ada hikmah untuk kebaikan manusia. 

Semoga kita semua tetap bersabar dan aktif bersama secara terpadu menghadapi virus Corona. Langkah personal, sosial dan spiritual yang tepat insya  Allah akan membuat kita bisa melewati cobaan ini. Amin.