Kegiatan

on 10 Desember 2019
  • Message of the Director

Saat kejadian Dirut Garuda menyelundupkan motor dan sepeda mewah melalui pesawat yang

dibeli dari luar negeri, salah seorang teman  mengatakan bahwa itu adalah perilaku yang tidak dewasa. 

Saya jadi merenung apanya yang tidak dewasa. Mari kita lihat dengan logika kontras anak-anak dan dewasa. Perilaku anak-anak adalah reaktif, egois dan mementingkan diri sendiri. Berarti orang dewasa proaktif, tidak egois dan mementingkan orang lain. 

Orang yang dewasa tidak akan melakukan tindakan yang merugikan orang lain apalagi negara. Penyelundupan dan korupsi adalah memperkaya diri sendiri dan dapat merugikan negara. Jadi itu adalah perilaku yang tidak dewasa. Tapi bukan berarti anak-anak suka korupsi.

Orang yang dewasa juga berfikir jangka panjang. Berfikir sebelum bertindak atau proaktif, tidak reaktif. Menimbang dampak baik dan buruk apa yang akan dilakukannya. Jika itu buruk meskipun secara jangka pendek menguntungkan dirinya  maka ia tidak akan melakukannya. 

Banyak perilaku kejahatan kerah biru atau putih, pelakunya tidak berpikir jernih dan dewasa. Akibatnya korupsi, kolusi, dan kejahatan lainnya tetap saja tumbuh subur.

Jika kita renungi lebih jauh perilaku negatif seperti korupsi dan penyalahgunaan wewenang juga ciri orang yang tidak arif. Arti dasar dari arif yaitu mengenal secara baik. 

Arofah tempat jamaah haji melakukan wukuf atau berhenti dan berdiam diri yang tujuannya mngenali diri sendiri. Siapa saya, dari mana, dan mau ke mana setelah hidup di dunia ini.

Orang yang arif adalah mereka yang sadar bahwa setelah hidup di dunia ia akan melanjutkan kehidupannya di akhirat. Ia sadar bahwa dunia hanya sementara, akhirat selamanya. Di akhirat kelak segala perbuatannya di dunia akan dipertanggungjawabkan.

Maka orang yang arif tidak mungkin menyalahgunakan wewenang dan korupsi. Berfikirnya tidak hanya jangka panjang duniawi tapi juga akhirat. Hari di mana mulut dikunci, tangan dan kaki serta anggota badan lain yang akan berbicara. Menjadi saksi atas apa yang telah dipebuat di dunia.

Mari senantiasa tingkatkan kedewasaan dan kearifan diri agar dapat menjadi manusia yang amanah dan bertanggung jawab. Menjalani hidup dengan hati-hati dan penuh pertimbangan jauh dari kecerobohan. 

Manusia yang dewasa dan arif jika ia menjadi pemimpin maka akan memberikan manfaat bagi lembaga dan orang lain yang dipimpinnya. Selamat berjuang menjadi dewasa dan arif.