Kegiatan

on 16 Oktober 2019
  • Message of the Director

Sabtu dan Ahad 12 dan 13 Oktober 2019 lalu saya ke Bandung dan melihat acara ITB Ultra Marathon 200 km berlari dari Jakarta ke Bandung estafet tim. Minimal 1 orang berlari 10 km. Ada yang sampai 20 KM. 


Hal yang menarik ada pelari yang umurnya sudah di atas 60 tahun. Bahkan ada yang di atas 70 tahun tapi bisa berlari 10 km. Kok bisa orang tua ini bisa berlari sejauh itu? Apa yang membuatnya kuat? 

Penuturan salah seorang pelari yaitu Prof. Dr. Ichsan Setya Putra yang berumur 61 tahun bahwa kunci awalnya adalah tekad yang kuat. Diawali dari pikiran positif bahwa ia mampu berlari sejauh 10 km tanpa berhenti. Selanjutnya latihan rutin setiap pekan minimal 3 kali berlari sejauh 10 km. Awalnya jalan cepat lalu lama lama mulai berlari. Seiring waktu bisa juga akhirnya.  

Kunci lain itu saling memberi semangat. Berlari dalam satu tim sangat besar dampaknya. Apa yang dicapai satu orang menetukan hasil satu kelompok. Apalagi ada perlombaan. Ditambah lagi ada misi sosial. Jika mampu menembus finish maka ada dana yang diperoleh dan diperuntukkan buat beasiswa anak dhuafa. 

Apa pelajaran dari acara tersebut? Sering dalam kehidupan kita tidak berbuat karena sudah menyerah sebelum bergerak. Padahal kita mampu. Untuk itu jangan mencari-cari alasan pembenaran saat tidak melakukan sesuatu seolah-olah tidak mampu. Padahal sebenarnya bukan tidak mampu tapi tidak mau. Bukan tidak bisa tapi malas.     

Jadi kunci awalnya ada pada motivasi. Mari tinggikan ‘langit-langit’ motivasi kita kalau perlu setinggi ‘langit’. Jika motivasi kita setinggi langit maka kemampuan kita pun akan melebihi batas ‘langit-langit’ perkiraan kita. 

Keajaiban akan muncul karena manusia memang dianugerahi oleh Allah energi dalam yang luar biasa yang baru keluar jika kita sudah berusaha semaksimal mungkin. 

Rasanya sudah tidak ada lagi harapan namun kita tidak berputus asa. Jika kondisinya demikian maka energi dalam itu akan muncul karena dihadapkan pada kondisi ‘kepepet’. Itulah “the power of kepepet”. 

Jika manusia terus berusaha tak kenal lelah maka akan muncul pertolongan dari Allah. Allah mencintai orang-orang yang sabar. Allah tentu tidak akan membiarkan hamba yang dicintai-Nya terus menghadapi kesulitan. Maka Allah pun berkenan untuk melakukan ‘intervensi’. 

Wujudnya Allah memberi ilham berupa ide baru yang kreatif dan inovatif yang sebelumnya tidak pernah terbayangkan. Atau dukungan resources yang tidak diduga sebelumnya.